Chapter 266
Keesokan pagi – pagi sekali, ketika Axel dan Alina hendak keluar rumah tampak Hiro dan Hana sudah
datang mencari mereka. Tadinya Hiro dan Hana sudah tinggal di rumah itu tetapi semm mereka
tidak berani png karena khawatir akan kena omn dan makian. Saat melihat kedua orang ini,
wajah Alinangsung menjadi dingin dan bertanya, “Apa yang kalian berduakukan di sini?” “Aku
kalian tidak tahu bahwa kakak iparmu tidak menyukai kalian berdua?” “Kalian mh masih berani
datang kesini. Apakah sengaja ingin membuat kakak iparmu marah?” Hiro hanya bisa mengh nafas
dm hatinya. Tentu saja, karena kakak ipar sudah berduit jadi sikap mereka kepadanya juga pasti
berbeda. Beberapa waktu yanglu Axel dan Alina slu marah setiap melihat Reva. Sekarang mh
terbalik, mereka ingin Hiro dan Hana berdua menghindari Reva karena khawatir Reva akan marah!
Meskipun di dm hatinya dia merasa kesal tetapi senyumnya itu tetap terlukis di wajah Hiro. “Ma, aku
tahu kakak ipar sudah pergi bekerja makanya aku datang ke sini.” “Mantel yang kau suka beberapa
waktulu itu th aku belikan. Jadi hari ini aku bersama Hana datang untuk membawakannya
kepadamu.” “Dan aku juga membelikan papa sepatu kulit yang kau sukai itu.” Ujar Hiro dengan
tersenyum sambil menyerahkan hadiahnya. Ekspresi Alina akhirnya sedikit melunak dan berkata,
“Hiro-ku, bukannya aku mau mengomelimu.” “Tetapi sikapmu yang seperti itu terhadap kakak iparmu
benar – benar tidak pantas bagimu untuk slu png ke rumah ini.” “Dan juga taruhan yang kau
lakukan dengan Nara, bagaimana bisa kau tidak mengakuinya?” Lalu dengan panik Hana berkata,
“Ma, bukankah Hiro sudah berlutut dan meminta maaf kepadanya? Lalu mau bagaimanagi?” Axel:
“Huh, karena sudah bertaruh yah akui dong.” “Ucapan seorang lki jantan itu seperti air yang
dituangkan. Jadi apa yang kau ucapkan itu harus kaukukan dan akui!” “Memang pada akhirnya kau
berlutut juga karena kau th berjanji pada waktu itu. Tetapi kau mkukannya dengan enggan dan
menunda – nunda. Lki macam apa itu?” Hana tampak marah dan ingin berbicara tetapi segera
dihentikan oleh Hiro. “Papa benar, seorang lki yang jantan memang sudah seharusnya menepati
janji – janjinya.” “Pa, kau jangan khawatir, aku akan lebih baikgi di kemudian hari. Aku pasti akan
mkukannya seperti kata papa dan menepati semua janji – janjiku.” “Tetapi mashnya sekarang
adh, apakah ucapan yang Reva katakan juga th diakukan?” Axel dan Alina saling menatap
dan bertanya, “Apa maksudmu?” Lalu Hiro berbisik, “Pa, Ma, bukankah Reva sudah bng, “
“Sebagian uang dari kompensasi itu adh milik perusahaan sedang yanginnya untuk keluarga
kita.” “Keluarga kita, yang artinya uang itu bukan hanya milikinya tetapi juga milik kalian berdua.”
“Tetapi di mana uangnya sekarang?” Raut wajah Axel dan Alinangsung berubah sedikit. Sebenarnya
mereka juga memikirkan mash uang itu. Tiga milyar dr! Mereka berdua th membahas
bagaimana akan menggunakan dan menghabiskan uang itu semm. Tetapi cara untuk mendapatkan
uang itu yah mereka belum tahu. Alina tidak sabar dan berkata, “Hiro, kami berdua mengerti maksud
ucapanmu.” “Bukankah kami akan pergi meminta uang kepadanya sekarang?” Lalu Hirongsung
berkata, “Ma, apakah kau akan pergi meminta uangnya seperti ini secarangsung?” “Semm kau
sudah mengatakan bahwa kau tak menginginkan uangnya. Jika kaungsung pergi memintanya hari
ini bukankah hanya akan menjadi olok – olokannya saja.” Alina juga marasa canggung dan tidak enak
hati, “Tetapi kita juga tidak bisa membiarkan dia memiliki begitu banyak uang!” Lalu Hiro tersenyum
dan berkata, “Ma, maksud aku kita bisa mengubah caranya.” Alina dengan terburu – burungsung
berkata, “Cara seperti apa?” Kemudian Hiro tersenyum dan berkata, “Jika kau menginginkan uang ini
sebaiknya kau memberikan sedikit rasa manis kepadanya dulu.” “Ma, bukankah dia masih bekerja di
rumah sakit sebagai petugas pembersih!” “Wakil direktur rumah sakit yang bertanggung jawab atas
para karyawan di ruma sakit itu memiliki hubungan yang baik dengan aku.” “Aku akan memberikannya
sejuh uang dan memintanya agar memindahkan Reva ke pekerjaan yang lebih baik.” “Nantinya
baru kalian berdua pergi mencarinya dan mengatakan bahwa mash itu diatur oleh kalian berdua.”
“Seth mkukan hal baik baru meminta uang, ini baru pantas, kan!” Mata Alinangsung berbinar
dan berkata, “Aihh, cara ini cukup baik juga.” Axel mengangguk dengan pehan dan berkata, “Oke,
ku begitu seperti ini saja.” “Hiro, cepat kau pergi dankukan caramu itu.”
Previous Chapter
Published by N?v''elD/rama.Org.
Next Chapter