Bab 1083
Bab 1083
“Pa, ini adh rumah aku dan Reva dan ini juga rumahmu!”
“Kau dan mama bisa mengemasi barang-barang kalian dan ikut pindah ke sini juga!”
Text ? owned by N?velDrama.Org.
Ujar Reva dengan tulus.
Axelngsung mengibaskan tangannya, “Ini tidak boleh!”
“Ku kita berdua pindah kesini, Hana dan Hiro pasti akanngsung tahu bahwa ada yang
tidak beres.”
“Pada saat itu, ku mereka berdua tahu tentang rumah ini, mereka pasti akan merusuhgi,
kan?”
Alina juga ikut tersenyum kemudian berkata, “Sudah, sudah, kalian tidak perlu khawatir dengan
urusan kami.”
“Tetapi, Reva, tolong buatkan aku ijin masuk disini.”
“Nantinya aku akan mengajak kakak perempuanku ke sini untuk menunjukkannya kepada
mereka.”
Axel jugangsung berkata, “Benar, benar, buatkan aku satu juga.”
“Nantinya aku akan mengajak teman temanmaku untuk datang kesini minum teh atau yang
sejenisnya!”
Reva tersenyum dan menganggukkan kepnya, “Pa, ma, ini tidak mash.”
“Besok, aku akan membuatkan ijin masuknya untuk kalian!”
Axel dan Alina sangat gembira sekali.
Ku sudah punya ijin masuk taman Dragon Lake, mereka bisa masuk ke taman Dragon Lake kapan
saja. Dan ini baru merupakanbel yang benar-benar menunjukkan bahwa mereka sudah masuk ke
dm lingkungan masyarakat ks atas di kota Carson!
Sma ini mereka th telu banyak mengmi penderitaan dm hidup mereka.
Dan akhirnya sekarang mereka bisa merasa banggal
Pada akhirnya, Axel dan Alina juga tidak berada di sana teluma.
Saat keduanya keluar dari taman Dragon Lake, Hiro dan Hana baru saja datang untuk
menjemput mereka.
Hana tampak bangga dan berkata, “Pa, ma, bagaimana?”
“Apa kalian th membuat semua orang-orang tua itu terkejut?”
“Hahaha, suamiku th mkukan pekerjaannya dengan baik…..’
Sebelum Hana sempat menyelesaikan ucapannya, Axel sudahngsung menampar wajahnya dan
berkata dengan marah, “Diam kau!”
“Kau masih berani mengatakannya! Mamamu dan aku sudah dibuat malu oleh kalian hari ini!”
Hana tertegun, “Pa, ada apa?”
“Apa yang th kitakukan, mengapa kalian berdua merasa malu?”
Alina mengh nafas dan menceritakan kejadian yang sebelumnya.
Tentu saja, dia tidak menceritakan tentang Reva yang punya tumah disini tetapi dia bercerita bahwa
Reva mencari Austin dan membantu mereka dengan mengaturkan sebuah rumah sehingga bisa
dianggap th menymatkan gengsi mereka.
Seth mendengar ceritanya ini, ekspresi Hana dan Hirongsung berubah.
“Pa, aku. aku benar benar tidak tahu bagaimana situasinya di dm sini. Aku juga hanya berniat baik…”
Ujar Hiro dengan cemas.
Dengan marah Axel berkata, “Niat baik?”
“Oke, ku begitu biar aku tanya, apa yang kau katakan saat kau mencari Nara semm?”
“tiro, kau ini berniat baik atau hendak mengadu domba?”
Hiro tercengang. Ucapan Axel ini js menunjukkan bahwa dia tahu apa yang terjadi tadi
mm.
Axel dan Alina memarahi mereka dengan marahlu mengambil kunci mobilnya dari tangan
Hiro.
“Kalian berdua tidak punya hak untuk menggunakan mobil inigi!”
“Dan juga, mi hari ini hingga seterusnya, kemasi barang-barang kalian dan pnh ke
rumah kalian sendiri!”
Axelngsung menjatuhkan hukuman dan mengusir mereka berdua.
Hana dan Hiro berdiri dengan terpaku di sana. Ekspresi mereka menjadi sangat keruh dan tampak malu.
Kedua orang tua mereka hendak mengusir mereka berdua. Kali ini mereka benar-benar sudah
tamat riwayatnya!
Sma keheningan itu tiba tiba ponsel Hana berdering.
Hana mengambil telepon itu dan melihatnya. Ekspresi wajahnyangsung berubah.
Dia menjawab panggn telepon itu dan terdengar suara suram dari ujung sana, “Bagaimana? Apa kau
sudah mempertimbangkannya?”
“Apa kau ingin Reva mati?”
Seth mash keluarga Park selesai waktu itu, Hana juga mendapatkan panggn telepon yang sama
seperti ini.
Pada saat itu dai tidak tahu siapa orang yang meneleponnya itu jadi dia berkata kepada orang itu bahwa
dia hendak mempertimbangkannya dulu.
Di luar dugaan, orang ini menelepongi dm waktu yang begitu singkat.
Hana dan Hiro saling menataplu sambil menggerakkan giginya dia berkata, “Tentu saja aku ingin dia
mati!”
Sebuah seringai terbentuk di ujung telepon sana, “Bagus sekali!”
“Asalkan kalian mau mkukan beberapa hal ini untukku, aku jamin Reva pasti akan mati!”
Hana buru-buru bertanya, “Hal apa?”
Suara dingin itu: “Tenang saja, kau akan segera tahu.”