Chapter 208
Tidakma kemudian, mereka semua tiba di rumah dan kebetn Hiro dan Hana juga sedang duduk
di rumah. “Pa, Ma, kalian sudah png!” “Kalian lihat, apakah baju baru yang kubeli ini cantik?” Hana
bertanya dengan penuh semangat. Tetapi tidak ada yang memperhatikannya. Hanangsung terkejut
saat melihat situasinya: “Pa, Ma, mengapa kalian semua tidak berbicara?” “Ngomong – ngomong, aku
juga ada membelikan pakaian untuk kalian.” “Ini dibeli dengan uang 28 ribu kemarin. Apakah kalian
berdua mau mencobanya?” Mendengar ucapannya ini, Axelngsung marah. “Cukup!” “Diam kau!”
Hanangsung terkejut dan gemetaran. Lalu dia bertanya, “Ma, ada apa dengan papa?” Lalu Alina
mengh nafas dan berkata, “Hana, saat kau menjual gng giok itu kemarin, apakah kau masih
ingat dengan situasi bos toko giok itu?” “Hiro, bisakah kau mencari cara untuk menemukan bos dari
toko giok itu?” Hana dan Hirongsung terkejut dan bertanya: “Untuk apa kau mencari bos toko giok
itu?” Lalu Alina menceritakangi tentang mash gng giok itu. Dan mereka berdua, Hana dan Hiro
langsung tercengang. Mereka berdua mengira th mendapatkan untung kemarin karena th
menjual gng giok itu dengan harga 28 ribu dr. Tetapi tak disangka, sebenarnya mereka mh
th mengmi kerugian yang sangat besar! “Ma, apa kau tidak sh dengar?” “Itu kan hanya
sebuah gng giok yang jelek saja. Apakah mungkin bisa dijual seharga 3 milyar lebih?” “Aku membeli
sepotong batu giok utuh dan membuatnya menjadi ratusan gng giok juga tidak mungkin bisa dijual
dengan harga setinggi itu!” ujar Hana sambil mendesak. Mendengar ucapannya Axelngsung marah,
“Apakah gng giok yang kau buat itu bisa sama dengan gng giok yang kau jual itu?” “Gng giok
itu adh harta berharga yang dipakai oleh permaisuri dari dinasti sebelumnya. Dan gng giok ini
adh harta paling berharga di istana.” “Gng itu berni 3 milyar dr dan itu adh harga sepuluh
tahun yanglu.” “Sekarang, aku juta tidak tahu berapa harganya!” Hana tampak tercengang dan
berkata dengan suara bergetar, “Jadi.. jadi apa yang harus kitakukan?” Axelngsung marah dan
bertanya, “Apa yang harus kitakukan? Apa yang harus kitakukan?” “Kau dan ibumu sama saja
hanya bisa bertanya apa yang harus kitakukan!” “Kau sendiri yang menjual gng giok ini, sekarang
katakan padaku apa yang harus kitakukan?” Hana tampak cemas dan berkata, “Itu… itu kan karena
mama menyuruhku untuk menjualnya…” Alinalu menjawab dengan marah, “Memangnya aku yang
menyuhmu menjual?” “Kau sendiri yang berkata ingin menjual gng itu..” Melihat ibu dan anak ini
yang akan bertengkar, tiba – tiba Hiro berkata, “Ma, sekarang bukan waktunya untuk berdebat tentang
mash ini.” “Lebih baik kita pikirkan cara untuk menyelesaikan mash ini dulu!” Lalu Alina berkata
dengan marah, “Mudah bagimu untuk mengatakannya. Bagaimana cara menyelesaikannya?” Hiro
melirik Reva dan berkata, “Bukankah kakak iparku memiliki hubungan yang baik dengan keluarga
Meng?” “Bagaimana jika kakak ipar saja yang memberitahu mereka mengenai mash ini?” “Bng
saja ku gng itu tidak sengaja hng. Jack Meng memanggilmu sebagai saudaranya jadi aku rasa
dia juga tidak akan mempersulit dirimu!” Narangsung cemas dan berkata, “Apa yang kau katakan
ini?” “Gng giok ini dihngkan oleh kalianlu mengapa sekarang mh meminta Reva yang
mengurusnya?” Sambil mengangkat bahunya Hiro berkata, “Kak, ini juga karena terpaksa.” “Lagip,
kita kan tidak begitu dekat dengan keluarga Meng.” “Lagip, dengan perusahaan keluarga kita yang
seperti ini, jika benar – benar ingin mengganti uangnya bukankah perusahaan kita juga akan
digadaikan?” “Jika Reva yang pergi mengurus mash ini nantinya ku keluarga Meng ingin
meminta ganti rugi kepadanya, Reva juga tak punya uang untuk membayarnya.” “Dengan cara ini,
bukankah harta keluarga kita juga akan aman?” “Kakak ipar, mash ini berhubungan dengan harta
keluarga kita, apakah kau tidak mau menyetujuinya?” Nara tercengang, dm benaknya dia berkata,
logika macam apa ini? Seberapa tebalnya sebenarnya kulit muka orang ini sehingga berani
mengatakan hal – hal seperti itu? Reva tampak tidak senang dan berkata, “Hiro, untuk apa repot –
repot begitu?” “Gng giok itu kan kalian yang menjualnya. Kau tinggal menyerahkan diri ke polisi
saja, paling – paling hanya dikurung beberapa tahun saja. Ini juga bukan mash besar kan?”
“Mash ini berhubungan dengan harta keluarga kita, apakah kau tidak mau menyetujuinya?” Hiro
langsung bergumam dengan suara kecil, “Ini.. ini kenapa jadi begini?” “Hal yang bisa kau selesaikan
dengan menggunakan imejmu kenapa mh harus membuat orang dipenjara hanya karena hal ini?”
Lalu Reva berkata dengan dingin, “Jika dengan imej-ku ini tidak bisa menyelesaikan mash 3 milyar
ini bukahkah jadinya aku yang harus dipenjara?” “Ku memang akan seperti itu mengapa harus
berbelit – belit. Bagaimanapun juga mash ini disebabkan oleh kalian. Kau harus bertanggung jawab
atas hal ini. Jadi sudah sewajarnya kau dipenjara karena mash ini!” Tiba – tiba Hiro terdiam,lu dia
menundukkan kepnya dan tidak dapat berkata – kata. Lalu dengan cepat Hana menoleh ke orang
tuanya dan berkata, “Pa, Ma, aku rasa… aku rasa apa yang dikatakan suamiku itu tidak sh.”
“Mengenai mash ini, kita… kita harus berusaha untuk meminimalisir kerugian.” “Jika Reva yang
pergi, kemungkinan besar dia tidak akan masuk penjara. Jadi seharusnya biarkan Reva yang
mengurus mash ini!”
Previous Chapter
Next ChapterN?vel/Dr(a)ma.Org - Content owner.