Perintah Kaisar Naga
16%
Bab 2347 Takdir memang sangat aneh
“Sudah, jangan bicaragi, sma kalian pergi saya bisa mencari kesempatan untuk mrikan diri,
ku tidak bisa mwan dia maka saya akan mrikan diri, itu juga tidak mash.”
Dave takut Yudi tidak mau pergi dan mengulur–ulur waktu jadi dia berkata seperti itu!
Yudi yang mendengarnya, tahu ku Dave tidak akan bertarung dengan mati–matian dengan Raffi
dan bersiap mrikan diri, jadi dia merasa tenang.
“Ku begitu jaga dirimu dengan baik…”
Yudi dipapah berdiri oleh Eric dan Nana dan bersiap pergi!
Namun di saat itu, terdengar suarangkah kaki yang ramai, Martin dan Kaori membawa orang–orang
ninnya datang menghampiri!
Seth melihat penampakan yang tragis, banyak orang yang merasa terguncang!
Namun saat melihat Yudi masih hidup dan Dave juga ada di sini, Martin juga tercengang!
“Bagus sekali kamu ya, sudah mencarimu berhari–hari tidak disangka kamu akan muncul di sini.”
“Hari ini saya sudah menemukanmu, jangan harap kamu bisa pergigi…”
Martin berkatalu murid–murid n Meteorngsung mengepung Dave, bahkan juga mengepung
Yudi dan beberapa oranginnya, dan mereka tidak akan bisa pergigi!
“Martin, sebagai n yang beradab kamu mh bekerja sama dengan kultivator iblis untuk
membunuhku.”
“Lalu kalian orang–orang ini, juga bekerja sama dengan kultivator iblis,ntas tidak takut mendapatkan
hukumanngit?”
“Kalian tunggu saja, yang kumi hari ini akan menjadi hari esok kalian, cepat ataumbat kalian juga
akan ditn…”
Yudi menatap beberapa orang di hadapannya dan tubuhnya gemetar karena marah!
Dia sama sekali tidak pernah menyangka ku orang–orang ini akan bekerja sama dengan Sekte
Bara Langit, dan meminta Sekte Bara Langit untuk menghancurkan dirinya!
Perkataan Yudi membuat banyak orang terdiam!
“Yudi, jangan meronta–rontagi di depan kematianmu, saya beritahu padamu, demi apa kita
berkultivasi? Lantas demi menyingkirkan iblis dan memb negara?”
“Siapa yang tidak ingin menjadi dewa dan abadi smanya? Jadi kamu tidak perlu banyak bicara,
sma ada keuntungan maka musuh juga akan menjadi teman!”
“Karena kamu memilih berpihak pada Dave, maka seharusnya kamu sudah memikirkan hari ini akan
tiba.”
1/2
Bab 2347 Takdir memang sangat aneh
76%
Martin berkata dengan dingin!
“Jangan omong kosonggi dengan mereka,ngsung bunuh untuk menghindari mimpi buruk yang
panjang..”
Kaori angkat bicara!
Martin mengangguk dan menatap Raffi: “Bawa orang–orang Sekte Bara Langit untuk membunuh
mereka, dengan begitu posisi Sekte Energi Murni akan menjadi milikmu.”
Di saat ini Raffi juga tidak punya pilihan, sudah sampai pada titik seperti ini, dia hanya bisa membunuh
Yudi!
Raffi membawa orang–orang Sekte Bara Langit untuk mngkah maju dan tatapan matanya dipenuhi
dengan keinginan membunuh!
Sementara di pinggir mereka juga ada ratusan orang dari sektein yang sedang mengamati dengan
seksama!
“Ah, takdir memang sangat aneh, Tuan Dave, kamu tidak seharusnya muncul di sini.”
Seth melihat tidak ada jninnyagi, Yudi mengh nafasnya!
“Jangan khawatir, masih belum mencapai saat terakhir…”
ConTEent bel0ngs to N?v(e)lD/rama(.)Org .
Dave berkata sambil tersenyum!
“Kematian sudah di depan mata kamu mh masih bisa tersenyum, memang benar–benar berbakat
hanya saja sayang sekali kamu memilih jn yang sh!”
Raffi menatap Dave dengan heran: “Jika kalian bunuh diri, maka tidak perlu mengmi penderitaan,
ku tidak jika saya yang turun tangan maka hidup kalian akan lebih buruk dari kematian!”
Raffi tidak ingin menyerang, karena orang–orang dari ninnya sedang mengamati dan ini
memberikan tekanan besar padanya!
Jika dia turun tangan, dia sendiri akan terluka dan jika orang–orang itu tiba–tiba menyerang Sekte Bara
Langit, maka mereka juga akan menjadi bn–bnan orangin!
Bisa dibng, Raffi juga tidak sepenuhnya percaya pada Martin, bisa memikirkan cara untukngsung
menghancurkan Sekte Energi Murni sudah membuktikan betapa kejamnya Martin!
Jadi Raffi berharap Dave dan yanginnya akan bunuh diri, karena bagaimana pun kematian ini sudah
pasti, jika mereka bunuh diri setidaknya penderitaan mereka akan berkurang!
“Kamu benar–benar mengira ku kami pasti akan mati?”
Dave berkata dengan sinis.
“Lantas kalian masih punya kemungkinan untuk bertahan hidup?” tanya Raffi.