Chapter 277
Hiro, “Ma, ucapan kak Nara sama sekali bukan omong kosong.” “Apotik Fortune sudah masuk dm
daftar perusahaan terpopuler. Nr pasar perusahaannya lebih dari 10 milyar dr dan masih terus
meningkat. “Kita js tidak mungkin bisa membuka apotik sebesar itu.” “Tetapi, membuka rantai apotik
yang lebih kecil seharusnya tidak mash.” Alina: “Benarkah?” “Kecilnya itu seberapa kecil?” “Nara,
jika telu kecil, lebih baik kita berdua ongkang – ongkang kaki di rumah saja!” Nara benar – benar tak
berdaya menghadapi mereka. Karena ujung – ujungnya mereka hanya ingin pamer dengan membuka
rantai apotik yang besar. Tetapi, sepertinya dia tidak bisa mencegah mereka untuk mkukan hal ini.
Nara juga sudah memikirkan mash ini, dengan membuka apotik sebenarnya tidak akan ada
mash dan sin itu juga tidak akan rugi telu banyak. Lalu Nara mengangguk dan berkata, “Oke,
kita buka rantai apotik.” “Perusahaan akan mengalokasikan 10 juta dr sebagai modal awal.” Alina
tampak tidak puas dan berkata, “Sepuluh juta ini telu sedikit.” “Perusahaan bahan obat saja 30 juta
dr!” Lalu dengan cepat Nara berkata, “Ma, ini kan hanya modal awal.” “Ku sudah selesai,
perusahaan akan mkukan investasi tambahan.” Kemudian Alina menatap Axel. Wajah Axel masih
tampak kesal tetapi mau tak mau dia juga mengangguk dan menyetujui hal ini. Dan akhirnya Nara
mengalokasikan 10 juta dr untuk membuka rantai apotik bagi mereka. Kemudian mash selesai.
Meskipun begitu, Axel tetap berjn keluar dari kantornya dengan perasaan marah. Melihat sikapnya
itu sepertinya dia masih sangat kesal dan tidak puas dengan Nara. Seth mengantar orang – orang
ini keluarlu Nara menatap Reva dengan tatapan maaf, “Reva, maaf yah, orang tuaku…” Reva
langsung mengibaskan tangannya dan berkata dengan lembut, “Aku sudah pernah katakan, tak perlu
minta maaf kepadaku.” “Apapun yang kaukukan, aku pasti akan mendukungmu!” Nara merasakan
kehangatan di hatinya. Dia memeluk Reva dengan eratlu bersandar di bahu Reva. Dia merasa
seh – h th memeluk seluruh dunia. Reva merasa begitu senang karena ini adh pertama
kalinya Nara memeluk dia. Tetapi kemesraan itu segera buyar ketika seseorang mengetuk pintu
ruangan. Dengan cepat Nara melepaskan tangannya dan pipinya merona merah. Lalu dia mencoba
sebaik mungkin untuk menenangkan dirinya kemudian dengan lembut berkata, “Masuk!” Sekretarisnya
mendorong pintu dan masuk. “Direktur Shu, ruang meeting sudah siap. Sesuai dengan instruksi anda,
meetingnya akan dimi dm sepuluh menit. Apakah ada halin yang ingin anda tambahkan?”
Nara mengangguk dan berkata, “Oke, cukup itu saja. Kaunjutkah kesibukanmu!” Lalu
sekretarisnya berjn keluar. Kemudian Nara menatap Reva yang berada di sampingnya dengan
ekspresi tidak r dan tidak bisa menahan senyum. “Oke, aku masih ada urusan penting!” Lalu Nara
meraih lengan Reva dan bertingkah seperti anak manja. Dan Reva berpura – pura seperti tertindas
dan berkata, “Memangnya urusan kita tidak penting?” Narangsung memutar matanya dan berkata,
“Kau ini ngomong apa sih?” “Tak ada hal yang lebih penting daripada urusan kita berdua!” “Tetapi, aku
masih sibuk sekarang, nanti aku akan menebusnya!” Kemudian Reva mengangguk sambil tersenyum.
“Ngomong – ngomong, Nara, bagaimana dengan 3 milyar itu?” Nara: “Kau simpan saja!” “Aku kan
sudah bng seluruh 3 milyar ini milikmu.” “Kau bisa mkukan apa saja yang kau mau, tak perlu
tanya aku!” Lalu dengan lembut Reva berkata, “Kau kan istriku. Tentu saja aku harus tanya kepadamu
bagaimana menangani 3 milyar itu!” Lalu sambil tersenyum Nara berkata, “Dasar bodoh.” “Sudah,
kau simpan dulu uangnya. Anggap saja itu sebagai uang pribadi kita. Oke?” Lalu Reva tersenyum dan
mengangguk. Kemudian Nara membereskan bahan – bahan dan materi meetingnya. Ketika dia
hendak pergi tiba – tiba dia bertanya, “Ngomong – ngomong, gimana caranya kau bisa menjadi
direktur departemen rumah sakit itu?” Revangsung terkekeh dan berkata, “Aku sangat ahli dm
kedokteran jadi dekan rumah sakit membuat pengecualian untukkulu mempromosikan aku menjadi
direktur departemen!” Narangsung tersenyum dan sambil mengulurkan tangannyalu menepuk
dahi Reva dan berkata, “Slu saja suka bercanda!” “Baih, aku akan pergi meeting dulu. Kau
tunggu aku untuk makan siang bersama nanti!” Seth berbicara, Nara membalikkan badannya dan
pergi. Tetapi ketika dia sampai di pintu tiba – tiba dia kembaligi. Dengan cepat dia menghampiri
Revalu berjingkat untuk mencium Reva. Kemudian dia pergi dengan wajah merona. Revangsung
serasa terbang ke angkasa saking senangnya! Dan tiba – tiba saja bersamaan dengan ini Tiger
menelepon dan mengabarkan, “Tuan Lee, ada kabar buruk, sesuatu th terjadi!”
Previous Chapter
N?velDrama.Org exclusive content.
Next Chapter