Bab 2169
Bab 2169 Tidak Menyerah Ku Tidak Benar–benar Gagal
Dia sama sekali tidak mahir dm menyusun strategi dan pertarungan.
Yang dia bisa hanyh mengobati orang.
Content protected by N?v/el(D)rama.Org.
Untuk mash sekarang, dia merasa sangat sulit menanganinya, bahkan tidak tahu bagaimana
mkukannya….
Saat ini, dia teringat pada Bibi Lauren.
Ku Bibi Lauren dan Paman Joshua ada di sini, mereka bisa mengajarinya dan membantunya
menganalisis, tapi mereka berdua mh pergi ke pegunungan untuk menjni hidup.
Sekarang juga tidak tahu kondisi mereka….
Di benak Dewi dipenuhi pemikiran yang rumit, melewati bsan jam perjnan dengan linglung.
Seth turun dari pesawat, dia segera menykan ponsel, melihat apakah Lorenzo menghubunginya.
Sayangnya tidak ada.
Bahkan pesan
teks juga tidak ada.
Jasper dan Jeff juga tidak menelepon.
Dewi sedikit kecewa. Kali ini, Lorenzo benar–benar marah, mungkin sungguh tidak akan peduli
padanyagi.
Apakah ini termasuk putus?
Dewi mengh napas, hendak menyimpan ponsel. Tapi saat ini, Brandon menghubunginya, dia
segera menjawab telepon, “Brandon.”
“Kak, apa
ada kabar dari Bibi Lauren dan Paman Joshua?”
“Bukankah kamu bng mungkin mereka pergi ke pegunungan untuk menjni hidup? Kemarin aku
tanya pada Jeff, dia bng mereka terus tidak ada sinyal, seharusnya pergi ke tempat terpencil
“Sebelumnya mereka memang bng mau tinggal di pegunungan, tapi aku baru dapat kabar,
sepertinya mereka terus dikejar oleh orang–orang Organisasi Dark Night, Paman Joshua ditangkap,
Bibi Lauren mrikan diri dan tidak tahu di mana dia sekarang.”
“Apa???” Dewi tercengang, “Kenapa bisa begitu?”
Seth beberapa saat, dia bergumam, “Jeff tidak memberitahuku hal ini. Apa memang dia tidak
tahu atau sengaja menyembunyikannya?”
“Mungkin tidak tahu.” Brandon mendengar ucapannya, “Biar bagaimanapun, informasi Organisasi Dark
Night tertutup sangat rapat, sangat wajar ku tidak bisa diselidiki. Aku bisa punya beberapa petunjuk
karena terus berhubungan dengan mereka. Ku tidak, coba kamu tanya pada Jeffgi, lihat apa bisa
bantu menemukan Bibi Lauren.”
“Oke, aku akan segera meneleponnya….”
“Bukankah kamu ada di tempat Lorenzo?” Brandon bertanya dengan bingung. “Kenapa harus
telepon?”
“Aku….” Dewi hendak bicara, tiba–tiba terdengar bahasa Denmark dari siaran pengumuman, Brandon
langsung mendengarnya, “Jangan–jangan kamu pergi ke Denmarkgi?”
“Ya.” Dewi tahu ia tidak bisa menyembunyikannya.
“Astaga, bisakah kamu lebih sadar?” Brandon cemas, “Kamu bukan penymat, tidak bisa
menymatkan semua orang. Sudah sangat bagus karena kamu bisa mengurus panti asuhan dengan
baik, sekaligus membantu Bibi Lauren dan Paman Joshua, sekarang kamu mh mau memikul
tanggung jawab mash Pangeran Willy.
Sebelumnya Bibi Lauren sudah mengingatkanmu, mash Pangeran Willy sangat rumit, kamu tidak
bisa ikut campur. Tidak seharusnya kamu mengobatinya dari awal, lebih tidak seharusnyagi pergi ke
Denmark, sekarang mh ….”
“Sudah, sudah, jangan bicaragi.” Dewi menynya, “Aku mengerti semua itu, tapi mash sudah
seperti ini, aku sudah tidak bisa mundurgi. Willy dan 80–an oranginnya keracunan di dm kastel,
aku tidak bisa membiarkannya begitu saja.”
i
“Itu bukan sesuatu yang bisa kamu tangani.” Brandon sangat cemas, “Sekarang kamu cepat. kembali
cari Lorenzo, jangan ikut campur mash itu.”
“Sudah ikut campur, tidak bisa mundurgi.” Dewi mengh napas, “Sudah, jangan bahas itu.gi,
aku akan menghubungi Jeff dan menanyakan mash Bibi Lauren.”
“Kamu benar–benar mau membuatku mati karena cemas….”
“Aku tutup teleponnya.”
Dewingsung menutup telepon, hendak menghubungi Jeff, tapi seth berpikirgi, dia dan Lorenzo
sudah putus, bukankah tidak telu baik ku memerintah anak buahnya sekarang?
Tapi, kondisi sangat mendesak, tidak bisa mempertimbangkan begitu banyak.
Dewi menghubungi Jeff dengan tergesa–gesa, telepon dijawab dengan sangat cepat….