AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Antara Dendam dan Penyesalan > Bab 303

Bab 303

    GET IT


    Bab 303


    +16 BONUS


    Isaac yang melihat hal ini pun segera membungkuk untuk mengambil b merah tersebut. Sebuah tangan dengan persendian


    yang menorjol lebih dulu mengambil b di depannya dan memainkannya.


    “Bnya cukup unik.” Suara orang itu lembut.


    Isaac menoleh mengikuti suara itu, dia mendapati orang yang berbicara memiliki wajah yang sangat halus dan tampan.


    Meskipun pria ini juga mengenakan setn jas yang kontras berwarna hitam dan putih, temperamennya benar—benar berbeda


    dari Harvey.


    Yang satu tajam seperti pisau, yang satu lembut seperti air.


    Bahkan sepasang alis dan matanya bagaikan hangatnya sinar matahari musim semi di bn Maret, membuat orang merasa


    hangat.


    Orang ini adh sh satu teman baik Harvey, yang juga dikenal sebagai ahli kesehatan, Johan Oliver.


    Dari jarak yang begitu dekat, Isaac bisa mencium aroma dingin yang samar—samar dari tubuhnya, itu


    adh campuran aroma bahan obat tradisional.


    Isaac tersenyum lembut, “Ini kerajinan tangan, berbeda dengan yang mekanis sekarang. Terima kasih,


    Tuan.”


    Johan memberikan b ke tangan Isaac, “Kamu bahkan nggak sempat mengambil kunci mobil, b ini


    pasti sangat penting bagimu.”N?vel(D)ra/ma.Org exclusive ? material.


    “Ini hadiah dari seorang teman penting, tentu saja berharga. Aku pergi dulu, Tuan.”


    Isaac mengambil kunci mobil,lu membawa tas besar dan kecil sambil menggeser tubuhnya untuk memberi jn.


    Johan juga tidak banyak bicara. Dia masuk ke dm kedai denganngkah kakinya yang panjang.


    Hanya seth Isaac pergi, Johan mengeluarkan ponselnya dan ms—msan menelepon nomor itu.


    Begitu telepon terhubung, suara Harvey yang kesal terdengar dari dm, “Ada apa?”


    “Ku nggak ada urusan nggak boleh menghubungimu? Masih belum menemukan Seli?” Suara Johan terdengar seperti


    bercanda.


    “Ku mau lihat lelucon,in hari saja, aku nggak ada waktu.”


    Harvey berbicara sambil hampir menutup telepon, Johan pun tersenyum bangga, “Tapi aku sudah menemukannya.”


    Tangan Harvey yang akan menutup telepon terhenti sejenak, suaranya tiba—tiba meninggi. “Kamu bng apa! Di mana Seli?”


    +15 BONUS


    “Barusan aku bertemu dengan seorang pemuda, dari kunci mobilnya jatuh sebuah b doa merah kecil. Cara pembuatannya


    unik dan persis sama dengan yang kamu punya dulu.”


    Perlu diketahui bahwa pada saat itu Harvey sangat bangga, setiap hari dia mengenakan sebuah bl


    merah kecil yang tidak pernah dia lepaskan.


    “Di mana orangnya?”


    *Tiga menit yanglu masih di sini, tapi sekarang sudah pergi.”


    Harvey yang marah sampai jantungnya berdebar—debar, “Johan! Kamu kebanyakan minum goji beri jadi bodoh begini, ya?”


    “Aduh, kenapa marah—marah, sih? Perhatikan amarahmu, aku sudah memotretnya, nanti kamu selidiki


    sendiri.”


    Ponsel Harvey segera menerima satu foto seorang remaja, bahkan jika hanya wajah samping, dia akan mengenalinya meskipun


    sudah menjadi abu!


    Isaac Ster!


    Kenapa Harvey tidak kepikiran dengan pemuda ini?


    Ternyata Selena slu bersama dengan Isaac sma beberapa hari ini.


    “Cari, aku mau semua informasi terbaru tentang Isaac Ster!”


    Sejak pertemuan mereka di kapal, Harvey sudah mencari tahu tentang Isaac, seorang anak tetangga yang tinggal di sebh


    Selena. Sma beberapa tahun ini, dia tinggal di luar negeri dan tidak ada yang


    istimewa tentangnya.


    Begitu diselidiki, muncul informasi bahwa keluarga Ster th memiliki bisnis pengirimanut.


    Alex datang dengan tergesa-gesa. “Tuan Harvey, aku sudah menemukannya! Keluarga Ster punya sebuah kapal kargo yang


    mporkan keberangkatannya seminggu yanglu.”


    “Kapan akan meninggalkan negara?”


    “Awalnya dijadwalkan dua harigi, tapi tiba—tiba di sini disetujui untuk diproses dengan cepat, persetujuan sudah keluar dan


    akan berangkat mm ini. Kapal kargo seharusnya sudah berada di pbuhan.”


    “Sin! Bawa orang, kejar!”


    Harvey mengambil jasnya, kemudian dengan cepat beri keluar.


    Dia telu meremehkan anak itu, tidak pernah terpikirkan bahwa Isaac berani membawa Selena pergi di depan matanya sendiri.


    Saat ini Selena berada diut dan tertiup anginut, melihat hujan yang terbang miring, namun hatinya


    +15 BONUS


    terasa berat.


    Kak Selena, ada apa??”


    “Nggak tahu kenapa, aku merasa nggak tenang.”


    Setiap kali sebelum kejadian, dia slu merasakan perasaan ini. “Kepergian kita kali ini, mungkin nggak


    akan berjnncar.”


    Isaac mh tersenyum yakin. “Nggak apa—apa Kak Selena, aku sudah mengatur semuanya, di luar


    dingin, ayo kita masuk.”
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul