Chapter 19
Bab 19
“Reva, apa yang terjadi?”
Begitu jamuan makan selesai, Axel segera bertanya dengan tidak sabar.
Nara, Alina dan Hana juga memandang Reva dengan takjub. Apa yang terjadi mm ini telu
menakjubkan.
Reva tersenyum ringan: “Bukan apa-apa, aku hanya menyembuhkan putri Austin.”
“Putri Austin?” Alina berseru, “Putri Austin yang mengmi keckaan mobil dan menjadi koma itu?
Dia sudah koma sma satu tahun. Kau…kau menyembuhkan orang yang menderita koma?”
Di saat yang sama, Hana tiba-tiba teringat sesuatu dan berkata dengan cemas, “Ma, apakah kau
masih ingat? Perusahaan kakak dulunya juga mengembangkan obat yang dikatakan memiliki potensi
untuk membangunkan orang koma. Reva, jangan – jangan kau th menggunakan obat ini untuk
menyembuhkannya?”
“Benarkah?” Tanya Alina.
“Pasti seperti itu!” ujar Hana: “Reva ini hanya lulusan sekh teknik biasa dan juga pembersih di
rumah sakit. Bagaimana mungkin dia bisa memiliki keterampn medis seperti itu? Tentu saja dia
hanya bergantung pada obat keluarga kita?”
“Benar juga!” Mata Alina berbinar, ku begitu, bukankah ini seharusnya kredit untuk keluarga
mereka?
Memikirkan hal ini, Alina menggertakkan giginyagi.
Mm ini Reva th membuat dirinya menjadi pusat perhatian dan seharusnya keluarga merekh
yang mendapatkan kehormatan itu!
Alina buru-buru bertanya, “Reva, karena kau th menyembuhkan putrinya, berapa dia
membayarmu?”
“Tidak ada bayaran!” Reva menggelengkan kepnya dan dia tidak menjskan mash obatnya.
Dia tidak ingin mengekspos liontin giok keluarga agar jangan sampai menyebabkan krisis.
n sa
“Tak ada bayaran? Kau mau berbohong kepada siapa?” tanya Alina dengan mata melotot: “Apakah
kau ingin mengambilnya sendiri? Reva, ku beritahu yah, tanpa obat dari Grup Shu saya, bagaimana
mungkin kau dapat menyembuhkan putri Austin? Semua ini, seharusnya milik keluarga Shu, sama
sekali tak ada hubungannya dengan kau!”
Reva terdiam: “Memang benar- benar tak ada bayaran. Austin berjanji untuk mkukan satu hal
untukku jadi aku memintanya untuk menyiapkan pesta ng tahun mm ini!”
“Apa?” Alina hampir meledak: “Tidak dibayar sepeserpun dan hanya memintanya menyiapkan pesta
ng tahun ini untukmu? Reva, apakah kau sakit jiwa?”
Axel juga membenci orang yang tak berguna: “Reva, apakah kau tahu siapa Austin King itu? Asal kau
mau membuka mulut, dua ratus atau tiga ratus juta dr itu bukan mash besar untuknya. Tetapi kau
mh hanya ingin pesta ng tahun?”
“Orang miskin smanya adh orang miskin, mereka bahkan tidak punya ambisi!” Hana
mencemooh: “Tidak ada gunanya memberimu kesempatan!”
me
Reva memandang Nara dan berkata dengan lembut, “Ku pikir itu cukup sepadan!”
Wajah Nara tersipu kemerahan dan hatinya juga terasa sangat manis.
Meskipun Nara kehngan begitu banyak uang tetapi setidaknya di dm hati Reva hanya ada dirinya!
Apa yang diinginkan seorang wanita terkadang sesederhana itu.
“Idiot!” Alina memarahi dan tiba-tiba mengambil kotak itu dari tangan Reva: “Biarkan aku melihat
hadiah apa yang diberikan Austin kepadamu?”
Seth membuka kotak itu mata Alina tiba-tiba melebar.
Di dm kotak itu ada kunci BMW baru.
-“Austin memberikanmu sebuah mobil BMW baru!” Alina menjerit kegirangan, BMW itu tidak murah.
Alina tahu mereka bahkan tidak punya mobil di rumah. Setiap kali ada sesuatu, dia harus meminjam
mobil dari Hiro, suami Hana.
“Apa perlu begitu kesenangan?” Axel masih kesal: “Yang seharusnya bisa mendapatkan seratus juta
dr mh hanya mendapatkan sebuah mobil? Perlu terlihat senangkah?”
Wajah Alina menjadi dingin dan dia meludahi Reva: “Dasar tak berguna!”
“Lupakan saja, setidaknya mendapatkan sebuah mobil.” Hana mengambil kunci mobil dan berkata
sambil tersenyum, “Pa, ma, telu sia-sia jika mobil ini diberikan kepada Reva. Lebih baik diberikan
kepadaku saja?”
