Chapter 1
Bab 1
“Reva Lee, jika kau menikah dan masuk ke dm keluarga kami maka sin harus mematuhi semua
peraturan dan kewajiban dirumahku, kau juga harus memutuskan hubungan dengan semua
keluargamu!”
“Itu kan adik perempuanmu, kau punya hak apa meminta kami mengeluarkan uang untuk
menymatkannya?”
“Huh, nyawanya sedang dipertaruhkan? Seberapa berharganya nyawa adikmu? Keluargamu hanyh
sekelompok bajingan, jika tidak kau juga tak mungkin datang kesini untuk menjadi menantuku kan?”
Reva beri dengan cepat dm perjnannya ke rumah sakit. Dia seakan – akan mendengar ejekan
dari keluarga istrinya, Nara Shu, yang terus terng – ng di telinganya.
Reva dhirkan dm keluarga yang sangat luar biasa tetapi keuka dia berusia dua bs tahun,
keluarga itu mengmi bencana dan seluruh keluarga hancur hanya dm semm.
ise
Ayahnya meninggal demi menjaga keluarga mereka dan ibunya yang terluka parah menarik Reva dan
adik perempuannya Reina Lee untuk mrikan diri.
Sang ibu hanya dapat bertahan sma lima tahun yang akhirnya meninggal karena lukanya yang
kembali kambuh. Keluarga Lee hanya menyisakan mereka berdua, adiknya Reina yang masih begitu
kecil dan harus dirawat dan dijaga oleh Reva.
Reva tidak ingatgi san keluarganya mengmi bencana dan kehancuran.
Sebelum ibunya meninggal, dia memberikan sebuah liontin giok yang sangat berharga kepada Reva.
Meskipun apa yang dikatakan ibunya waktu itu tidak begitu js tetapi secara samar-samar Reva
merasa bahwa kehancuran keluarganya disebabkan oleh liontin batu giok ini.
Ketika dia masih kecil dia pernah mendengar ayahnya berkata bahwa rahasia kemakmuran keluarga
Lee tersembunyi di liontin batu giok ini.
Seth ibunya meninggal, Reva yang waktu itu hanya berusia tujuh bs tahun mempunyai tanggung
jawab untuk merawat dan membesarkan adiknya. Meskipun itu sangat sulit, tetapi dia tetap bertahan.
Tiga tahun yanglu, Reina mengidap penyakit leukemia. Untuk mengobati penyakit adiknya, dia
membutuhkan uang 100.000 dr. Oleh sebab itu dia akhirnya menikah dan masuk ke dm keluarga
Shu.
Dm tiga tahun terakhir, Reva th bekerja bagaikan kuda dan lembu. Dia juga sering di ejek dan
dipermalukan dm keluarga Shu, tetapi dia tetap bersabar dengan semuanya itu.
Dan saat ini, penyakit adiknya yang semakin memburuk akhirnya th menemukan sumsum
tng yang cocok. Tetapi biaya operasinya adh 300.000 dr.
Istrinya, Nara Shu, sedang dm perjnan bisnis dan ponselnya tidak dapat tersambung sama
sekali.
Reva tidak mempunyai uang sebanyak itu sehingga dia mencari pinjaman dari sh satu anggota
keluarga Shu. Tetapi dia diusir dengan kasar dan brutal oleh keluarga Shu.
Reva beri kembali ke kantor direktur di rumah sakit. Dia menggertakkan giginyalu mendorong
pintu kantor itu dan masuk.
Seorang pria berkacamata dengan ekspresi arogan duduk di kantor. Dia adh direktur departemen
rumah sakit itu, n West.
n adh kakak ks Nara yang juga adh sh satu pengagum Nara. n juga adh orang
yang paling tidak suka dengan Reva. Dia menghina Reva ketika mengetahui Nara menikah dengan
Reva.
Keluarga Nara berkecimpung dm dunia bisnis medis. Kemudian Nara mengatur Reva agar dapat
bekerja di rumah sakit dengan menjadi customer servis.
Dengan mengandalkan koneksi keluarga, n yang th dipromosikan menjadi direktur departemen
sengaja mempersulit Reva.
Kemudian n sengaja membuat Reva bekerja sebagai penyapuntai. Reva yang tadinya berstatus
petugas pyanan menjadi petugas pembersih.
Tetapi karena adiknya sedang dirawat di bawah departemen n maka mau tak mau Reva hanya bisa
menn amarahnya.
