Bab 1264
Bab 1264 Master Blynx masuk ke dm hutan.
Mata sang pangeran memblak: “Brengsek, hal seperti ini pun kau bisa menebaknya?”
“Sepertinya saat masuk ke hutan itu nanti aku harus mengikutimu!”
Pria gemuk itu juga tampak kaget dan bersemangat, tiba–tiba dia tersadar bahwa mencari Reva
adh keputusan yang sangat tepat.
Dibandingkan dengan sekelompok oranginnya, Reva ini jauh lebih profesional.”
Reva melirik sang pangeran: “Ku menurut aku, lebih baik kau jangan ikut pergi.”
“Ini bukan sesuatu yang menyenangkan!”
Pangeran menknya dengan jijik: “Jangan khawatir, pamanku th mempersiapkan pengawal yang
lebih hebat untukku kali ini. Kau pasti tidak akan bisa menghkan mereka.”
This belongs to N?velDrama.Org - ?.
Reva terdiam sejenak. Keluarga pangeran memilikitar bkang yang kuat. Dia benar–benar tak
tertandingi.
“Ngomong–ngomong, seth masuk ke hutan nanti, kau harus hati–hati.”
“Sebelum orang ini meninggal, dia mengatakan kata naga. Aku rasa seharusnya hewan penjaga itu
bentuknya seperti r berbisa.”
“r berbisa bisa menyerang secara diam–diam. Jadi mungkin akan ada bahaya di dm kegpan.
Jadi harus hati – hati, yah.”
Ujar Reva.
Keesokan harinya, seth selesai sarapanlu semua orang berkemas dan berangkat ke hutan itu.
Ada selusin lebih petani herbal obat yang pergi bersama dengan mereka.
Ada cahaya yang tak terlihat melintas di mata Reva saat melihat penampn para petani herbal obat
mengenakan pakaian tipis seperti untuk perang itu.
Dia tahu bahwa orang–orang seperti si gemuk Doddy itu tidak mengatakan yang sebenarnya kepada
mereka.
Namun Reva tidak mengatakan apa yang ada dibenaknya.
Para petani herbal obat ini punya rencana mereka sendiri sedangkan Reva juga punya rencananya
sendiri.
Tidakma seth mereka masuk ke dm hutan bersama dengan Reva, tampak beberapa mobil
yang mju di dekat desa tersebut.
Di dm mobil itu ada Anton dan teman–temannya.
Master Blynx juga ada di dm mobil itu, tetapi sekarang dia tampak seperti seorang pria tua berusia
tujuh puluhan
dengan rambut beruban.
Di sampingnya ada Ryan dengan postur tubuh yang pendek dan gemuk.
Cedera di tubuh Ryan sudah pulih kembali sepenuhnya. Ini karena master Blynx membantu Ryan
memulihkan kembali cederanya.
Orang–orang Maui tidak hanya ahli dm menggunakan sihir tetapi juga cukup ahli dm bidang
pengobatan.”
“Aku sudah selesai menyelidiki, Frans sudah pergi ke kota Carson.”
“Pada saat ini, hanya Reva sendiri yang masuk ke hutan itu.”
“Meskipun sang pangeran juga ikut bersamanya namun para pengawal yang ada di sekitar sang
pangeran sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan Frans.”
“Asalkan kita bisa masuk ke hutan dan mendapatkan kesempatan maka kita pasti bisa
membunuhnya!”
Ujar Anton sambil menggertakkan giginya.
Master Blynx menganggukkan kepnya dengan pehan. Tampak ada cahaya dingin di matanyalu
dia bangkit berdiri dengan pehan.
“Waktu itu aku membiarkannya kabur saat di Gnome. Kali ini, aku pasti akan membunuhnya!”
Ujar Master Blynx sambil menggertakkan giginya.
Dia benar–benar th dibuat sangat menderita gara–gara Reva. Dia bahkan th menggigit sebagian
tubuh dari serangga sihir Immortalnya, oleh karena itu dia benar–benar sangat benci sekali kepada
Reva!
Ryan juga tidak mengatakan apa–apa, dia bangkit berdiri danngsung berjn ke arah hutan.
Semua muridnya meninggal di Gnome. Dendam kesumat ini sudah terciptakan!
Reva dan yanginnya berjn di area pegunungan dan hutan itu sma tiga hari tetapi mereka
masih juga belum sampai di tempat tujuan.
Sang pangeran merasa agak kesal: “Hei, si gemuk Doddy, mau berapamagi baru bisa sampai?
Reva berkata dengan lembut, “Sebentargi.”
Si gemuk Doddy melirik Reva dengan heran.
Persis seperti yang dikatakan Reva, mereka memang sudah hampir tiba di tujuan. Tetapi bagaimana
Reva bisa tahu?
Sang pangeran terkejut, “Kau tahu dari mana?”
Reva: “Apa kau tidak merasa semakinma semakin panas?”
Pangeran mengguncang pakaiannya: “Iya juga yah, memang agak panas.”
“Tetapi, ada apa memangnya?”
Reva berkata dengan tak berdaya: “Teratai api berdaun tujuh itu biasanya tumbuh di atas batu
vulkanik.”
“Sin itu, lingkungan di sekitarnya pasti akan sangat panas.”
“Aku rasa seharusnya kita sudah berada di dekat kawah.”
Seth itu sang pangeran baru memahaminya, “Ternyata begitu!”
“Hei, si gemuk Doddy, kita sudah mau sampai, kan?”
Si gemuk Doddy menganggukkan kepnyalu menunjuk ke sebuah gunung yang tinggi di kejauhan,
“Tuh, di sana.”
Semua orang merasa sangat gembira sekalilu mereka segera bergegas maju.
Di luar dugaan, saat mereka beri menuruni gunung itu, tampak sekelompok orang yang keluar dari
dm hutan.
“Tempat ini sudah diblokir!”
“Tidak ada yang boleh masuk ke sini!”