“Enak saja!” Alina segera mengambil kembali kunci mobil itu dan berkata: “Mobil ini untuk ayahmu, dan
ayahmu adh martabat keluarga kita, paham kau?”
Hana tidak mau, dia merasa tidak puas, ini BMW.
“Papa kan tidak bekerja, jadi tidak perlu menyetir.” Gumam Hana.
Alina mengabaikannya dan menatap Reva sebentar. Lalu akhirnya pandangannya jatuh ke
pergngan tangan Reva.
“Apakah itu Rolex?” Mata Alina berbinar.
Reva: “Eeh …”
“Kau hanya seorang pembersih, tak perlu memakai jam tangan sebagus ini. Lepaskan dan berikan
untuk papamu!” Kata Alina kemudian mengulurkan tangan ke Reva untuk mengambilnya.
“Maa!” Nara terlihat sedikit kesal. Mobil sudah direbut dan sekarang masih harus mengambil arlojinya
jugakah?
“Kenapa? Kau jangan lupa, obat keluarga kita yang menyembuhkan anak perempuan itu. Semua ini
harus menjadi milik keluarga kita! “Alina melepas arlojinya dan melirik pakaian Reva dengan enggan.
Sangat disayangkan bahwa Reva lebih tinggi dari Axel, jika tidak, akan lebih baik Axel yang
mengenakan pakaian ini.
Tetapi Alina segera berkata dengan kencang: “Jangan kau buat kotor pakaian ini, aku akan mencari
seseorang untuk menjualnya nanti. Ini adh pakaian yang disiapkan oleh Austin dan pasti akan dapat
dijual dengan harga yang sangat bagus!”
“Kau …” Nara terlihat sangat marah sehingga dia tidak dapat berbicara, benar – benar keteluan
sekali!
Reva tidak peduli dengan semua itu. Dia hanya menatap Nara dan tersenyum.
Seth mengetahui perasaan Nara untuknya, di dm hati dan mata Reva hanya ada istrinya saja.
Adapun hal-halin diluar ini, dia tidak mempermashkannya.
Dengan keterampn medis Reva sekarang, dia bisa mendapatkan apapun yang dia mau.
Sambil berbicara beberapa orang itu turun ke bawah.
Mobil yang dikirim Austin kebetn berada di tempat parkir. Itu adh sedan BMW seri 7.
Melihat mobil itu, mata Alinangsung berbinar dan dengan terburu-buru beri dan masuk ke dm
mobil itu. Dia memandangnya dengan penuh semangat.
Alina membi jok kulitnya sambil berkata: “BMW 760, Alex juga punya satu. Harganya hampir satu
juta dr!” .
“Punya Alex adh 740, yang ini 760, ini berbeda!” Axel duduk di kursi pengemudi dan berkata
dengan penuh semangat: “Ini adh mobil premium dan diperkirakan harganya mi dari 2 juta dr.”
Alina: “Ya Tuhan, bukankah itu jauh lebih bagus daripada milik Alex?”
“Tentu saja. Hadiah dari Austin tidak mungkin berni rendah!” Axel memelototi Reya dengan
marah: “Seratus juta dr hanya menjadi sebuah mobil, kau benar-benar tahu cara berbisnis!”
“Bukan itu.” Hana dengan cepat berkata: “Itu semua berkat obat keluarga kita. Dia gunakan untuk
menymatkan putri Austin. Lalu sebagai bsannya Reva hanya meminta pesta ng tahun saja. Ini
kan sama saja dengan menggunakan uang keluarga kita untuk membuat dia menjadi pusat perhatian
mm ini!”
Alina dengan marah berkata, “Reva, mengapa kau begitu tak berguna?”
Reva tidak berbicara, dia mengulurkan tangannya untuk menarik pintu mobil, tetapi th dikunci oleh
Alina.
“Siapa yang mengijinkanmu masuk? Menyingkih! Memangnya kau diperbolehkan untuk naik mobil
ini?”
“Ma, mobil ini diberikan Austin kepadanya!” Nara tak tahan untuk tidak berkata.
Ini adh obat keluarga kita yang dia gunakan untuk menymatkan orang, bukan obat dia!” Alina
berkata dengan marah, “Reva, keluar dari sini, kau tidak berhak untuk naik mobil ini.”
Nara: “Lalu bagaimana dia png nanti?”
Alina: “Aku tidak peduli bagaimana dia png? Lebih baik tidak usah png. Aku kesal jika melihatnya
sekarang! Suamiku, ayo pergi, tak usah pedulikan dia!”
Axel meludah dan pergi bersama keluarganya, meninggalkan Reva sendirian di tempat.
Previous Chapter
This content is ? N?velDrama.Org.
Next Chapter