Bab 687
Devon meraung dan beri dengan marah.
Axel dan kedua oranginnya membeku di tempat.
Tadinya mereka mengira bahwa Devon dan Nara dapat mengobrol dengan baik sehingga mereka juga
ingin datang dan melihat apa ada kabar baik dari mereka.
Content ? copyrighted by N?velDrama.Org.
Siapa sangka situasi mereka mh menjadi seperti ini.
Devon yang dihajar hingga seperti ini. Apa yang sedang terjadi?
Pada saat ini mereka melihat Reva yang berdiri di depan pintu dan ekspresi yang ada di wajah mereka
adh marah.
“Reva, apa yang terjadi?”
“Coba kau jskan kepadaku!” Axel meraung.
Ekspresi Reva tampak dingin. Dia sama sekali tidak ingin mempedulikannya.
Meskipun dia tidak tahu apa yang sedang terjadi, Axel dan yanginnya mengenal Devon sehingga
sudah cukup untuk menjskan semuanya.
Biasanya Reva tidak peduli dengan pekuan keluarga Shu kepadanya.
Dia mencintai Nara sehingga dapat mentolerir kekurangan keluarganya.
Uang bukan hal penting baginya jadi dia tidak akan bertengkar dengan mereka gara ini. Ku keluarga
Shu menginginkannya, dia akan memberikannya.
—
gara hal
Dengan ilmu medis seperti yang dia miliki itu, mau berapa banyak uang yang tidak bisa dia
hasilkan?
Namun, kali ini mereka sudah menyentuh batas kesabarannya.
Axel dan yanginnya mencari pria seperti itu untuk datang dan hampir saja memaksa Nara
mkukan hal yang hina seperti itu. Ini sudah menyentuh batas kesabarannya Reva. Jadi bagaimana
mungkin Reva bisa bersikap sopan kepada mereka?
Nara bahkan lebih marahgi dan berteriak, “Kalian masih berani tanya apa yang th terjadi?”
“Apa ini orang yang kalian katakan mau bekerjasama?”
“Putranya sudah berani datang ke kantor untuk menghina aku!”
“Axel, apa kau sudah g!”
Nara sangat marah sekali hinggangsung memanggil ayahnya dengan menyebut namanya.
Apa yang terjadi hari ini benar–benar membuatnya mau g!
Axel tercengang. Ini adh pertama kalinya Nara mempekukannya seperti ini.
Sejujurnya, saat Nara sudah tidak mau mendengarkan apa–apagi, sikapnya itu juga dapat membuat
Axel sedikit panik.
Dengan cepat dia berkata, “Aku…. aku tidak tahu.”
“Dia bng dia ingin mengobrol denganmu, tetapi… tetapi siapa sangka dia akan mkukan hal
seperti itu?”
Dengan pehan Hana berkata, “Kak, apa ada keshpahaman?”
“Tuan muda Rodriguez baru saja lulus dan png dari luar negeri. Rasanya cukup wajar ku dia
bersikap hangat dan ramah kepada orang–orang.”
“Kau lihat para bule itu. Saat menyapa mereka juga saling berciuman ataupun berpelukan. Itu wajar
koq.
“Dia itu hanya bersikap sopan. Kau tidak menganggap kesopanan itu sebagai hal yang mesum,
kan?”
Alinangsung mengangguk: “Ya, Nara, apa kau telu berlebihan?”
“Bagaimanapun juga tuan muda Rodriguez ini adh siswa ternama yang lulus dari universitas
Cambridge dan dia juga sangat berbakat!”
“Bagaimana kau bisa mengatai orang seperti itu?”
“Dan kau juga Reva, sebenarnya kau ini kenapa?”
“Kenapa kaungsung menghajar orang begitu saja tanpa bertanya dengan js dulu situasinya?”
“Memangnya kau ini seorang preman?”
“Sekali bertindak harusngsung menghajar dengan begitu ganas?”
Axel tampak garang. Sambil menggertakkan giginya dan berkata, “Beraninya kau menghajar orang di
kantor?”
“Reva, kau sangat keteluan!”
“Aku benar–benar tidak bisa mentolerir hal ini!”
“Hana, panggil polisi untuk menangkapnya!”
Hanangsung mengeluarkan ponselnyalu dengan penuh semangat dia hendak menelepon polisi.
Narangsung merebut ponselnya dan melemparkannya kentai dan menghancurkannya.
“Hana, keluar kau dari tempat ini!”
“Ku kau berani masukgi ke perusahaanku, aku akan meminta satpam untuk mematahkan
kakimu!” Nara meraung.
Hana cemberut, “Kak, apa…. apa maksudmu?”
“Aku ini adikmu sendiri, mengapa kau mempekukan aku seperti ini?”
“Kenapa, ini perusahaan keluarga kita. Apa kau takut aku akan merebut sahammu?”
“Aihh benar juga kata orang yah.”
“Tidak peduli apakah itu hubungan keluarga ataupun persahabatan, ku berkaitan dengan
keuntungan, semua itu tidak ada gunanya.”
Ada banyak orang yang berbisik bisik seh–h mereka sedang menyaksikan drama. keluarga yang
memperebutkan harta kekayaan.
Wajah Axel tampak dingin, “Nara, kau sudah kelewatan!”
“Memangnya kenapa ku Hana datang ke perusahaan?”
“Ini adh perusahaan keluarga Shu kita. Orang–orang keluarga Shu kita berhak untuk datang!”
“Atas dasar apa kau bisa berbicara seperti ini kepada Hana?“