Chapter 335
Menantu Dewa Obat
Bab 335
Keduanya saling berbicara sampai mereka melihat seseorang yang berjn tidak jauh dari sana.
“Hei, itu Reva, kan?”
“Mengapa dia baru datang?”
Kesya tampak terkejut.
Xavier meliriknya dan tiba – tiba tertawa: “Si idiot itu, aku rasa dia datang dengan berjn kaki!”
“Vi Connor ini tidak memperbolehkan taksi masuk.”
“Dia pasti datang dengan taksi dan taksi itu berhenti di luar. Jadi dia berjn kaki masuk ke sini.”
Kesyangsung tertawa: “Hahaha, ini menarik.”
“Dari luar sampai ke sini itu sekitar 6 atau 7 mil jauhnya. Dan dia berjn kaki dari sana?”
“Si bodoh ini, benar – benar hanya bisa membuat malu saja kerjaannya.”
Beberapa satpam di depan pintu itu semuanya menatap Reva dengan waspada.
Ternyata, mereka juga tidak pernah melihat siapapun yang berjn kaki masuk ke sini.
Vi Connor di kota Carson ini adh vi yang paling mewah.
Orang – orang yang datang ke sini tidak hanya orang kaya tetapi juga bangsawan. Tempat parkirnya
saja penuh dengan mobil mewah. Jadi mereka benar- benar belum pernah melihat ada orang yang
datang dengan berjn kaki.
Apgi pakaian yang dikenakan Reva itu seperti pakaian yang dikenakan oleh orang – orang yang
berjun di kakilima, bahkan lebih lusuh dari pakaian satpam mereka.
Seorang satpam menghentikan Reva, “Hei, berhenti!”
Reva: “Aku datang ke sini untuk berpartisipasi dm pertemuan pertukaran medis!”
Beberapa satpam itu saling menataplu si ketua satpam itu mengernyitkan keningnya dan berkata,
“Untuk ikut berpartisipasi dm pertemuan pertukaran medis ini, anda harus memiliki kartu undangan
dari pertemuan pertukaran medis ini.”
“Apakah anda punya kartu undangannya?”
Reva tampak bingung, dia tidak memiliki kartu undangan. Karena para kontestan tidak membutuhkan
kartu undangan.
Tetapi para kontestan itu tidak seperti Reva yang datang sendiri.
Para kontestanin itu tiba di Carson sejak beberapa harilu dan tinggal di hotel bintang lima.
Di awal pertemuan pertukaran medis ini, sang penyelenggara akan menjemput para kontestan jadi
mereka tidak perlu membawa kartu undangan.
Dan baru pertama kalinya kontestan yang datang sendiri seperti Reva ini.
“Maaf, aku tidak punya kartu undangan.”
“Tetapi aku memang datang untuk berpartisipasi dm pertemuan pertukaran medis ini.” jawab Reva.
Beberapa satpam itungsung tertawa: “Ku tidak ada kartu undanganlu pertemuan pertukaaran
medis apa yang akan anda hadiri?”
“Anda kira pertemuan pertukaran medis ini seperti anda pergi ke pasar atau ke supermarket? Bisa
keluar masuk seenaknya saja?”
“Apakah kau tahu betapa mewahnya pertemuan pertukaran medis ini?”
“Pengusaha besar di kota Carson saja tidak bisa sembarangan masuk ke tempat acara ini dengan
seenaknya.”
“Sedangkan kau mh datang ke sini hanya dengan tangan kosong dan masih berani mengatakan
akan berpartisipasi dm pertemuan pertukaran medis ini? Atas dasar apa?”
Reva mengernyitkan keningnya. Ucapan satpam ini apa tidak telu kasar?
Dan pada saat ini tiba – tiba terdengar suara cibiran dari bkang, “Aiihhh, ini bukannya kakak ipar?”
“Ada apa?”
“Kau jn kaki ke sini? Keluarga Shu bahkan tidak memberikan mobil kepadamu untuk datang ke
pertemuan pertukaran medis ini?”
“Kakak ipar, ku begitu ini shmu.”
“Jika kau tak punya mobil, kau kan bisa beritahu kami.”
“Kami semua membawa mobil sendiri ke sini. Jika kau menjadi sopir kami bukankah kau bisa masuk
ke sini dengan nyaman. Untuk apa kau berjn kaki sejauh ini?”
“Lihat saja dirimu sekarang yang keringatan dan warna pakaianmu pun hampir luntur. Ckk.. ckk…
kasihan sekali!”
Reva menoleh. Dia melihat Xavier dan Kesya yang berdiri di bkangnya dengan wajah penuh
kemenangan.
N?velDrama.Org ? 2024.
Beberapa satpam itungsung terkejut, “Kalian berdua, mengenalnya?”
“Apakah dia benar- benar datang untuk berparu sipasi dm pertemuan pertukaran medis ini?”
“Tetapi dia udak punya kartu undangan…”
Xavierngsung berkata, “Kenal sih kenal tetapi kami tidak satu kelompok dengannya.”
“Nah, ini kartu undangan kami, lihah.”
Xavier menyerahkan dua kartu undangan.
Beberapa satpam itu melirik merekalu mengangguk dan berkata, “Tidak ada mash dengan kartu
undangan kalian berdua, shkan masuk.”
Xavier dan Kesyalu berjn ke a dengan bangga dan sambil tersenyum berkata, “Kakak ipar,
ku begitu kita masuk dulu yah.”
“Jika kau benar-benar tidak bisa masuk lebih baik kau tunggu kami di luar sebentar.”
“Nanti seth pertemuan pertukaran medisnya selesai kau bisa menyetir mobil kami sehingga kami
bisa sekalian mengantarmu png.”
“Lagip, tidak mudah untuk mendapatkan taksi di luar sekarang!”
Previous Chapter
Next Chapter