Bab 2615 Telu sombong
“Bagus, kamu sudah memiliki kesadaran yang cukup baik.” Tetua Kedua memuji Namarlu menoleh
dan berkata pada Dave: “Siapa namamu?”
“Dave!” Dave berkata dengan ringan!
“Karena kamu ingin bergabung dengan n Tungku Giok, kenapa kamu tidak berguru pada kakak
seperguruanku dan mh berguru pada adik ketiga?”
Tetua Kedua bertanya dengan penasaran!
Bagaimana pun Bhus adh Ketua n saat ini, siapa yang tidak ingin berguru pada Bhus dan
dengan begitu status mereka di n Tungku Giok akan menjadi lebih tinggi!
Sementara Tetua Ketiga hidup di tempat yang sulit, bahkan tidak memiliki sumber daya apa pun untuk
muridnya, sin beberapa murid setia yang mengikutinya dari dulu, tidak adagi yang mau berguru
pada Tetua Ketiga!
“Saya akan berguru pada siapa yang saya suka, tidak ada san…”
Dave berkata dengan tenang!
Tetua Kedua tercengang, dia tidak menyangka Dave akan berbicara dengan nada seperti itu padanya,
bagaimana pun murid yang datang untuk mengikuti evaluasi harus bersikap hormat padanya, bahkan
diam-diam mengirimkan hadiah!
Sekarang Dave tidak hanya tidak mengirimkan hadiah, dia juga berani berbicara padanya dengan
nada seperti ini, benar-benar keteluan!
“Bagus nak, kamu punya sikap sombong seorang anak muda, tapi sikap sombong saja tidak akan
berguna, evaluasi ini membutuhkan kekuatan, bisa lulus atau tidak itu tergantung pada takdirmu.”
Tetua Kedua berkata dengan senyuman dingin, dia kemudian memberikan sebuah token pada Dave
dan berkata: “Ini adh token evaluasi, digunakan untuk menymatkan nyawa, jika bertemu dengan
bahaya dm evaluasi, kamu bisa menghancurkan token itu dan akan ada seseorang yang
mengeluarkanmu!”
“Namun saya akan mengatakan perkataan tidak enak didengar terlebih dulu, saat masuk ke area
evaluasi, hidup dan mati adh takdir, jika kamu mati di dm sana maka itu tidak ada hubungannya
dengan n Tungku Giok kami.”
Dave menatap token di tangan Tetua Kedua dan tidak mengambilnya, dia hanya berkata dengan
ringan : “Saya tidak perlu token evaluasi ini, jika benar-benar ada bahaya maka itu karena kekuatanku
telu lemah, wu mati di dm sana juga tidak ada hubungannya dengan n Tungku Giok!”
“Baik, bernyali sekali, saya sudahma tidak melihat pemuda bernyali sepertimu, semoga kamu tidak
mengecewakanku…”
Tetua Kedua memang sedang memuji Dave tapi tatapan matanya terlihat sedikit dingin!
Saldo:
706 + 303
@ 1 Koin = 1 Mutiara
Bab 2615 Telu sombong
evaluasi, segera, formasi di area evaluasi pun pehanhan terbuka.N?velDrama.Org owns this.
“Masuh…” Tetua Kedua berkata!
Dave berjn masuk ke area evaluasi dan saat dia hendak masuk ke dm dia tiba-tiba
menghentikanngkahnya!
“Kenapa? Sudah menyesalinya?” Tetua Kedua melihat Dave menghentikanngkahnya dan bertanya
padanya!
“Saya hanya ingin bertanya, tentang batas waktu evaluasi ini.”
Kata Dave!
“Sepuluh jam, jika kamu bisa keluar dm waktu sepuluh jam maka dianggap berhasil.”
“Seth kamu masuk saya akan pergi tidur, tanpa token evaluasi jika kamu bertemu dengan bahaya
maka tidak akan ada orang yang masuk untuk menymatkanmu.”
Tetua Kedua berkata dengan dingin!
“Saya ingin bertanya, apakah tidak ada aturan untuk waktu paling singkat?”
Tanya Dave!
“Aturan untuk waktu paling singkat?” Tetua Kedua tercenganglu seketika mengerti maksud Dave dan
mencibir: “Nak, kamu saja belum masuk ke dm sana, tidak perlu bertanya begitu banyak, saya
beritahu padamu sejak saya mengambil alih bagian evaluasi, hanya ada satu murid yang pernah
berhasil dm waktu tiga jam, itu adh Namar!”
“Kamu tidak merasa ku dirimu lebih hebat daripada Namar bukan? Saya th banyak melihat
murid-murid sombong yang berpartisipasi dm evaluasi, tapi pada akhirnya mereka semua terkapar
di dm sana, saya sarankan kamu sebaiknya lebih rendah hati, itu akan memudahkanmu menjaga
kehormatanmu nanti.”
Mendengar perkataan Tetua Kedua, Dave tersenyum ringan: “Kehormatan itu harus didapatkan sendiri,
tidak untuk dijaga, palingma sepuluh menit, saya rasa waktu sesingkat itu kamu juga tidak perlu
pergi tidurgi.”
Dave berkatalungsung masuk ke dm area evaluasi!
Melihat sosok Dave yang menghng, Tetua Kedua terdiam sejenak dan berkata: “Namar, di mana
Paman Guru Ketigamu menemukan orang aneh ini, telu arogan…”
“Saya…saya juga tidak tahu…”
Namar menn air liurnya!
Namun Namar tahu, Dave mungkin tidak bersikap sombong, dia benar-benar memiliki kemampuan
itu!