Bab 2596 Token penymat nyawa
“Kak Dave, mereka berdua akan segera kabur…”
Hori melihat Dave yang tidak bergerak, dan melihat Sarbin serta Namar yang akan segera mrikan
diri seketika berteriak keras!
Namun Dave tetap tidak bergerak, sosoknya seperti terpaku di tempat!
Hingga sampai sosok Sarbin dan Namar menghng, tatapan mata Dave baru sedikit bergerak!
“Saya sudah mengerti, saya sudah mengerti kegunaan dari kekuatan tiga ras ini…”
Dave tiba-tiba memasang ekspresi gembira,lu menoleh ke arah Sarbin dan Namar mrikan diri dan
sosoknya melintaslu menghng dm sekejap!
Dave tidak peduli jurus apa yang digunakan olehnya, kekuatan yang digunakan hanyh satu dari
antara kekuatan tiga ras tapi tidak ada metode seni b diri yang dapat menggabungkan kekuatan tiga
ras tersebut dan Dave baru memahaminya sekarang.
Material ? of N?velDrama.Org.
Sarbin dan Namar melihat sudah tidak ada sosok Dave yang mengejar mereka, dan keduanya baru
menyeka keringat dingin di kening mereka.
“Akhirnya berhasil kabur, tidak disangka anak itu begitu hebat, kira-kira dia itu putra dari keluarga b
diri mana ya?”
Sarbin bertanya dengan bingung!
Karena dengan kekuatan yang Dave miliki itu tidak mungkin sesuatu yang dapat dimiliki oleh penduduk
desa terpencil yang berkultivasi, itu membutuhkan sumber daya yang tidak dapat dibayangkan
juhnya, dan desa terpencil seperti itu tidak mungkin memiliki begitu banyak sumber daya!
1
“Saya mana tahu, sebaiknya kita segera kembali dan mpor dengan jujur.”
“Cepat jn, jangan sampai anak itu mengejar kitagi…”
Namar sudah ketakutan dihajar oleh Dave, dan memanggil Sarbin untuk bergegas kaburgi!
Namun saat kedua orang itu baru saja bergerak, terlihat ktan cahaya yang melintas dan dua orang
itu belum sempat melihat dengan js apa yang terjadi, dan suara teriakan Sarbin sudah terdengar!
“Ah…”
Satu lengan Sarbin terbang ke udara, diikuti dengan darah segar yang menyembur dari lengannya
yang patah!
“Kecepatan…kecepatan macam apa ini?”
Namar tercengang, keningnya dipenuhi dengan keringat dingin dan dia sama sekali tidak menyangka
Dave akan mengejar mereka dengan kecepatan seperti itu!
Saldo:
161 +0
1 Koin 1 Mutiara
09
Thu, Apr
Bab 2596 Token penymat nyawa
90%
Dave berdiri di hadapan kedua orang itu dengan ekspresi tenang, sementara di sekeliling Dave seh
ada aura yang tidak terlihat dan terus mengalir, mereka dapat melihat fluktuasi ruang hampa di sekitar
tubuh Dave dengan mata tnjang namun mereka tidak bisa merasakan aura yang dipancarkan oleh
Dave!
Saat ini Dave seperti penampakan yang tersembunyi di mata mereka, seh sedang tidak berada di
ruang dimensi yang sama dengan mereka saat ini!
Pehanhan sosok Dave mi menjadi js dan di saat bersamaan aliran aura di sekitar tubuh
Dave juga berubah menjadi pedang terbang yang tidak terhitung juhnyalu membentuk formasi
pedang yang besar di sekitar tubuh Dave!
Sin itu aura yang dipancarkan oleh pedang terbang ini juga tidak pernah dirasakan oleh Sarbin dan
Namar sebelumnya, terasa seperti aura dari rasin!
Di tengah-tengah formasi pedang yang besar itu Dave tampak tenang bagaikan dewa dari m dewa,
yang memberi kesan yang mengintimidasi!
“Kakak seperguruan, orang…orang ini sebenarnya memancarkan aura apa? Sungguh telu
menakutkan…”
Sarbin menggertakkan giginya dan tidak repot-repot membalut lukanya, dia menatap Dave dengan
penuh ketakutan.
Namar menggelengkan kepnya, dia juga tidak tahu aura apa ini sebenarnya, aura seperti ini jauh
lebih murni dibandingkan dengan energi spiritual dan ratusan kali lipat lebih kuat daripada kekuatan
spiritual, dia tidak pernah merasakan kekuatan seperti ini sebelumnya!
Penampn Dave saat ini sudah membuat kedua orang itu merasa hancur.
“Kalian berdua tidak buruk juga, bisa menjadi penguji untuk kekuatan tiga ras milikku.”
Dave berkata dengan tenang!
“Kekuatan tiga ras?” Sarbin dan Namar tercengang di waktu bersamaan, mereka sama sekali tidak
tahu apa itu kekuatan tiga ras!
Namun tanpa menunggu mereka bereaksi, Dave mmbaikan tangannya dengan pehan dan
pedang terbang yang tidak terhitung juhnya itu seketika melesat ke arah keduanya!
Namar yang melihat hal ini membentuk sebuah perishi dengan putus asa dan berteriak keras: “Adik
seperguruan, cepat keluarkan token penymat nyawa…”
Sarbin baru menyadarinya dan bergegas mencabut token penymat nyawa dari pinggangnya,lu
meskan darahnya dari lengannya yang patah pada token penymat nyawa tersebut.
Ktan cahaya keemasan seketika memancar dari token penymat nyawa, membungkus kedua
orang itu dengan erat dan Namar juga menggunakan kesempatan ini untuk mengeluarkan token
penymat nyawanya sendirilu menyemburkan darah ke atasnya!