Bab 2308
Bab 2308 Negosiasi Terakhir
Seth mendengar analisis dan bujukan beberapa orang, Presiden akhirnya memutuskan untuk
menggunakan carain sebelum menghadapi permashaninnya.
Dia segera membawa orang ke Kediaman Moore untuk bernegosiasi dengan Lorenzo.
Di saat Lorenzo baru saja mengganti obat dan mengenakan pakaiannya, bawahannya bergegas
mporkan, “Tuan, Presiden datang!”
Lorenzo sama sekali tidak terkejut, semuanya seperti yang dia duga. Dia tidak menanggapi, dan masih
mengancingkan bajunya secara pehan.
Jasper berjn ke jend untuk memeriksa, “Hanya membawa tiga orang dm satu mobil.
Tampaknya cukup tulus.”
Di saat ini, secara logika, keduanya adh musuh bebuyutan. Presiden serakah dan takut mati,
seharusnya membawa sekelompok orang datang ke sini. Tapi dia tidak mkukannya, karena dia tahu
itu akan terlihat seperti sedang memprovokasi.
Hanya dengan bertindak seorang diri datang untuk berdamai, baru dapat menunjukkan ketulusan yang
sebenarnya.
Lorenzo tidak berbicara, mengenakan pakaiannya, dan duduk untuk minum obatgi.
N buru–buru membujuk, “Aduh, Tuan, Anda masih belum makan. Tidak boleh minum obat dengan
perut kosong. Anda harus makan dulu sebelum minum obat.”
“Oh, benar.” Lorenzo meletakkan obatnyagi, “Ku begitu, siapkan makan siang.”
“Baik, baik. Segera aku siapkan.”
N sangat senang akhirnya melihat Lorenzo punya nafsu makan. Dia beri ke bawah, sambil
memanggil orang yang ada di dapur untuk menyiapkan makan siang.
N?velDrama.Org owns all ? content.
Lorenzo duduk di sofa sambil minum teh. Jasper bertanya dengan suara pn di sampingnya, “Mobil
Presiden sudah sampai di depan pintu. Haruskah aku keluar untuk menyambutnya?”
Menurut etiket sebelumnya, Lorenzoh yang seharusnya pergi. Tapi sekarang ada ketidakpuasan di
hatinya, jadi dia tidak mungkin berperku baik.
Namun, sekarang harus bernegosiasi, juga tidak bisa mengabaikannya ….
Akhirnya, Lorenzo menjawab, “Pergh.”
“Baik.” Jasper buru–buru menerima perintah dan hendak keluar untuk menyambutnya. Pada saat ini,
Lorenzo menambahkan, “Tambah jaket.”
“Eh….” Jasper tertegun sejenak, kemudian dengan cepat mengerti apa maksudnya. Tuan sengaja
mengabaikan Presiden, mungkin karena dia baru akan menemuinya seth menyelesaikan
makanannya.
Oleh karena itu, Jasper sepertinya harus menunggu di luar bersama dengan Presiden sma satu
sampai dua jam ….
“Terima kasih Tuan.”
Jasper tersenyum pahit,lu pergi dengan tergesa–gesa. Tapi, dia tidak menambah jaketgi. Karena
dengan begini, menunjukkan bahwa dia sejak awal tahu Tuan akan mempersulit Presiden, dan
mash akan jadi lebih serius….
Jadi, dia memutuskan untuk tidak memakainya, dan menemani Presiden menghadapi udara dingin.
Hati Presiden mungkin akan merasa lebih baik, dan negosiasi juga akan berjn lebih
Memang benar, makan siang Lorenzo bengsung sma dua jam.
Turun salju lebat di luar, dan Presiden menunggu di dm mobil. Meski ada pemanas dm mobil, dia
masih menggigil kedinginan.
Jasper bahkan lebih parah. Dia tidak memakai jaket, dan berdiri menunggu di pintu. Meskipun dia
memiliki ketabahan seorang prajurit dan sepertinya tidak ada mash, tapi wajahnya sudah mi
membiru.
Dua jam kemudian, Wezo keluar dan mengatakan bahwa Tuan memperskan mereka masuk.
Kaki Jasper sudah mati rasa. Dia menggertakkan gigi dan memukulnya beberapa kali, memaksa
kakinya untuk pulih kembali,lu pergi mengundang Presiden sambil tersenyum.
Wajah Presiden sudah memucat di dm mobil. Tapi ketika pintu terbuka, dia masih berwajah ramah.
Ketika keluar dari mobil, dia juga menepuk bahu Jasper dengan khawatir.
Saat memasuki rumah, hawa panas berhembus, semua orang segera merasa hangat.
Bawahan dan pyan di rumah menyambut Presiden sama seperti sebelumnya,lu Jasper
membawa Presiden dan rombongannya ke ruang kerja.
Lorenzo duduk di sofa dan menyesap teh. Dia berpakaian putih, memiliki temperamen yang elegan,
serta alisnya masih dingin seperti sebelumnya. Tapi ketika dia melihat ke arah Presiden, sudut bibirnya
terangkat, “Tuan Presiden, smat mm!”
Benar. Awalnya ia datang saat lewat jam tiga sore, tapi sekarang sudah termasuk mm.
“Smat mm, Lorenzo.”
Nada suara Presiden tetap ramah seperti sebelumnya. Seh–h, mereka tidak pernah punya
pertikaian, dan semuanya masih sama seperti sebelumnya….
Lorenzo tersenyum dan memberi isyarat “skan“.
*
Presiden duduk di sofa di seberangnya. N membawakan camn yang lezat,lu keluar. Di dm
ruangan, hanya tersisa Lorenzo, Presiden, dan dua orang kepercayaan mereka masing- masing….