Bab 1157
Tanya Reva.
Si pemuda berambut panjang itu menggelengkan kepnya, “Bro, aku juga sudah mengecek informasi
kontaknya.”
“Nomor kontaknya itu didaftarkan dengan nama orang yang sudah mati sehingga sama sekali tidak
ada informasi yang bisa digunakan untuk mencarinya!”
Reva terdiam. Seth petunjuknya sampai disinilu hnggi.
Siapa sebenarnya dng yang berada di balikyar ini?
Kenapa begitu misterius?
Saat sedang sibuk menanyainya tiba–tiba terdengar suara ketukan yang keras dari luar pintu
diikuti dengan suara berat seorangkiki, “Sin, kaliangi apa di dm sana?”
“Pakai acara menutup pintu seggi, memangnya hal memalukan apa yang sedang kalian
Si pemuda berambut panjang itungsung terlihat gembiralu dengan cepat dia berteriak, “Kak Aris,
kak Aris, tolong aku kak Aris.”
“Ada orang yang mengacau disini dan mereka hendak membunuh kami. Jadi cepat kau tolong kami…”
Pria yang ada di luar sana juga ikut kes?l: “Bedebah!”
“Siapa yang
berani mengacau di wya pangeran Adam?”
“Cepat buka pintunya, aku akan mencabik – cabiknya hingga berkeping – keping hari ini!”
Si pemuda berambut panjang itulu menunjuk ke Reva dengan penuh semangat: “Eh bajinga, kau
dengar tidak itu?”
“Kak Aris sudah datang. Kau pasti akan cka!”
“Cepat berlutut dan memohon ampun disini, siapa tahu saja aku masih mau membantumu untuk
memohon bs kasihan dari kak Aris dan memintanya untuk mengampuni nyawa tak berhargamu
itu…”
Beberapa pemudainnya juga bangkit berdiri dan menatap Reva dengan penuh kebanggaanlu.
memaki dengan kasar.
Para gadis–gadis yang tadinya meringkuk di sudut dengan ketakutan itu sekarang pun semua ikut
menunjuk Reva dan mengutuknya.
Ku dilihat dari gaya mereka ini sepertinya Reva sudah pasti akan mati dan cka.
Reva melirik merekalu tiba–tiba dia mencengkeram leher pemuda berambut panjang itugi
kemudianngsung menggantungkannya di luar jend..
Si pemuda berambut panjang itungsung tampak ketakutan sekali. Sekarang dia baru ingat bahwa
nyawanya masih berada di tangan Reva.
Lalu dengan terburu–buru dia memohon: “Bro, bro, aku hanya bercanda saja, tolong maafkan aku…”
Reva: “Aku tidak suka bercanda!”
This is the property of N?-velDrama.Org.
Seth mengatakan itulu Revangsung melepaskan pegangannya.
Kemudian si pemuda berambut panjang itungsung jatuh dari tingkat 20 dan semua orang
hanya bisa mendengar jeritan si pemuda berambut panjang itu. Akhirnya seth terdengar dentuman
yang keraslu semuanya menjadi sunyi kembali.
Kali ini, orang–orang yang tadinya masih bersorak sorai dan berseru itungsung terdiam dan tidak
berani macam–macamgi.
Gadis–gadis itu jugangsung meringkuk di pojokan dan tidak berani berteriakgi.
Sekarang mereka baru sadar bahwa Reva adh orang yang paling kejam!
Di luar sana, kak Aris masih terus menggedor pintunya.
Reva berjn menghampirilu diangsung membuka pintunya.
Tampak ada selusin orang yang berdiri di luar sana dengan dipimpin oleh seorang pria berkep
botak.
Saat melihat Reva, dia jugangsung terkejut: “Bedebah, siapa kau?”
Sh seorang pemuda di ruangan itungsung berdiri, “Kak Aris, ini orangnya. Dia adh orang yang
mengacau disini!”
“Kak Aris, jangan lepaskan dia!”
Saat melihat Aris, para pemudainnya itungsung mengh nafas lega seh -h mereka baru
saja menemukan penolong mereka.
Ekspresi kak Aris tampak dingin. Lalu diangsung mengarahkan sh satu kakinya ke Reva, “Dasar
brengsek, berani – beraninya kau datang mengacau disini?”
“Aku akan menghabisimu!”