Bab 304
Kapal kargo akan segera beyar, Harvey akhirnya tiba di tempat tepat pada saat yang genting.
Alex membawa sekelompok petugas penegak hukum naik ke kapal kargo, “Adaporan bahwa ada barang—barang
penyelundupan di kapal kargo kan, bea cukai perlu mkukan pemeriksaan ng, hari Ini kalian tidak bisa pergi.”
Pedagang yang memimpin sibuk berkata, “Kawan, aku slu mporkannya sesuai aturan, aku sudah beroperasi di jalur ini
sma lebih dari sepuluh tahun, bagaimana mungkin aku terlibat penyelundupan?”
“lya atau nggak, nanti akan tahu seth digeledah. Minggir.”
Tidakma kemudian, sekelompok orang naik ke atas dan memenuhi dek yang luas. Harvey dikelilingi oleh orang—orang di
tengah-tengah, seperti menjadi dewa yang memandang rendah pada semut-semut
ini.
Dia melirik beberapa pengurus, tetapi tidak melihat adanya Isaac.
Harvey mengangkat dagunya dan bertanya, “Di mana Isaac Ster?”
*Tuan Muda? Bagaimana mungkin tubuhnya yang lemah lembut dan berharga tinggi bisa ikut mengirim barang bersama kami?
Tuan, jangan bercanda kamu.”
Alex dengan marah mengangkat kerah orang ini dan berkata dingin. “Jangan buang—buang waktu, aku tahu dia ada di kapal,
suruh dia keluar.”
Mereka sudah memeriksa rekaman CCTY, Isaac naik mobil itu dan sudah tiba di pbuhan dua jam yanglu.
“Tuan, kami ini pedagang jujur dan tulus, buat apa kami menipumu?”
Harvey tidak mau berbicara basa—basi dengan para ahli bisnis yang tenggm di pusat perbnjaan ini, diangsung masuk ke
kabin kapal.
*Tuan, di sini nggak ada barang, ini tempat tinggal kami, jangan masuk, nanti mengotori penglihatanmu.”
Alex menendang orang itu dengan keras dan berkata, “Pergi sana.
Harvey mengambilngkah lebar dan mendobrak pintu setiap kamar.
Bagus, Selena terus—menerus menguji kesabarannya, padahal sudah berjanji untuk tidak pernah pergi darinyagi.
Akhirnya Selena masih ingkar janji!
Bagus sekali, Selena sudah ada kemajuan, bahkan bjar kabur bersama pria.
Pikiran Harvey penuh tentang bagaimana menangkap Selena dan apa yang akan dkukannya pada
+15 BONUS
Selena nanti.
Ketika dia menendang pintu satu demi satu, kerutan di antara alis Harvey makin tegang.
Ini adh tempat tinggal para pekerja kapal, memang termasuk tidak enak dipandang dan kebanyakan dipenuhi dengan bau
kaus kaki yang menyengat.
Melihat bahwa hanya ada satu ruangan tersisa, Harvey menendang pintunya dan di dmnya hanya ada seorang wanita gemuk
yang ketakutan dan berteriak ketika melihat Harvey masuk.
“Tuan Harvey, pasti nggak akan begitu mencolok, mungkin ada di ruangan di bawah,” ucap Alex segera menghibur.
Harvey sudah menyadari ada yang tidak beres, jadi dia melihat pintu-pintu yang terbuka seperti monster yang membuka
mulutnya.
Segnya tampak telu logis.
Jika Harvey yang membuat pengaturan, apakah dia akan mengatur diri begitu js di kapal ini?
Harvey tersadar. Meskipun Isaac masih muda, ternyata memiliki pikiran yang dm, mungkin Isaac sudah membuat rencana
yang matang sejakma.
Pasti Harvey akan terpikirkan jalur air dan kemudian mencari semua kapal.
Begitu berhasil diselidiki, Isaac akan dengan sengaja menyiapkan kapal ini untuk menarik perhatian
semua orang.
Mungkin saat ini Isaac sudah membawa Selena naik kapalin diut!
“Sh perhitungan!”
Alex belum menyadari apa yang terjadi, dia dengan wajah penuh kebingungan menatap Harvey. “Tuan
Harvey, di mana letak sh perhitungannya?”
“Selena nggak ada di sini.”
Kapal kargo ini sangat besar, dan terdapat banyak kontainer besar di dmnya, sehingga akan memakan waktu hampir satu
hari untuk mencarinya dengan teliti.
Saat ini orang itu sudahma membawa kabur Selena.
“Nggak sh, ini memang industri milik Keluarga Ster.”
“Dia sudah mkukan persiapan yang banyak dan sudah siap untuk digeledah, kapal ini adh umpan
yang dia lepaskan.”N?vel(D)ra/ma.Org exclusive ? material.
Alex tidak percaya, sedangkan Chandra buru-buru mendekat dengan wajah serius, “Tuan Harvey, telu banyak kontainer.
Meskipun kita membawa banyak orang, membuka satu per satu kontainer akan memakan waktu hingga tengah mm nanti.”
+15 BONUS
Tidak mengherankan jika Harvey menebaknya, dia dengan tenang mengatakan, “Nggak perlu, mereka sudah pergi.”
“Sudah pergi?”
Harvey keluar dari kabin dengan wajah tegang sambil memerintahkan, “Siapkan helikopter, kamu atur dulu. Katakan ku ada
penyelundup narkoba yang berbahaya, hentikan semua kapal dan jangan biarkan satu kapal pun keluar dari negara.”