Bab 2331
Bab 2331 Mengirim Anak–anak Png
Presiden sepertinya tahu ia th mhirkan anak–anaknya Lorenzo, jadi mereka datang menangkap
anak–anak untuk dijadikan sandera, bukan?
Benar–benar pengaruh buruk Lorenzo masih ada….
Dm beberapa hari berikutnya, Dewi masih berjuang, namun ia tetap tidak bisa bertahangi.
Sampai akhirnya, ia membuat satu keputusan yang berani: Mengirim anak–anak png ke Keluarga
Moore!!
Brandon hampir terkejut mendengarnya, “Dewi, apa kamu sudah g? Mereka semua darah dagingmu
sendiri, kamu mengirimkan mereka kembali ke sana sangat berbahaya, Keluarga Moore adh tempat
yang penuh perselisihan dan gangguan ….”
“Sekarang berbeda dengan yang dulu, kekuatan Lorenzo yang sekarang sanggup mwan Presiden,
jika memang tidak sanggup, Lorenzo juga akan melindungi anak–anak dengan baik, mengirimkan
anak–anak kembali ke Keluarga Moore pastinya akan lebih aman daripada membiarkan mereka tetap
tinggal bersamaku.”
Dewi sangat sadar dan rasional, dengan tahu js, ia sama sekali tidak mungkin dapat melindungi
anak–anak seorang diri, namun Lorenzo bisa…..
“Tapi….” Brandon hendak membujuk Dewigi, tapi ia akhirnya terdiam ketika mendengar tangisan
takut anak–anak.
“Pesankan pesawat khusus untuk kembali ke kota Snowy.”
“Oke.”
Dewi mengirimkan anak–anak ke Keluarga Moore dengan menggunakan pengiriman paket.
Lorenzo sedang mengurus urusan resmi, ia membuka pintu ruang rapat, menemukan ketiga anak kecil
sedang merangkak di atas meja panjang, merobek dokumennya, dan menyebarkan sobekan kertas ke
mana–mana
Seluruh karyawan kantor berdiri di sisi samping, raut wajah mereka sangat terkejut, tidak berani
sembarangan bertindak.
Biar bagaimanapun, ketiga anak ini mirip sekali dengan bos mereka, ditambahgi, ada sejenis aura di
antara alis mereka….
Lorenzo tercengang menatap ketiga anak itu, tidakma kemudian, ia kembali ke kesadarannya, ia
mengerutkan alis, “Dari mana datangnya monyet–monyet kecil ini?”
Oh, deskripsinya sangat tepat, mereka benar–benar terlihat seperti monyet kecil, dengan
kelincahannya, merangkak, tersenyum ceria, lincah dan imut.
Saat melihat mereka, Lorenzo teringat akan Dewi …..
“Ini….”
Kata–kata di ujung bibirnya tidak tahu bagaimana harus diungkapkan, ia sedikit ragu dan cemas.
“Tuan, ketiga anak ini dikirimkan lewat paket, di dmnya ada tigaporan tes DNA dan sepucuk
surat.”
Asisten membawakanporan tes DNA dan surat itu.
Lorenzo segera mengambil dan membacanya, tidak tahu entah kapan Dewi memiliki sampel darahnya,
ia mengambilnya danngsung mkukan tes DNA, di dmporan tes itu js–js dikatakan
bahwa anak–anak ini 100% memiliki hubungan darah dengannya.
Text ? by N0ve/lDrama.Org.
“Lorenzo, ketiga anak ini adh anakmu, baju yang ditandai nomor satu adh Tini, yang ditandai
nomor 2 adh Wini, yang ditandai nomor 0 adh Biti, nama lengkap mereka Listi Moore, Laras
Moore dan Lanti Moore!
Ketiga anak ini alergi putih telur, jadi harus hati–hati dengan makanan mereka, tubuh Biti adh yang
terlemah, pastikan ia tidak masuk angin, aku meninggalkan kotak obat, jika mereka sakit, berikan obat
sesuai dengan petunjuk yang ada di dmnya.
Ketiga anak ini sangat pintar dan imut, mereka adh hartaku yang paling berharga, tolong jaga
mereka dengan baik, tunggu sampai aku berhasil menyingkirkan penguntit ini, aku akan datang
menjemput mereka.
Lalu, bereskah kotoranmu ini secepatnya, jangan libatkan kami, merepotkan sekali!!!!!!”
Tidak perlu menuliskan nama dm surat ini, hanya tinggal melihat tulisan jelek dan nada bicara
seperti ini, semua orang tahu siapa yang menulisnya.
“Aaah, hati–hati!!!”
Jasper tiba–tiba menjerit danngsung beri mendekati mereka, menangkap Tini yang jatuh dari atas
rak buku, jantungnya hampir melompat keluar karena kaget.
“Hu… huhuhu….”
Mulut Tini cemberut,lu ia menangis kencang.
Jasper hendak menghiburnya, Wini juga hampir jatuh dari atas meja, iangsung menangkapnya
dengan tangannya yang satugi, pada saat bersamaan, kakinya menghngi Biti yang hampir
terguling jatuh dari atas sofa.
Dengan cepat, ketiga anak itu semuanya menangis, suaranya sangat keras seh hampir
memecahkan kaca….