Chapter 225
Lalu Nara terdiam dan berkata, “Hana, kau jangan khawatir.” “Tiger juga ada di sana. Dia pasti sedang
sibuk menangani mash di lokasi konstruksi.” “Bagaimana ku kita selesaikan urusan perusahaan
dulu. Nanti baru kita bicarakangi, oke?” Lalu Hana berkata dengan marah, “Lagi –gi Tiger!” “Kak,
apakah kau tidak memiliki hati?” “Suamiku sudah menyelesaikan mash ini. Untuk apgi kau masih
membiarkannya tetap di sana?” “Cepat panggil dia png. Jangan merusak situasi!” Lalu Reva
berkata dengan lembut, “Tiger kenal banyak teman jadi seharusnya dia bisa membantu..” Hanalu
berkata dengan marah, “Bantu apgi?” “Suamiku sudah pergi ke sana secara pribadi. Apakah masih
memerlukan bantuannya?” “Apakah kalian tidak percaya dengan suamiku? Jika tidak percaya juga
tidak apa – apa. Aku akan meminta suamiku png dan tak perlu mempedulikan mash inigi,
oke?” Axel dan Alinangsung panik dan dengan cepat berkata, “Aiihh, Nara, Hiro sudah hampir
selesai menanganinya.” “Dan pada saat ini kau mh mencari orangin untuk pergi kesana. Ini tidak
pantas.” “Jika pihak mereka melihatnya mh mereka akan mengira bahwa kita tidak kompeten. Masa
kita masih harus mencari orangingi untuk membantu? Jangan – jangan mereka nanti mh akan
meminta jatah yang lebih banyakgi.” “Sin itu, adik iparmu sendiri yang menangani mash ini.
Kau mh mencari orangin untuk membantu, kau anggap apa adik iparmu itu?” Nara: “Pa,
sebenarnya mash ini lebih cocok ditangani oleh Tiger..” Mendengar ucapan Nara itu Hanangsung
menjadi tidak senang dan berkata, “Ooh, kak, jadi ternyata begitu.” “Kenapa.. menurutmu suamiku
tidak kompeten dan tidak cocok menangani mash itu?” “Oke, aku akan menelepon suamiku
sekarang untuk menyuruhnya png dengan cepat. Jangan mencoba berbuat baik tetapi mh tidak
dianggap!” Hanalu mengeluarkan ponselnya untuk menelepon. Axel dan Alinangsung terkejut dan
mereka dengan cepat mencegah Hana. “Hana, jangan emosi!” “Nara, lihat apa yang th kau
lakukan!” “Jika kau tidak bisa mempercayai Hiro maka jangan biarkan siapapun juga untuk menangani
mash ini.” “Sudah meminta orang pergi untuk menanganinya tetapi pada akhirnya kau mh tak
mempercayai mereka. Bagaimana sih ucapan seorang direktur?” Axel berkata dengan serius. Nara
juga tampak bingung. Dia bertanya – tanya kapan dia meminta Hiro untuk pergi menanganinya?
Bukankah mereka sendiri yang memintanya pergi? Sin itu, dia hanya ingin mencari lebih banyak
orang untuk memahami situasinya. Apa yang sh dengan pemikirannya ini? Lalu pada akhirnya Nara
yang kh berdebat dengan mereka juga tidakgi berani untuk meminta bantuan Tiger. Tetapi, dia
juga tidak peduligi. Menurutnya asalkan mash ini dapat diselesaikan, siapapun yang
menanganinya akan sama saja. Sedangkan mengenai mash Hiro yang ingin pergi ke lokasi
konstruksi yang baru itu dia pasti tidak akan menyetujuinya. Tetapi Nara juga memikirkan bagaimana
caranya untuk memberikan kompensasi kepada Hiro agar nantinya Hana tidak meributinya sepanjang
hari mengenai mash ini. Seth keluar dari farmasi Shu, Hanangsung meludah. “Brengsek,
dikiranya siapa Reva ini!” “Dia itu memang pendengki!” “Seth suamiku menyelesaikan mash ini
dengan susah payah, ehh dia mh membiarkan si Tiger itu ikut – ikutan juga.” “Bng saja dia ingin
merebut kreditnya dan mungkin dia ingin membiarkan Tiger yang mengambil alih pabrik baru disana.”
“Ku menurutku, si brengsek ini pasti masih terobsesi untuk merampok harta kekayaan keluarga
kita!” Axel menghiburnya, “Sudah Hana, jangan marah – marahgi.” “Kau tenang saja, papa dan
mama pasti akan memb kalian!” “Asalkan Hiro dapat menyelesaikan ini dengan baik maka itu ada
kontribusi terbesar bagi perusahaan.” “Apa yang nantinya seharusnya menjadi milikmu, tak ada orang
yang boleh merebutnya!” Hana mencibir saat mendengar kata – kata ini. “Benar juga.” “Biarkan dia
bersenang – senang dulu. Aku ingin lihat dia masih bisa tertawa berapa hari?” “Aku tidak ingin telu
perhitungan dengan orang yang sebentargi juga akan masuk penjara. Rugi amat!” “Intinya dia hanya
akan menjadi kambing hitam keluarga kita saja. Jadi tak apa kan ku sekarang menghargai sedikit
martabatnya?” “Memelihara seekor anjing untuk menjaga rumah pun kita masih harus memberikannya
sedikit makanan, kan?” “Hahaha……”
Post navigation
Previous Chapter
Published by N?v''elD/rama.Org.
Next Chapter