Bab 625
Bab 625
Fendi menatap Axel lekat – lekat. Alih–alih marah dia mh tersenyumlu dengan pehan dia
mengangguk, “Sepertinya keluarga Shu sudah siap untuk mengumpulkan danagi?”
“Hahaha, ini menarik.”
1
“Aku tunggu kabar baik darimu!”
Kemudian orang – orang dari keluarga Yu pergi begitu saja.
Axel membeku di tempat. Dia tidak menyangka Fendi bisangsung mengetahui tujuannya.
Tetapi dia juga tidak merasa perlu repot – repot peduli dengan hal inigi.
“Hiro, apa kau bisa mencari beberapa orang kaya?”
“Aku akan mengajak mereka makan nanti mm dan membicarakan proyek ini bersama dengan
mereka!” ujar Axel.
Hirongsung mengangguk, “Pa, kau tenang saja.”
“Dulu waktu aku kerja di bidang teknik, aku pernah
IL
1/6
kenal dengan banyak bos besar.”
“Tetapi ku ingin mengajak mereka makan mm, aku rasa aku harus mengajak mereka semua
dengan menggunakan nama perusahaan farmasi Shu.”
“Ku tidak, para bos besar ini sulit diajak.”
Axel mengangguk, “Oke, ku begitu ajah mereka dengan menggunakan nama perusahaan farmasi
Shu.”
Hiro merasa sangat gembira. Diangsung mengeluarkan hapenya dan menelepon mereka untuk
mengajak mereka semua makan nanti mm.
Axel yang sementara ini tidak ada kerjaanin dan merasa sangat tidak senang kemudian tiba – tiba
berkata, “Ayo jn, kita pergi ke rumah sakit!”
“Reva si bajingan ini, pasti dia yang th menyusun semua rencana ini dibalikyar.”
“Ku aku tidak memberinya pjaran hari ini, emosiku tidak akan bisa reda!”
Hana yang memang suka mengacau kemudian
2/6
dengan semangat berkata, “Ya benar, kita memang harus memberinya pjaran!”
11
Content ? copyrighted by N?velDrama.Org.
“Dia sudah menumpang di rumah kita setiap hari tetapi kerjanya hanya mwan kita saja.”
“Ku tidak diberi pjaran nantinya dia mh akan semakin ngelunjak!”
Beberapa orang itu kemudianngsung pergi ke rumah sakit dengan sikap agresif.
Begitu masuk ke departemennya, mereka mendapati bahwa Reva sedang tidak ada di kantor. Hanya
ada Devi saja yang berada disini.
Hana tampak marahlu dengan kesal dia berteriak, “Mana Reva?”
“Suruh dia keluar!” seru Hana.
Devi sudah berada seharian di kantor dan tidak melihat Reva sehingga dia merasa kesal.
Tak disangka, ternyata masih ada orang juga yang datang untuk mencari gara – gara sehingga
emosinyangsung tersulut.
1L
“Kalian mau apa?” tanya Devi dengan marah.
3/6
I
Hana menatap Devi dari ujung kep hingga ujung kaki. “Peduli apa kau? Memangnya kau bisa
mengatur apa yang mau akukukan?”
“Cepat suruh Reva keluar, ku tidak aku akan meledakkan kantornya hari ini!”
Devi mengerutkan keningnya, “Berani – beraninya kalian datang ke RS untuk merusuh?”
“Aku peringatkan kepada kalian. Cepat pergi dari sini, ku tidak aku akan memanggil petugas
keamanan!”
Hana sangat marah sekali saat mendengar ucapannya ini. Diangsung menampar Devi dengan
tangannya.
Devi terperangah. Dia tidak menyangka Hana akan beraningsung memukul seseorang begitu saja.
Sebenarnya, Hana tidak kenal dengan Devi.
Saat dia melihat Devi yang berada disini, secara refleks dia mengira bahwa Devi hanyh seorang –
perawat kecil yang tidak punyatar bkang.
Ku tidak, bagaimana mungkin dia bisa dikirim ke sini untuk makan gaji buta?
4/6
TIL
Tetapi siapa sangka, satu tamparannya ini th memecahkan sarang tawon.
Devi segera memanggil petugas keamanan dan sekelompok petugas keamananngsung datang
dengan tampang beringas.
Melihat situasinya yang tidak benar kemudian Axelngsung berkata, “Kalian mau apa, kalian...”
Mereka tidak menunggu hingga Axel selesai berbicara. Sh satu petugas keamananngsung
meniarapkannya kentai.
Beberapa petugas yangin juga sama. Mereka semua ditekan diatasntai dan tak mampu mwan.
Tidakma kemudian tampak dekan RS yang datang kesana. Bagaimanapun juga Devi adh cucu
perempuan dari tuan Tanaka.
Dan tuan Tanaka juga seorang pemegang saham RS ini!
. Cucu pemegang sahamnya dipukuli? Ku dekan
RS tidak bisa memberikan penjsanlu di kemudian hari bagaimana caranya dia bisa tetap bekerja
disinigi?
5/6
III
Axel yang ditekan merasa sangat marah dan terus meraung, “Kalian mau apa?”
“Aku kasih tahu yah, namaku Axel Shu. Dan perusahaan farmasi Shu adh milik keluargaku.”
“Aku datang kesini hari ini untuk mencari Reva dan itu tidak ada hubungannya dengan kalian.”
“Cepat lepaskan aku, ku tidak, aku pasti tidak akan membiarkan kalian lepas begitu saja!”
Perusahaan farmasi Shu sekarang sedang sangat terkenal di kota Carson jadi saat orang biasa yang
mendengar ucapannya ini biasanya mereka tidak akan berani mkukan apa – apa kepadanya.
Tetapi kali ini sepertinya dekan RS sama sekali tidak mendengarnya.
Dia melirik Axel dengan jijiklu dengan dingin berkata, “Aku tidak peduli perusahaan farmasi apa yang
kau miliki. Pokoknya memukul orang itu sh!”