AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Menantu Dewa Obat > Chapter 190

Chapter 190

    Chapter 190


    Kemudian Kesya mnjutkan: “Dia hanya mengeluarkan anak itu keluar dari dm mobil dan


    mengantar mereka ke rumah sakit.” “Bagaimana mungkin dia memiliki kemampuan untuk


    menymatkan orangin?” “Ooh begitu ternyata.” Ujar Xavier seh – h dia baru mengerti


    mashnya. “Reva ini benar – benar beruntung.” “Dia dapat berhubungan dengan Anya Smith, ckk…


    ckk…” Ujar Xavier tanpa bisa menyembunyikan rasa irinya. Tommy mengernyitkan keningnya sambil


    berkata: “Jadi, Anya mengundang mereka ke resepsi Genting sebenarnya untuk mengucapkan terima


    kasih kepada Reva?” Kesya mengangguk dan berkata: “Sepertinya begitu.” Tommy mengh nafas


    dan berkata: “Aihh.. benar – benar tak disangka bahwa seth bertahun – tahun aku berusaha tetapi


    ternyata tak bisa dibandingkan dengan bantuan yang Reva berikan kepadanya!” “Sepertinya kita tak


    akan mungkin bisa mengambil kembali perusahaan farmasi Shu kitagi.” Tiba – tiba mata Alex


    meny – ny dan sambil tersenyum dia berkata, “Pa, aku rasa hal ini juga bukah suatu hal baik.”


    “Apa maksudmu?” tanya Tommy dengan terkejut. Alex: “Coba kau pikir, mengapa Reva berhubungan


    dekat dengan Anya Smith?” Mendengar ucapannya Tommy tampak bingung. Xavier segera berkata,


    “Sudah pasti karena dia naksir Anya Smith.” “Anya lebih cantik daripada Nara.” “Latar bkang


    keluarganya juga jauh lebih kuat daripada Nara.” “Reva ini kan orang yang hanya bisa


    menggantungkan hidupnya pada istrinya. Jika dia bisa memilih, dia pasti akan memilih Anya Smith.”


    Alex mengangguk dan berkata: “Ucapanmu benar juga yah!” “Reva ini pasti naksir dengan Anya


    makanya dia sengaja mendekati Anya.” “Jangan mengira sekarang dia membawa keluarga Shu ke


    resepsi Genting adh hal yang patut dibanggakan. Huhh… nantinya ku dia benar – benar sudah


    berhubungan dekat dengan Anya barh kita lihat apa yang akan terjadi pada keluarga Axel itu.”


    “Reva tidah sesederhana yang kau pikirkan.” “Dia sangat licik dan juga sangat berbahaya.”


    “Menurutmu apakah dia akan membs dendam kepada Axel dan Alina saat dia menjadi kaya? Kau


    jangan lupa dia th bertahun – tahun menderita dibawah kendali Axel dan Alina.” Mata Tommy


    tampak berbinar saat mendengar ucapannya dan berkata, “Yah, sepertinya akan seperti itu.” “Mereka


    mengira th masuk ke dm pergan sosial ks atas tetapi sayangnya mereka tidak menyadari


    bahwa mereka mh th membantu Reva untuk berhubungan dekat dengan Anya!” “Saat Reva


    mendapatkan Anya, dia pasti akan segera mencampakkan Nara.” “Dan bisa jadi dia juga akan merebut


    perusahaan farmasi Shu dm satu hentakan.” “Hmm, dan pada saat itu aku ingin tahu apakah


    mereka, Axel dan Alina masih bisa tertawa dengan senang!” Alex mengangguk sambil tersenyum dan


    berkata: “Pa, kita memang th kehngan perusahaan farmasi Shu untuk sementara ini tetapi kita


    masih punya uang dan dapat memi dari awalgi.” “Sedangkan Nara, apa yang dimilikinya?” “Dia


    baru saja menjadi direktur sma beberapa hari. Jika sampai perusahaan farmasi Shu direbut oleh


    orangin makan dia tidak punya apa – apagi.” “Dan pada saat itu, mau tak mau keluarga mereka


    pasti akan kembali dan memohon kepada kita seperti dulu!” Raut wajah Tommy terlihat penuh dengan


    kegembiraan: “Bagus ! Bagus!” “Hanya saja sangat disayangkan perusahaan farmasi Shu ini.” Alex


    tersenyum datar dan berkata: “Tidak apa – apa kita kehngan perusahaan farmasi Shu.” “Asalkan kita


    masih punya uang, kita dapat mendirikan perusahaan barugi.” “Aku rasa yang penting sekarang kita


    harus menarik uang kita terlebih dahulu.” “Kita jual saham perusahaan dulu karena aku khawatir


    nantinya saham – saham itu jadi tidak berhargagi!” Tommy merenung sejenaklu mengangguk


    pehan: “Benar juga.” “Lagip perusahaan juga sudah tidak berada di bawah kendali kitagi. Tidak


    ada gunanya bagi kita untuk menyimpan saham – saham ini.” “Meskipun nanti ada pembagian dividen


    di akhir tahun tetapi Axel juga tidak akan memberi kita cukup banyak.” “Lebih baik jual saja sahamnya


    dan mundur lebih awal dari perusahaan itu agar nantinya tidak ikut mengmi kerugian!” Saat Tommy


    dan Alex sedang sibuk membahas dan berdiskusi mash penjun saham, di sisiin Xavier berdiri


    di pojokan dan merasa sangat depresi. Dia sudah pernah melihat foto – foto Anya dan sma ini dia


    slu menganggap Anya sebagai kekasih impiannya. Tetapi sekarang bagaimana mungkin dia bisa


    r saat melihat kekasih impiannya akan tergoda oleh Reva? “Tidak boleh, aku tidak akan


    membiarkan Reva berhasil!” “Aku harus mencari seseorang untuk menghentikannya!” “Di dunia ini


    siapa saja boleh mengejar Anya tetapi Reva tidak boleh!” Xavier diam – diam timbul rasa jahat di


    hatinya.


    Previous Chapter


    N?vel/Dr(a)ma.Org - Content owner.


    Next Chapter
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul