Bab 973
Bab 973
Axel memelototi Hiro dengan marah, “Hiro, si Leo itu temanmu?”
Dengan tidak enak hati Hiro berkata, “Pa, aku tidak telu kenal dengannya…”
Nara, “Tidak telu kenal?”
“Hiro, kau jangan pikir aku tidak tahu.”
“Kau sudah bersekongkol dengannya dan menggpkan uang perusahaan yang cukup banyak!”
“Kami bahkan sama sekali tidak tahu tentang semua rekeningmu itu tetapi Leo tahu semuanya.”
“Dan video saat kau makan dan minum dengan Leo itu darimana? Memangnya kau sendiri tidak tahu?”
Hiro terdiam sejenaklu menundukkan kepnya dan tidak berani berbicaragi.
Lalu dengan marah Axel berkata, “Hiro, kau… kau benar
–
benar hebat yah!”
“Bagaimana kau bisa bekerjasama dengan orang yang tidak benar seperti itu?”
Nara sangat marah sekali. Sudah sampai seperti ini pun Axel masih tidak mengerti inti mashnya.
“Pa, memangnya sekarang yang tidak benar itu orang yang bekerjasama dengannya?”
“Kalian sendiri yang th mkukan hal ilegal seperti itu. Dan ini dianggap sebagai penipuan bisnis,
apa kalian paham!”
Ujar Nara dengan cemas.
Untuk sejenak Axel terdiam. Kemudian seth beberapama dia berkata dengan lirih, “Nara, ka…
ku begitu kita harus bagaimana kali ini?”
Nara: “Mana aku tahu?”
“Mashnya sudah sampai seperti ini, coba kalian katakan padaku harus bagaimana?”
“Untuk mash kali ini, meskipun kita menggunakan perusahaan farmasi Shu, perusahaan bahan obat,
dan apotek kita juga tidak akan cukup untuk membayar semuanya!”
Axel menundukkan kepnya dan terdiam.
Dan pada saat ini tiba tiba Hana menyeletuk, “Pa, mungkin saja kita juga tidak perlu membayar mereka!”
Axelngsung tersadar, “Tidak perlu membayar?”
“Ba… bagaimana caranya?”
Hana: “Kita cari saja seseorang untuk menangani mash ini!”
Content provided by N?velDrama.Org.
“Asalkan ada seseorang yang mau bertanggung jawab atas mash ini maka mash ini tidak hanya
bisa
3
diselesaikan tetapi kita juga bisa menghemat banyak uang.”
“Sebenarnya, kakak iparku kan CEO dari perusahaan konstruksi ini…”
Nara sudah bisa menebak apa yang akan dikatakan oleh Hana jadi diangsung memakinya, “Hana,
apa kau benar-benar minta dihajar?”
“Biar aku kasih tahu kepadamu yah, mash yang terjadi kali ini sama sekali tidak ada hubungannya
dengan Reva!”
“Kalian masih ingin menyuruh Reva memikul tanggung jawab atas mash ini?”
Air muka Hanangsung berubah menjadi marah, “Kak, bisa tidak kau pikirkan keluarga kita dulu?”
“Harus ada seseorang yang bertanggung jawab atas mash kali ini!”
“Reva adh CEO dari perusahaan ini, ku bukan dia yang memikul tanggung jawab ituntas siapa
yang akan menanggungnya?”
“Apa kau masih menginginkan papa dan mama yang sudah begitu tua harus terbebani dengan hutang
sebanyak itu dan tidak punya tempat tinggal yang baik?”
“Nara, bisa tidak kau jangan begitu egois?”
Axelngsung menatap Reva. Ku ada seseorang yang mau memikul tanggung jawab ini maka dia
juga tidak perlu membayar uang sebanyak itu, ini adh hal yang baik.
Saat Nara melihat mata Axel, dia sudah tahu apa yang sedang dia pikirkan di dm benaknyalu
secara refleks diangsung gemetaran karena sangat marah.
“Aku kasih tahu kepada kalian yah, jangan mimpi!”
“Sebelumnya kalian sudah membuat begitu banyak mash dan kekacauan. Dan Reva th membantu
kalian dengan menangani semua mash itu!”
“Untuk mash kali ini, Reva dan aku juga sudah pernah menasehati kalian tetapi kalian sendiri yang
tidak mau mendengarkannya.”
“Sekarang kalian mh ingin melemparkan mash ini kepada Reva. Jangan harap!”
Ujar Nara dengan marah.
Hanangsung menatap Axel, “Pa, kau lihah dia!”
“Kita ini kan masih keluarga sendiri, apa shnya ku mkukan sesuatu untuk keluarga sendiri?”
“Suamiku kan bukan CEO perusahaannya, ku tidak, aku pasti akan menyuruh dia yang memikul
tanggung jawabnya!”
“Tetapi mashnya, dia tidak sehebat itu!”
Hiro jugangsung mengangguk, “Haihh~~ aku hanya bisa menyhkan diriku atas mash ini!”
“Pa, ku aku adh CEO perusahaannya, aku….aku pasti akan lebih memilih untuk masuk penjara
daripada merepotkan keluargaku!”
“Keluarga kita sudah mengmi banyak pasang surut dan sangat tidak mudah bagi kita untuk sampai
menjadi seperti sekarang ini. Aku benar-benar tidak tega melihat keluarga kita bangkrutgi!”
–
Sambil berbicara, suaranya terdengar agak tersendat sendat seh-h sedang berbicara sambil
menahan tangis.
Aktingnya ini sangat luar biasa.
–
Axelngsung mengangguk- anggukkan kepnya, “Hiro, kau ini… perasaanmu benar-benar telu
lembut!”
“Aihh, akan sangat baik sekali ku yanginnya juga bisa seperti kau.”