Asalkan dia bisa menymatkan nyawa adiknya, dia r mkukan apapun!
“Direktur West.” Reva berkata dengan nada sedikit memohon: “Nara sedang dm perjnan bisnis,
mungkin dia sedang sibuk dan ponselnya tidak dapat tersambung.”
“Bolehkah, bolehkan kau … kau mengatur operasi Reina dulu. Aku pasti akan dapat mengumpulkan
biaya operasi!”
“Haha…” n mencibir: “Reva, kau juga sudahma bekerja di rumah sakit ini seharusnya kau tahu
aturan rumah sakit ini. Biaya operasi 300.000 dr bukah juh yang kecil. Nanti jika kau tidak
membayarnya apa yang harus kkukan?”
Reva sangat marah dan berkata dengan suara rendah, “Direktur West, aku th bekerja di rumah sakit
sma tiga tahun, menurutmu apakah aku orang yang tidak akan bayar hutang?”
“Sulit dikatakan!” n berkata pehan, “Biasanya lki normal mana ada yang mau tinggal dirumah
keluarga istrinya? Orang yang terbiasa hidupnya bergantung pada wanita biasanya juga terbiasa tidak
melunasi hutang mereka!”
Raut wajah Reva tiba-tiba berubah dan dia mengertakkan gigi: “Direktur West,
“Uangnya memang tidak sampai 300.000 dr tetapi juga hampir mencapainya. Nanti ketika Nara
kembali aku akan meminjam darinya …”
“Jangan berkata nantigi, pinjah sekarang!” n berkata sambil tersenyum, “Oh yah, ngomong-
ngomong, aku dengar Nara tidak mau menjawab teleponmu?”
“Bagaimana jika aku yang mencoba meneleponnya?”
Sambil mengucapkan kata-katanya n mengangkat telepon dan memutar nomor ponsel Nara.
Seth tiga kali berdering, telepon tersambung dan kemudian terdengar suara Nara menjawab:
“Direktur West, ada apa?”
Hati Reva tiba-tiba terasa sakit. Dm beberapa hari terakhir ini dia sudah menelepon ratusan kali ke
ponsel Nara tetapi tidak ada yang menjawab.
Sedangkan n yang hanya menelepon satu kali saja sudah dijawab, ini mengartikan apa?
Hubungan mereka sebagai suami istri sma tiga tahun ini meskipun hanya status tetapi Reva
mempekukan Nara dengan sangat baik.
Nara memang tidak menyukainya tetapi Reva menyukainya dan mempekukannya setulus hati. Lalu
seperti inikah bsan Nara kepadanya?
“Tidak apa-apa, hanya menanyakan kabarmu saja.” n sengaja menggoyangkan ponselnya ke arah
Reva dengan bangga.
Emosi yang terbenam di dada Reva hampir meledak. Baru saja dia ingin berbicara tetapi sudah dis
olch n: “Nara, maaf aku sedang terburu – buru, aku tutup dulu teleponnya!”
n menutup teleponnya dan tidak memberi n kesempatan untuk berbicara.
“Kau sudah lihat kan Reva? Nara bukannya sedang sibuk tetapi dia sedang tak mau menjawab
teleponmu!” n melirik Reva. “Kurasa kau sudah terbiasa hidup bergantung pada wanita sma ini,
sehingga kau merasa apa yang keluarga Shukukan untukmu itu sudah seharusnya?”
Reva mengepalkan tinjunya, adiknya yang sedang kritis, istrinya yang tidak peduli dan ejekan keluarga
istrinya membuatnya hampir hancur secara emosional.
n tiba-tiba tersenyum dan berkata, “Bagaimana ku aku memberimu ide?”
Reva melirik n, dia menggertakkan giginya dan berkata dengan pn, “Apa idemu?”
“Bukankah kau masih memiliki dua buah ginjal, kau dapat menjual sh satunya untuk mendapatkan
uang!” ucap n sambil tersenyum: “Ngomong-ngomong, semua orang juga
sudah tahu ku kau tidak satu kamar dengan Nara. Untuk apa kau memiliki dua buah ginjal?
Hahaha……”
Reva berjn keluar dari kantor n dengan wajah pucat. Dia berjn ke bangsal tempat
adiknya dirawat dengan putus asa.
Begitu masuk dia melihat orang yang di dm bangsal bukah adiknyagi.
