Bab 2265
Bab 2265 Menjaga Kandungan
Melihat ekspresi marah Nyonya Presiden, Dewingsung menghapus pemikirannya, “Kelihatannya
tebakanku sh. Ku bukan Denny, maka aku benar–benar tidak tahu masih ada siapagi.”
“Ku bicara omong kosonggi, aku akan merobek mulutmu.”
Nyonya Presiden sangat marah, seh–h dia sangat terhina.
“Kamu coba saja, lihat siapa yang merobek siapa.” Dewi tidak sungkan.
“Kamu….” Nyonya Presiden marah sampai gemetar.
“Nyonya, tenanh.” Pengawal wanita memegang ponsel, berkata pada Nyonya Presiden dengan
pn, “Tadi aku menerima telepon dari rumah yang mengatakan Nona sudah bangun, sedang
membuat keributan….”
“Pergi desak hasil tesnya.” Perintah Nyonya Presiden.
“Baik.” Pengawal wanita segera pergi mendesak.
“Sungguh emosi.” Nyonya Presiden sangat kesal, “Ku bukan karena keberadaan Lorenzo tidak
diketahui, sekarang aku sudah membereskanmu.”
Dewi sama sekali tidak memedulikannya, terus makan.
“Di saat seperti ini, kamu masih bisa makan?” Nyonya Presiden tidak mengerti, “Kamu tidak berpikir,
bagaimana ku kamu benar–benar hamil?”
“Apanya yang bagaimana?” Dewi berkata dengan tenang, “Ku hamil, aku akan keluar dan menjaga
kandunganku.”
“Apa kamu bisa keluar?” Nyonya Presiden mencibir, “Mati di sini adh pilihan terakhirmu!”
“Tunggu dan lihat saja!” Dewi sama sekali tidak takut padanya.
“Tidak tahu diri.” Nyonya Presiden merasa sangat menggelikan, “Penjagaan di sini sangat ketat, tidak
ada yang bisa menymatkanmu, kamu juga tidak akan bisa keluar!”
“Udara di sini tidak bagus, sebaiknya kamu jangan banyak bicara omong kosong.”
Dewi ms memedulikannya.
“Kamu ….”
Nyonya Presiden sama sekali tidak bisa menang berdebat dengannya, hanya bisa menahan amarah,
terus menunggu.
Seth belu beberapa saat, akhirnya dokter datang mpor dengan membawa hasil tes, “Nyonya,
hasil tes sudah keluar.”
“Coba aku lihat.” Nyonya Presiden mengambilporan tes, ekspresinya berubah drastis, “Benar saja….
“Hamil empat minggu.” Dokter mengumumkan.
“Benarkah?” Dewi segera bertanya, “Aku benar–benar hamil? Kalian jangan membohongiku.”
“Kamu lihat saja sendiri.” Nyonya Presiden memberikan hasil tes padanya.
Dewi melihat lembaran hasil tes,ngsung tercengang.
Dia sama sekali tidak menyangka mh bisa hamil di saat seperti ini.
N?velDrama.Org holds text ? rights.
“Apa anak ini, adh milik Lorenzo?”
Nyonya Presiden bertanya.
Dewi kembali ke akal sehat, berkata dengan dingin, “Omong kosong!”
“Baguh ku benar.” Nyonya Presiden tersenyum dingin, “Kamu sendirian masih tidak cukup untuk
membuatnya muncul. Sekarang ditambah dengan anak di dm perutmu, ku begitu….”
“Tentu saja bukan miliknya.” Tiba–tiba Dewi mengubah keadaan.
“…” Nyonya Presiden tercengang, “Apa katamu?”
“Aku bng anak ini bukan milik Lorenzo.” Dewi berkata denganntang, “Kamu jangan berpikir untuk
mengancamnya dengan ini.”
“Mana mungkin? Ku bukan miliknya,ntas milik siapa?” Tanya Nyonya Presiden.
“Bukan urusanmu….”
Dewi tidak ingin Lorenzo tahu bahwa dia hamil. Pria itu belum menampakkan diri sampai sekarang, itu
berarti benar–benar terjadi mash. Di saat seperti ini, lebih tidak boleh menambah mashnya.
“Kamu mengira aku akan percaya padamu?” Nyonya Presiden tidak terjebak, berkata dengan dingin,
“Kamu tenang saja, Lorenzo akan segera datang menymatkanmu.”
Selesay bicara, dia memberi perintah, “Mi sekarang, jangan beri dia makanan, hanya beri air setiap
hari!”
“Baik.” Sipir menerima perintah sambil menunduk.
“Kamu jaga kandunganmu di sini dengan baik.”
Nyonya Presiden menatapnya dengan dingin,lu memberi instruksi sambil mngkah pergi, “Tunggu
sampai dia sekarat karena kparan, ambil videonya dan kirimkan padaku, aku ingin 1. melihatnya
baik–baik, untuk menghngkan penderitaan karena rasa rindu!”
“Baik.”
Melihat kepergian Nyonya Presiden, Dewi emosi sampai menggerakkan gigi.
Beberapa sipir masuk, membawa pergi teh dan camn, tidak meninggalkan apa pun untuknya….
Dewi bersandar di ranjang, mengelus Rongrong, dm hati berpikir kapan akan kabur dari
sini ….