Chapter 205
Axel mengangguk – angguk dan berkata: “Ada, sudah pasti aku meminta nomor teleponnya.” “Tuan
Rodriguez memiliki aset kekayaan lebih dari satu milyar dr. Bisa dikatakantar bkang mereka
sangat cocok dengan keluarga kita.” “Putranya adh mahasiswa terbaik di Universitas Cambridge
dan merupakan wakil presiden perusahaan keluarganya. Nantinya dia pasti akan mengambil alih
perusahaan itu.” “Dia terlihat jauh lebih baik daripada Julian.” “Dan keadaan keluarga kita sekarang
juga sangat cocok dengan menantu yang memiliki status seperti itu!” Alina berkata dengan gembira,
“Ya, perasaanku sama sepertimu. Aku juga merasa seperti itu.” “Oh ya, dengar – dengar tuan
Rodriguez dan keluarganya juga tinggal di taman Dragon Lake?” “Ya Tuhan, itu adh daerah
perumahan paling mewah di kota Carson.” “Dulu si tua Shu pernah mengunjungi taman Dragon Lake
dan sethnya slu membual mengenai mash itu sma bertahun – tahun.” “Kedepannya kita
akan sering keluar masuk taman Dragon Lake. Hehe.. menurutmu apakah orang – orang dari keluarga
Shu akan kesal?” Axel juga mengangguk dengan gembira. Ekspresi senang tampak js di wajahnya.
Lalu keduanya masuk ke dm ruang tamu dan melihat tidak ada telu banyak orang di ruang tamu
itu. Mereka yang sejak tadi berada di hman bkang tidak tahu apa yang sedang terjadi di ruang
tamu tersebut. Seth menelepon Nara, mereka baru mengetahui bahwa Nara dan yanginnya
sudah pergi ke ruang VIP. Mereka masih tampak sedikit bingung. Lagip ruang VIP di resepsi
Genting ini biasanya hanya dapat diakses oleh petinggi – petinggi di kota Carson. Dan ini adh
pertama kalinya mereka datang ke Resepsi Genting sehingga bagaimana mungkin mereka bisa
memenuhi syarat untuk masuk ke ruang VIP itu? Tetapi saat mereka masuk dan melihat nyonya Meng,
merekangsung mengerti apa yang sedang terjadi. “Wanita tua ini memiliki kekuasaan yang tidak
sedikit ternyata!” ujar Alina dengan suara pn sambil mengh nafas. Axel mengangguk – angguk
dan berkata, “Untung saja dia sudah mengakui Nara sebagai putri angkatnya.” “Nanti bicarh dengan
sopan kepadanya. Mi sekarang, dia adh bintang keberuntungan keluarga Shu kita, paham
tidak?” Alina terkekeh dan berkata, “Jangan khawatir, aku tidak bodoh.” Saat keduanya berjn ke sisi
meja, Alina segera berjn menghampiri nyonya Meng dan menyapanya dengan hangat. Benar –
benar tampak berbeda dengan sikap sebelumnya yang tampak tidak peduli itu. Nara yang berdiri
disampingnya hanya diam saja. Sebelum mm ini, Alina dan Axel slu mengejeknya saat Nara
menyebutkan nama nyonya Meng di depan mereka. Dan sekarang mereka mh terus menerus,
memuji dan berbicara dengan antusias kepadanya. Seh – h nyonya Meng adh kerabat
mereka sendiri sehingga membuat Alicia merasa sangat tidak nyaman. Beberapa orang duduk dan tak
lama kemudian makanan disajikan. Anyalu mengambil gs anggur dan berkata sambil tersenyum,
“Dik Nara, gs anggur yang pertama ini, apapun yang terjadi kau harus meminumnya!” Nara tampak
terkejut dan berkata, “Kak Anya, mengapa begitu?” “Mengapa?” Anya memandang nyonya Meng dan
tersenyum kemudian berkata, “Beberapa tahun yanglu, aku pernah memberi tahu nyonya Meng
bahwa aku ingin mengangkatnya sebagai ibu angkatku.” “Tetapi sebelum nyonya Meng sempat
membayarkan jawabannya, aku sudah keluar negeri.” “Dan ketika aku kembali, tiba – tiba saja nyonya
Meng th memiliki seorang putri angkat sepertimu!” “Kau th merebut ibu angkatku. Sekarang
katakan padaku apakah sudah sepantasnya kau bersng untukku dengan segs anggur ini?” Nara
yang tiba – tiba menyadari mashnyangsung tersenyum dan berkata, “Kak Anya, kau suka
bercanda.” “Mari, aku bersng untukmu, anggap sebagai penghormatan dariku!” Kedua wanita itu
lalu minum dan suasana di dm ruangan ini sangat harmonis. Ada beberapa orang kaya di kota
Carson yang juga duduk di meja itu. Dan mereka semua saling bersng untuk Reva dan Nara.
Seth mengobrol sebentar kemudian, Bryan Maxwell, orang terkaya ketujuh di kota Carson tiba –
tiba berkata, “Nyonya Meng, mengapa aku tidak melihat kau mengenakan gng warisan keluargamu
itu?” Semua orang menoleh karena mereka semua tahu mengenai asal usul gng nyonya Meng.
Nyonya Menglu tertawa dan berkata, “Gng warisan keluargaku harus aku bayarkan kepada
putriku.” “Sebelumnya aku tidak punya anak perempuan jadi mau tak mau aku hanya bisa memakainya
sendiri.” “Dan sekarang aku th memiliki seorang putri, tentu saja aku th membayarkannya
kepada putri angkat aku ini!” Saat nyonya Meng berbicara dia menatap Nara dengan ekspresi hangat
dan ramah di wajahnya. Wajah Nara tampak memerah. Gng nyonya Meng itu sangat berharga dan
berarti. Tetapi, dia gagal menyimpan gng itu sehingga membuatnya merasa malu dan tidak enak
hati. Axel dan Alina meskipun merasa sedikit tidak enak hati tetapi tidak telu peduli. Bukankah itu
hanya sebuah gng saja. Memang seberapa mahal harganya? Mengapa orang-orang ini slu saja
suka membuat keributan dan mencari mash?
Previous Chapter
Next ChapterContent (C) N?v/elDra/ma.Org.