Wajahnya berubah dan dia dengan cepat berkata: “Kau … mengapa kau yang berada disini? Di mana
adikku?”
Anggota keluarga di dm ruangan itu melirik Reva: “Apakah maksudmu gadis kecil itu? Sepertinya
dia diusir karena tidak membayar!”
“Apa!?” Reva berteriak dan bergegas keluar.
Baru saja dia sampai di ujung tangga th mendengar teriakan dari luar.
“Seseorang melompat dari gedung!”
Reva bergegas kesana dan melihat tubuh kurus yang tergeletak di hman luar rumah sakit dengan
genangan darah di sekelilingnya. Itu adh adiknya, Reina!
“Reina!” Reva mengeluarkan raungan melengking, beri, dan memeluk Reina dengan lengannya dari
genangan darah itu.
Napas Reina begitu lemah dan ketika dia melihat wajah kurus Reva, dia memaksakan sebuah senyum:
“Kak, semua orang mengatakan bahwa aku adh botol yang menghabiskan minyakmu, Aku … aku
pergi dulu dan kedepannya aku tidak akan menjadi bebanmugi… kau..kau harus hidup dengan
baik…”
“Reina, kau … kau dengar dari siapa?!” n menoleh dan berteriak, “Tolong! Cepat tolong aku!”
Beberapa dokter dan perawat beri kesana tetapi dihentikan oleh n: “Mereka masih berutang
rumah sakit lebih dari 30.000 dr. Jika kalian bersikeras menolongnya, apakah kalian ingin
membantu membayarnya?”
Para dokter dan perawat itungsung ketakutan dan mereka tidak berani pergi menolongnya.
“Kak, jangan menyia – nyiakan uangmu … Reina mencengkeram lengan n dengan erat, darah
mengalir keluar dari mulutnya, tetapi dia masih memaksakan untuk tersenyum: “Dengan kau sebagai
kakakku sepanjang hidup ini. Aku..aku sudah sangat bahagia. Sayang sekali hidup ini telu…telu
singkat. Jika ada kehidupan di masa yang akan datang, aku…aku masih tetap ingin menjadi adikmu…”
Seth berbicara, tangan Reina pehan melemah.
Hati Reva seperti dipelintir dengan pisau. Dia memeluk Reina dengan erat dan mengeluarkan raungan
yang sangat nyaring: “Reina! Jangan tinggalkan aku, jangan …”
Ada banyak orang di sekitar, semua bergumam dan menunjuk – nunjuk.
Tiba-tiba, seseorang berseru: “Dia … kenapa air matanya berwarna merah ..”
Seo
P N?velDrama.Org owns this text.
na
“Air mata darah! Air mata darah!”
Mata Reva penuh dengan air mata berwarna merah. Air mata berlinangan di pipinya bercampur
dengan darah Reina.
Tidak ada yang memperhatikan bahwa darah yang tercampur itu pehan diserap oleh liontin batu
giok yang ada di dada Reva.
Tiba-tiba ada ledakan keras di kep Reva dan sebuah suara lirih dan dingin seakan – akan suara itu
th mlui beberapa zaman untuk sampai di telinga Reva.
“Aku adh leluhur dari keluarga Lee, dewa medis Cullen Lee. Semua ilmu yang th kupjari di
tersembunyi di liontin batu giok ini. Generasi berikutnya dapat menggunakan darah dari keturunan
keluarga Lee untuk membuka rahasia di dm liontin batu giok ini. Dia juga berhak mendapatkan
warisanku sekaligus menggunakan ilmuku untuk menymatkan dunia, menymatkan seluruh
mahluk hidup di dunia ini!”
Segera seth itu, sejuh besar data dan ilmungsung ditransfer masuk ke dm otak Reva dan
Reva hanya merasa bahwa otaknya seperti akan pecah saja.
Seth sekianma proses transfer ilmu itu barh berakhir.
Kemudian Reva membuka matanya dan ternyada ada cahaya yang melintas di matanya.
Dia melihat adiknya yang masih berada di dm pelukannya. Dia dapat melihat dengan js bahwa
energy kehidupannya belum sepenuhnya terputus.
Tanpa ragu Reva mengulurkan tanganlu menekan beberapa titik akupunktur di tubuhnya untuk
membantunya mempertahankan energy kehidupannya ini kemudian membawanya keluar dari rumah
sakit.
Next Chapter