AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Seorang Bos Besar > Bab 2188

Bab 2188

    Bab 2188


    Bab 2188 Bertindak Sembarangan


    Jeff biasanya tidak menyerang, sekalinya menyerang, tidak hanya bertumpah darah, tapi nyawa. pun


    bisa myang.


    Diangsung memelintir tangan Pangeran Richard, terdengar “krek“, suara tng patah, sedetik.


    kemudian Pangeran Richard jatuh kentai, ia berteriak kesakitan…..


    Semua orang tercengang.


    Franky, Mina, dan yanginnya tertegun.


    Sedangkan beberapa Pangeraninnya semuanya terblak karena terkejut, raut wajah mereka tidak


    percaya.


    Apa ini nyata?


    Beraninya Lorenzo menyerang seorang Pangeran di Kerajaan Denmark???


    Beraninya dia bertindak sembarangan???


    Para penjaga di luar mendengar teriakan menyedihkan Pangeran Richard dan segera masuk sambil


    membawa senjata.


    N?velDrama.Org content rights.


    “Berani–beraninya, tangkap dia.”


    Sh satu Pangeran menunjuk ke arah Jeff sambil berteriak.


    Mata Jeff berkobar–kobar, ia pehan mendekatinya….


    Pangeran itu mundur ketakutan.


    “Mundur.” Raja Denmark membentak dengan dingin.


    “Yang Mulia, dia ….”


    “Diam!” Raja Denmark tidak memberi mereka kesempatan untuk bicara, mendongak pada Lorenzo


    sambil tersenyum, “L, apa kamu puas sekarang?”


    “Tidak.” Lorenzo sangat arogan, “Tapi, demi Yang Mulia, hanya ini yang bisa kitakukan untuk


    saat ini!”


    Perkataannya terdengar sangat enggan dan merendahkan.


    Senyuman di wajah Raja Denmark tidak meredup, tapi tatapannya sedikit lebih dingin, “Richard masih


    muda dan belum mengerti, masuk akal jika kamu sebagai kakaknya, memberinya pjaran.”


    “Iya.” Lorenzo tersenyum tipis, “Yang Mulia baik hati, enggan memberi pjaran. Hanya aku yang


    1/3


    menjadi orang jahat.”


    “Hahaha….” Raja Denmark tertawa terbahak–bahak, “Kemarh, papah Pangeran Richard ke


    dokter.”


    “Baik.” Franky berkeringat deras, buru–buru menyuruh orang untuk membawa Pangeran Richard pergi.


    Beberapa Pangeraninnya berdiri di samping dengan panik, menatap Lorenzo dengan ketakutan,


    bahkan bernapas pun tidak berani.


    Mereka tidak mengerti, ini wyah mereka, kenapa Lorenzo begitu berani? Kenapa Raja mereka takut


    padanya?


    Mina tercengang, dia sudahma mendengar bahwa Lorenzo, Raja iblis legendaris, membunuh orang


    dengan begitu brutal, kejam, dan mendominasi


    Sekarang ia benar–benar melihatnya!!!


    “L pasti lh seth menempuh perjnan ribuan mil.” Sang Raja menyapa dengan sopan, “Duduk


    dulu, aku sudah siapkan anggur terbaik.”


    “Terima kasih, Yang Mulia.” Lorenzo merangkul Dewi dan duduk.


    Baru pada saat ith Dewi sadar kembali, merasa sedikit gelisah, dia mencondongkan tubuh ke


    telinganya dan berbisik, “Kamu begitu sembarangan, apa kamu tidak takut tidak bisa keluar?”


    “Tidak takut,” Lorenzo berkata dengan acuh tak acuh, “Ada Negara Emron di bkangku.”


    Mendengar kalimat ini, Mina tiba–tiba sadar, benar, Lorenzo tidak mewakili dirinya sendiri, tapi


    mewakili Moore dan Negara Emron.


    Tidak semua orang berani mengacaukan Kerajaan yang sedang bertempur.


    Tapi, seth mendengar kalimat ini, hati Dewi semakin gelisah, awalnya dia yang ikut campur urusan


    orangin, tidak hanya melibatkan Lorenzo, tapi juga Negara Emron


    Mash ini benar–benar semakin rumit.


    Tidak heran gurunya berng kali memperingatkan agar tidak berurusan dengan orang–orang


    Kerajaan. Awalnya dia tidak mengerti, tapi sekarang sudah benar–benar mengerti.


    Dia tidak mendengarkan perkataan tulus bibinya, sekarang dia juga sudah mengerti, tapi kakinya


    sudah mngkah masuk, sekarang sangat sulit untuk keluar….


    Saat ini, para pyan mi menyajikan makanan.


    Lorenzo melihat ke meja yang penuh dengan makanan, ia sama sekali tidak tertarik, danngsung


    berkata pada Raja Denmark, “Yang Mulia, bagaimana ku kita mengobrol di a


    dm?”


    “Makan mm ini disiapkan khusus untukmu. Sepertinya kamu tidak berselera. Raja Denmark


    tersenyum tipis. “Tidak apa–apa. Aku akan suruh pyan menyiapkan teh yang enak. Kita mengobrol


    di a dm.”


    “Terima kasih!”


    Raja duduk di kursi utama, Franky serta Pangeraninnya berdiri di bkangnya.


    Lorenzo merangkul Dewi dan duduk di kursi seberang, mengambil teh hitam yang diberikan oleh


    pyan, menyesapnya, dan berkata dengan acuh tak acuh, “Hm, teh ini enak!”
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul