Bab 2186
Bab 2186 Mengingatkannya
“Tidak tahu, aku juga tidak tertarik untuk mengetahuinya.” Dewi sama sekali tidak menghargai niat
baiknya. “Apa masih adagi yang ingin Yang Mulia katakan?”
“Kesabaran seseorang itu ada batasnya.” Raja Denmark itu mengingatkannya, “Ku suatu hari nanti,
kamu menghabiskan kesabarannya, dia tidak peduli padamugi, maka kamu mungkin akan sangat
berbahaya.”
“Yang Mulia sedang mengancamku?” Dewi mengerutkan kening.
“Aku mengingatkanmu.” Raja Denmark tersenyum, “Jadh Nyonya Moore dengan baik, jangan ikut
campur urusan keluarga orangin!”
Selesai berbicara, dia pun berdiri dan pergi.
Sekelompok pengawal mengikutinya dengan hati–hati di bkang.
Dewi menatap punggung Raja Denmark yang pergi itu, suasana hatinya sangat rumit, sebelum
Lorenzo masuk, Raja Denmark membicarakan hal–hal ini padanya, tujuannya adh ingin
memintanya jangan ikut campur dm mash Willy.
Namun, mashnya sudah sampai tahap ini, apa dia benar–benar bisa tidak memedulikannya?
“Nona Dewi, aku dorong Anda keluar.”
Pyan senior itu mendorong Dewi pergi ke ruang perjamuan.
Mina sedang cemas dan melihat kemari, melihatnya datang, Mina buru–buru berdiri dan
menyambutnya, bahkan melupakan kakinya yang masih terluka.
Jika bukan pyan yang memapahnya, dia sudah hampir terjatuh.
Begitu Dewi duduk di tempat duduknya, Mina bertanya dengan cemas, “Yang Mulia bng apa? Apa
memintamu jangan ikut campur dm urusan Pangeran? Bagaimana Anda menjawabnya?”
Mina juga merupakan orang pintar, dia sudah bisa menebaknya.
“Aku tidak mengatakan apa–apa.” Dewi meresponsnya, “Sekarang aku juga tidak bisa mengatakan
apa–apa.”
“Nona Dewi, Anda tidak boleh menyerah.” Mina menggenggam tangannya, memohonnya dengan
cemas, Sekarang Anda adh satu–satunya penymat Pangeran, ku Anda menyerah, maka
Pangeran benar–benar akan mati.”
N?velDrama.Org content rights.
Ketika sedang berbicara, beberapa Pangeran itu berdiri, Mina terkejut, masih mengira mereka
mau berkhi.
Namun, mereka hanya memelototinya dengan dingin, kemudian keluar dengan rapi dan tertib.
Bobby yang berjn di paling bkang, ia berkata pada Dewi dengan suara kecil, “Kami keluar untuk
menyambut Tuan L, Anda tunggu di sini sebentar.”
Selesai berbicara, dia pun buru–buru mengikuti rombongan kakaknya….
Dewi kembali sadar, bertanya pada Mina, “Dia berniat menyenangkanku?”
“Seharusnya iya.” Mina tersenyum dingin dan berkata, “Dia tahu bahwa Anda adh pacar Tuan L.
wupun tidak menyanjungmu secara terang–terangan, ia juga tidak ingin menyinggungnu.”
Dewi melihat ke sekeliling, yangin sudah pergi semua, hanya ada beberapa pyan wanita
yang menunggu di samping.
Dia bertanya pada Mina dengan suara kecil, “Oh ya, bukankah kemarin kamu sudah menghubungi
Robin? Bagaimana dengan mereka? Apa sudah benar–benar keluar dari bahaya?”
“Awalnya, kemarin mau memberitahumu, tapi aku tertidur di motel,lu terjadi hal itu.”
Mina mendekat ke samping telinganya, dan berbisik.
“Robin bng, mash kehidupan mereka sudah terselesaikan, tapi kembali bebas itu adh bohong.
Mereka bisa berhubungan dengan orang luar, juga bisa keluar masuk dengan bebas, tapi slu ada
orang yang mengawasi mereka.
Sampai sekarang dia tidak pernah bertemu dengan Pangeran, keluar masuk juga hanya membawa
orang untuk membeli obat–obatan dan makanan saja, bahkan tidak bisa menghubungi media dan
orang luarinnya. Dia menelepon orang di perusahaan Pangeran, juga diawasi, hanya bisa
membahas mash bisnis.”
“Sudah kuduga.”
Dewi mengerutkan kening.
“Nona Dewi ….” Mina menarik tangan Dewi, berkata dengan cemas, “Sgi Tuan L datang ke sini hari
ini, kita memiliki kepercayaan diri, harus meminta Yang Mulia melepaskan Pangeran.”
“Ugh…” Dewi sedikit tercengang, “Kita mana ada kepercayaan diri seperti itu? Willy adh orang
keluarga Denmark, juga bukan orang Lorenzo.”
“Kenapa tidak ada?” Mina cemas, “Lihah, Yang Mulia saja begitu takut padanya, tahu bahwa Anda
adh pacar Tuan L, segera meminta orang myanimu dengan hati–hati, tidak berani
mempekukanmu dengan buruk. Sekarang juga membawa para Pangeran keluar untuk
menyambutnya, siapa yang bisa dipekukan seperti ini.”
Bab 2187 Bersikap Tegas