Bab 2028 Festival Keagamaan
Keesokan harinya!
Dave dan yanginnya pergi menuju Kuil Agatsu!
Kuil Agatsu berada di puncak Gunung Fuyu, di tempat ini salju dan hawa dingin menyelimuti sepanjang
tahun!
Namun meskipun begitu, hal ini tidak menghentikan para pengikutnya untuk pergi ke sana dan
menghadiri Festival Keagamaan hari ini!
Terlihat banyak pengikut yang berjn menuju ke puncak gunung!
Namun ada fenomena aneh, yaitu fakta bahwa banyak pengikut membawa seorang gadis muda
bersama mereka!
Dan setiap gadis itu didandani serta berpakaian dengan sangat cantik.
Bahkan pakaian mereka adh pakaian tradisional yang biasanya dikenakan oleh Negara Partan!
Hal ini membuat Dave dan Kenari merasa sangat heran!
“Fujiko Watanabe, mengapa orang–orang ini membawa begitu banyak gadis untuk bersembahyang?”
Dave bertanya dengan bingung.
para wanita
“Tuanku, karena di Festival Keagamaan yang diselenggarakan setiap tahunnya, dewa akan memilih
seorang gadis, jika dipilih oleh dewa maka keluarga gadis itu akan menjadi sangat
makmur.”
Content is ? by N?velDrama.Org.
“Jadi banyak orang yang akan membawa anak perempuan tercantik dan termuda dari keluarga mereka
pada hari ini,lu mendandaninya dengan cantik.”
Fujiko Watanabe menjskan.
“Sin, dewa brengsek macam apa itu? Bukankah itu juga seorang cabul…”
Kenari yang mendengarnya seketika mengumpat marah!
Namun meskipun Kenari mengumpat, dia tidak bisa menyembunyikan perasaan cemburu di matanya,
perasaan seperti ini sama seperti memilih seorang permaisuri, Kenari belum pernah merasakannya!
“Lalu di mana para gadis–gadis yang terpilih itu akan berakhir?”
Tanya Dave.
Fujiko Watanabe menggelengkan kepnya: “Tidak tahu, tidak ada yang tahu mengenai keberadaan
gadis–gadis yang terpilih, namun keluarga yang sudah menjadi makmur juga tidak adagi yang
repot–repot menanyakan keberadaan gadis–gadis itu.”
Dave yang mendengarnya tidak bisa menahan senyuman dinginnya: “Dewa di Kuil Agatsu ini
sepertinya cukup menarik…”
Segera, Dave dan yanginnya tiba di depan kuil, terlihat sebuah bangunan megah yang menjng
tinggi di atas puncak gunung!
Perlu diketahui sangat sulit membangun bangunan semegah ini di atas puncak gunung.
Dari sini sudah terlihat bahwa kekuatan Kuil Agatsu tidak lemah!
Saat ini, di alun–alun puncak gunung, ribuan orang sudah berkumpul, mereka semua adh pengikut
Kuil Agatsu!
Sementara di depan altar yang sudah didirikan, Hiroshi Ono mengenakan seragam samurai dan
sedang duduk dengan tenang di kursinya, tatapan matanya menatap ribuan orang pengikut itu dengan
gembira!
Saat waktunya nanti, Hiroshi Ono akan memberikan pidato yang penuh semangat yang menggetarkan
hati para pengikutnya, menceritakan cerita–cerita yang membangkitkan emosi para pengikutnya!
Saat kerumunan ini mi memanas, Hiroshi Ono akan memerintahkan seseorang untuk mi
menggiring patung keluar!
Namun patung itu akan ditutup dengan kain hitam, sehingga apa yang ada di dm tidak akan bisa
terlihat!
“Dewa yang agung sedang memberkati kita semua, kita harus memberikan semua yang kita miliki dan
mengembalikannya kepada dewa kita…
Hiroshi Ono berkatalu secara mengejutkanngsung menyayat jarinya!
Terlihat darah mengucur dari jarinya, namun bukannya mes ke tanah, darah itu pehan-han
myang ke udara!
Ribuan pengikut yang melihat hal ini juga mi menyayat jari mereka, ada yangngsung
menggigitnya dan semua darah yang mengucur keluar pehanhan myang ke udara!
“Dave, apa yang sedang terjadi di sini?”
Kenari yang melihat pemandangan ini sangat kebingungan!
Jika mengatakan ini adh teknik sihir, Kenari juga cukup paham, tapi dia tidak pernah melihat yang
seperti ini!
Dave juga mengernyitkan keningnya, dia tidak mengatakan apa pun dan hanya menonton
dengan tenang!
Tetesan–tetesan darah itu myang ke udara dan berkumpul menjadi satu.
Bersamaan dengan kain hitam pada patung yang pehanhan terbuka, memperlihatkan sebuah
patung yang mengenakan baju besi dan memegang katana.
Darah yang menyatu di udara pehanhan jatuh ke atas patung, tetesan darah merah terang itu
langsung diserap oleh patung itu!
Sin itu, kedua mata patung itu mi memancarkan cahaya berwarna merah!
Hiroshi Ono yang melihat ini segera berlutut!
Pengikutinnya juga segera berlutut sambil berteriak keras: “Dewa perang, Dewa perang…