Bab 778
Bab 778
Dengan cemas Alina berkata, “Kau kan ada begitu banyak teman. Apa kau bisa meminta sh satu dari
mereka untuk membantumu menanganinya?”
Narangsung mengibaskan tangannya: “Apa kau meminta aku mkukan hal–hal yang ilegal?”
“Ma, apa kau ingin aku masuk penjara juga?”
Alina berkata dengan cemas: “Apa segawat itu?”
“Ini kan hanya sebuah keckaan mobil saja!”
Narangsung berkata, “Kau jangan mimpi!”
“Aku sudah mengatakannya berapa kali bahwa kau tidak boleh meminjamkan mobil kepadanya?”
“Tetapi kau tidak mau dengar, kan!”
“Sekarang th terjadi musibahnya, aku juga tidak bisa menanganinyalTM
Alina menangis dengan getir: “Ku begitu harus bagaimana ini?”
“Dia adh putra dari tante ketigamu. Kau… kau tak boleh hanya berpangku tangan dan melihatnya
masuk penjara!”
Nara memalingkan wajahnya dan tidak mempedulikannya.
Pada saat ini, tiba–tiba Vivi berkata, “Jay, mengapa kau begitu bodoh?”
“Cepat kau suruh Crystal duduk di kursi pengemudi, ku begitu kan beres!”
“Crystal, dia punya SIM, setidaknya itu bukan mengemudi dengan tanpa lisensi.”
“Ku mash bp mobil paling – paling hanya akan dianggap ngebut. Ini hanya keckaanlu
lintas biasa saja dan pihak asuransi juga akan menanganinya!”
Jaydenngsung berkata, “Oh ya, benar juga yah.”
“Kau benar. Oke, aku akan meminta dia untuk duduk di kursi pengemudi sekarang.”
Alina juga sangat gembira. “Aduhh, Vivi, otakmu ini memang paling encer.”
“Ini ide yang sangat bagus!”
“Crystal memiliki SIM, jadi mash ini akan mudah ditangani.”
“Bagus sekali!”
Vivi tampak bangga: “Tante kedua, otakku memang encer.”
“Hmm, kakakku itu masih bng dia adh CEO sebuah perusahaan, kurasa sama sekali tidak ada
apa- apanya!”
“Apa? Memangnya sebagai CEO, kau tidak menggunakan otakmu?”
Nara memelototinya dengan marah: “Aku tidak tahu apakah seorang CEO perlu menggunakan
otaknya!”
“Tetapi setidaknya aku tidak akan mkukan hal–hal yang merusak, ilegal dan sembarangan seperti
ini!”
Dengan marah Alina berkata, “Kau bng apa itu?“
“Ini namanya mencari akal di saat darurat!”
“Kau ini, benar–benar tidak bisa membuat aku tenang!”
“Sudah, jangan banyak omonggi. Ayo antar kami untuk pergi melihatnya.”
“Adik sepupumu itu tidak boleh kena mash!”
Nara tidak punya pilihanin sin mengantarkan mereka.
Mobil di rumah tidak cukup sehingga Reva menelepon Tiger. Dengan cepat dia segera meminta Faye
untuk datang dan menjemputnya.
Faye sekarang slu mengikut Carlos dan berada disisinya sepanjang hari. Di perusahaan bahan obat
itu dia juga mkukan semuanya denganncar.
Meskipun dia tidak menghasilkan uang sebanyak yang sebelumnya tetapi dia tahu bahwa Reva sudah
membangun sebuah perusahaan konstruksi di luar sana.
Carlos hanya akan tinggal dan bekerja di perusahaan bahan obat ini untuk sementara saja. Di kemudian
hari dia akan mkukan hal–halinnya.
Nanti seth meninggalkan perusahaan bahan obat, itu baru merupakan saat dia mencari uang
yang sebenarnya.
Sin itu Faye juga dapat ikut dan berada di sisi Reva. Meski tidak mendapatkan uang sekalipun dia
juga r.
Setidaknya, sekarang tidak ada yang berani macam–macam dengannya ku dia keluar!
Kedua mobil itu mju dengan kencang ke Lingkar Luar Utara dan sampai di lokasi kejadian.
Sekarang di sini ada banyak orang. Yang tadi terluka dan terkapar dijnan th dibawa pergi oleh
ambns.
Orang yang terluka itu seharusnya mengendarai sebuah mobil listrik. Mobil listriknya itu hancur hingga
berkeping keping. Bisa dilihat bahwa keckaan itu sangat parah.
–
This is property ? of N?velDrama.Org.
Ada banyak mobil yang diparkir di sana juga. Semuanya adh mobil mewah.
Di sini adh tempat dimana para anak–anak dari keluarga kaya yang tidak ada kerjaan itu bermain
bp mobil.
Saat Reva dan yanginnya tiba di tempat ini, mereka mendapati Jayden yang sedang mengobrol
dengan
sekelompok anak muda.
Saat ini Jayden mengobrol dan tertawa dengan gembira. Tak terlihat sedikitpun rasa panik di wajahnya.
Dapat dilihat dengan js bahwa seth dia meminta Crystal menggantikannya, dia sama sekali tidak
merasa takutgi.
Alina bergegas menghampiri: “Aduhh, Jayden, apa kau baik–baik saja?”
“Ayo sini cepat, biarkan tante keduamu melihatmu. Apa kau tidak terluka?”
Jayden tersenyum dan berkata: “Tidak apa–apa, tante. Aku baik–baik saja!”
Alina melihat ke kiri dan kanan wajahnya dan merasa lega saat melihat Jayden benar–benar tidak
terluka.
“Baguh, untung saja kau tidak terluka!”
Nara berdiri di bkangnya dan tak tahan untuk berbicara: “Ma, dia sudah menabrak seseorang dengan
mobilnya. Bagaimana mungkin dia bisa terluka?”
“Kenapa kau bukannya menanyakan kabar dan keadaan mereka yang terluka sekarang?”