Bab 3
Avery merasa resah dan gelisah.
"Kamu masih sekh, kan, Avery? Sekh kamu akan terpengaruh ku kamu hamil sekarang." kata
istri Henry.
Henryngsung setuju dan berkata, "Bener! Avery masih muda. Aku ragu dia mau nyerah pada studi dia
dan besarin anak di rumah!"
Rosalie tahu apa yang dipikirkan putra dan menantunya. Ini juga san mengapa dia bersikeras
memastikan Elliot memiliki ahli waris.
"Apa kamu bersedia punya anak dari Elliot, Avery?" Rosalie bertanya pada Avery. Dia nggak menahan
diri. "Kamu harus tahu ku kamu dan anak itu akan mewarisi semua harta Elliot nantinya. Ini adh
kekayaan yang cukup besar bagi kamu dan anak kamu untuk menjni kehidupan yang nyaman."
"Aku akan mkukannya." Jawab Avery tanpa ragu-ragu.
Dia bersedia mencoba apa saja untuk memastikan Cole tidak mendapatkan sepeser pun uang Elliot.
Sin itu, bahkan jika dia tidak mau, keluarga Foster cukup kuat untuk memaksanya mkukan itu.
Rosalie berseri-seri seth mendengar jawaban Avery.
"Itu luar biasa! Aku tahu kamu berbeda dari wanita bodohinnya di luar sana. Mereka mikir bahwa
mereka nggak akan bisa mendapatkan keuntungan jika Elliot sedang sekarat! Ha!"
Seth acara perjamuan teh selesai, Avery berjn keluar dari mansion tua dan bersiap untuk kembali
ke rumah.
Cole menghentikannya sebelum dia bisa pergi.
Matahari pagi bersinar, dan jangkrik berkicau.
Avery merasa mual saat melihat wajah Cole.
"Tolong bawa png hadiah ini dulu, Bu Cooper." kata Avery.
Nyonya Cooper mengangguk,lu pergi membawa hadiah.
Cole memastikan tidak ada orang di sekitar,lu berkata, "Kamu hancurin hati aku, Avery! Kamu nggak
pernah biarin aku menyentuh kamu sma kita pacaran, tapi sekarang kamu udah setuju untuk
mhirkan anak Paman Elliot!"
"Kasih seorang anak berarti mendapatkan warisannya kan, kenapa nggak akukuin aja?" Avery
mencibir dan dia sengaja memilih kata-kata yang akan menyakitinya.
Benar saja, Cole gelisah.
"Itu bukan ide yang buruk, tapi kamu bisa aja punya anak aku kan dan bng aja itu anak Paman Elliot.
Itu akan tetap jadi anak angkat dia. Bahkan ku nenek aku marah, dia nggak akan pernah membuat
kamu menggugurkan itu."
Seringai di wajah Averyngsung menghng.
"Memang bagus ku mau jadi ambisius, Cole, tapi ambisi tanpa otak bisa jadi bahaya." Avery
memperingatkan. "Aku dengar orang-orang di sisi Elliot adh kelompok yang kejam. Sma dia masih
bernapas, antek-anteknya akan menunggu dia bangun. Apa kamu benar-benar mikir mereka akan
membiarkan kamu pergi ku mereka tahu aku hamil anak kamu?"
Kata-kata Avery seperti gelombang air sedingin es, membuat Cole dingin sampai ke intinya.
Dia tahu lebih baik daripada siapa pun betapa kejamnya orang-orang pamannya.
Mereka tidak menonjolkan diri seth keckaan Elliot, tetapi itu tidak berarti bahwa mereka pergi.
"Aku cuma bercanda! Entah itu miliknya atau milik aku, anak itu akan tetap jadi anak asuh. Ketika
Paman Elliot meninggal, aku pasti akan mempekukan anaknya seperti anak aku sendiri." kata Cole
sambil mati-matian berusaha memb diri.
Avery mengh napas,lu berkata, "Anak paman kamu akan jadi sepupu kamu."
Muka Cole tampak sangat kacau.
"Jangan sampai kita berantem karena ini sekarang, Avery. Kita akan bahasgi seth Paman Elliot
meninggal."
"Gimana ku dia nggak pernah mati? Apa kamu mau menunggu aku smanya?" bs Avery.
Pertanyaannya membuat Cole terdiam.
Melihatnya terdiam, Avery terkekeh mengejek dan berkata, "Aku pergi. Nenek kamu kirim dokter untuk
temuin aku ke tempat paman kamu."
……
Ketika Avery kembali ke rumah Elliot, diangsung dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan kesehatan
oleh dua orang dokter.
Jika berhasil berovsi, para dokter akan mengeluarkan telur dari tubuhnya. Jika tidak, mereka akan
memberinya suntikan untuk merangsang ovsi tersebut.
"Nggak perlu khawatir, Bu Foster. Ini mungkin sedikit sakit, tapi begitu kamu mhirkan anak Tuan
Foster, posisi kamu di keluarga akan aman." sh satu dokter wanita menghiburnya.
Avery berbaring di tempat tidur saat detak jantungnya semakin cepat.
"Berapama waktu yang dibutuhkan?"N?velDrama.Org: owner of this content.