Bab 2290
Bab 2290 Menghentikan
Mereka bertiga terus berjn untuk beberapa saat sebelum akhirnya melihat mobil itu.
Brandon memapah Dewi masuk ke dm mobil, sementara Paman Joshua mengemudikan mobil
menuruni gunung.
Pada saat ini, hari sudah hampir fajar dan matahari terbit pehanhan naik, bersinar terang dm
perjnan mereka menuruni gunung.
Dewi bersandar di kursinya, menatap kosong ke arah luar, tanpa berniat mengagumi pemandangan
indah di sepanjang jn. Pikirannya dipenuhi dengan kematian bibinya dan Sonny..
Dari masa kanak–kanak hingga dewasa, dia mkukan segnya tanpa perasaan bersh, tapi
sekarang dia harus hidup dengan rasa bersh dan penyesn.
Dia berutang empat nyawa dan smanya tidak bisa membayarnya.
Brandon melepas mantelnya dan menyelimuti Dewi, memeluknya erat–erat, memberinya kehangatan
dengan cara ini.
Dewi mungkin telu lh dan tertidur dm pelukannya.
Paman Joshua menambah kecepatannya dan mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat.
Takma kemudian, mereka menuruni gunung dan mnjutkan perjnan menuju jn yang
luas.
“Paman Joshua, kita mau ke mana?” Brandon merasa ada yang tidak beres. “Arah ini sepertinya …”
“Pergi ke bandara.” Paman Joshua menjawab dengan muram. “Kamu bawa Dewi kembali ke
Swednd.”
“Lalu, paman?” Brandon segera bertanya.
“Aku tetap tinggal dan membskan dendam Bibi Laurenmu,” jawab Paman Joshua dengan
tenang.
“Hah?” Brandonngsung panik. “Mana bisa Paman mkukannya sendiri. Aku….”
Suaranya yang kehngan kontrol itu membangunkan Dewi,
Dewi membuka matanya dengan linglung. Saat dia akan berbicara, Paman Joshua tiba–tiba memukul
tengkuknya dengan punggung tangannya dan dia jatuh dengan lembut ke pelukan Brandon…
“Apa yang Pamankukan?” Brandon tercengang, “Kenapa membuat Dewi pingsan?”
“Ku tidak pingsan, mana mungkin dia menurut dan naik pesawat?” Paman Joshua mengambil
kantong hitam dan melemparkannya padanya, “Bantu dia ganti.”
“Oh.”
Brandonngsung tersadar dan segera mkukannya.
Meskipun dia orang yang sederhana, setidaknya dia tahu saat seperti ini memang seharusnya
membawa Dewi pergi.
Paman Joshua mengemudikan mobil dengan sangat cepat dan segera tiba di bandara.
Brandon juga membantu mengganti pakaian Dewi, menyamar sebagai pasien, menempatkannya di
kursi roda dan mendorongnya untuk menjni prosedur.
Paman Joshua th menyiapkan tiket penerbangan untuk mereka dan dia menyaksikan Brandon
berhasil menyelesaikan prosedur dan mendorong Dewi mlui Pos Pemeriksaan.
Awalnya, Dewi tidak sadarkan diri dan orang dari Pos Pemeriksaan ingin memeriksa, tapi Paman
Joshua th mengatur agar staf membiarkan Brandon dan Dewi pergi denganncar.
Brandon mendorong Dewi melewati Pos Pemeriksaan, berjn ke depan sambil menoleh ke arah
Paman Joshua.
Paman Joshua mmbaikan tangan pada mereka dan kemudian berbalik pergi….
Lalu, tatapannya menjadi tegas dan dingin.
Saat masuk ke dm mobil, dia menelepon dan bertanya, “Apa sudah selidiki?”
“Sudah. Jam 9 mm ini, Presiden akan mengadakan konferensi pers di Pusat Konferensi
Internasional.”
“Oke, terima kasih!”
Paman Joshua menutup telepon danngsung pergi ke Pusat Konferensi Internasional,
Dia melirik ke kaca spion dan melihat bahwa mobil–mobil yang mengikutinya sudah pergi. Dia tahu itu
adh mobil Keluarga Moore.
Untung Lorenzo masih punya hati nurani dan tidak menghngi Dewi pergi.
Exclusive content ? by N?(v)el/Dr/ama.Org.
Dia mungkin juga tahu, sekarang meninggalkan Negara Emron adh pilihan terbaik bagi Dewi.
Keluarga Moore.
“Tuan, Brandon th berhasil melewati Pos Pemeriksaan dengan Nona Dewi. Orang–orang kita
melindungi mereka diam–diam.” Jeff menelepon Lorenzo dan mporkan situasinya.
“Ya, ikuti sampai ke Swednd,” perintah Lorenzo.
0/0
“Mengerti, sudah diatur,” kata Jeff. “Sin itu, Paman Joshua pergi ke Pusat Konferensi Internasional,
seharusnya dia ingin membunuh Presiden.”
“Ini …” Jasper segera berkata, “Saat ini, Presiden sengaja membuat begitu banyak mash hanya
demi memaksa kita keluar. Ku dia bertindak impulsit, maka pengorbanannya hanya akan sia
sia.”
“Hentikan dia,” perintah Lorenzo.
“Baik.” Jeff segera pergi mksanakannya.
“Bibi Lauren sudah tiada, Nona Dewi harusnya sangat sedih. Ku sampai Paman Joshua juga ikut
bermash, akan gawat sekali.” Jasper terlihat khawatir. “Kudengar dari Organisasi Dark Night,
Paman Joshua sangat terampil dan kemampuan investigasinya juga sangat hebat. Tidak tahu apa Jeff
bisa menghentikannya?”