Bab 2221
Bab 2221 Harga Yang Harus Dibayar
Seth melihat js orang itu, Dewi sangat gembira. Dia buru–buru membuka pintu mobil dan
turun.
“Haiz, Nona Dewi, mobil belum benar–benar berhenti.”
Seorang bawahan berseru, buru–buru menghentikan mobil.
Dewi tidak peduli begitu banyak, dia buru–buru turun dari mobil dan berteriak, “Bibi Lauren!”
Bibi Lauren baru saja turun dari mobil. Mendengar teriakan yang familier itu, dia menoleh dan melihat
Dewi beri ke arahnya dengan antusias,lungsung memeluknya.
“Anak baik, anak baik!!!”
Bibi Lauren memeluk Dewi dengan erat.
“Huhuhu….” Dewi menangis, “Akhirnya kita bisa bertemu, benar–benar membuatku khawatir!”
Content is property of N?velDrama.Org.
Masih bisa bertemu seth menghadapi kematian. Mereka berdua menjadi sangat emosional.
“Benar, sungguh bagus kita masih bisa bertemu.” Bibi Lauren mengelus rambut Dewi, tatapannya.
penuh kasih sayang, “Rambutmu sudah sepanjang ini, sungguh mirip anak perempuan.”
“Pftt!” Dewi tertawa lepas, “Aku memang anak perempuan.”
“Anakkiki palsu yang dulu sudah tidak ada. Hahaha…” Bibi Lauren mengelus wajah Dewi,
“Sepertinya kamu tambah gemuk.”
“Tidak mungkin. Bkangan ini, setiap hari aku luar biasa sibuk. Masih bisa gemuk?”
Dewi buru–buru memeriksa dirinya dengan bercermin di kaca.
“Nona Dewi, kita masuk dulu saja.” Saat ini, Jeff menghampirinya, “Angin di luar sangat besar. Luka
Bibi Lauren belum sembuh, perlu memulihkan kesehatan.”
“Luka belum sembuh?” Dewi buru–buru memeriksa Bibi Lauren, “Ada apa dengan Bibi? Terluka di
mana?”
“Sudah jauh membaik.” Bibi Lauren menarik tangan Dewi, “Ayo, kita masuk dulu.”
“Oke.” Dewi berniat memapah Bibi Lauren.
Saat ini, Mina mendekat dan menyapa Bibi Lauren. Bibi Lauren pun mengangguk sambil tersenyum.
Dewi bicara sebentar dengan Mina, minta dia png lebih awal untuk menjaga Willy.