Bab 2159
Bab 2159 Tidak Sensitif Dm Hubungan Asmara
Dewi sama sekali tidak mendengar perkataan awal yang Lorenzo ucapkan. Hanya perkataan terakhir
yang didengar dengan sangat js, membuatnya merasa sangat kesal.
Sejak hari pertama Dewi mengenal Juliana, wanita itu terus menjadi “nyamuk” yang ikut campur dm
hubungan mereka, terus–menerus mengganggu.
Sin itu, tadi Dewi mendengar sendiri tentang beberapa rahasia dari mulut Tamara. Tidak disangka
Lorenzo mh melindungi Juliana dan mengatakan bahwa dia tidak sejahat itu.
Hal ini membuat hati Dewi sangat tidak nyaman.
Sin itu, dia juga merasa Lorenzo telu melindungi Juliana.
“Bagaimana lukamu? Coba kulihat ….”
Lorenzo menarik tangan Dewi. Saat ingin memeriksa lukanya, Dewi mh menarik tangannya,lu
berbalik badan dengan mengambek.
“Kenapa?” Lorenzo sangat heran, “Kamu marah?”
Apa ini masih kurang js??
Dewi menunjukkan rasa tidak senangnya secara terang–terangan, tidak disangka pria ini mh
bertanya?
Dewi semakin marah.
“Tadi masih baik–baik saja, kenapa kamu marah?” Lorenzo kebingungan, “Apa shku?”
Dewi masih tidak bicara, hanya saja dirinya sangat emosi, bagaikan balon yang hampir mau meledak.
Lorenzo tak bisa berkata–kata, dia pun menendang kursi samping pengemudi.
“Uh, itu….”
Jasper, yang terus tidak berani berbicara, akhirnya terpaksa menjskan, “Nona Dewi, sebenarnya
Tuan tidak bermaksud seperti itu. Nona jangan sh paham.”
“Ku begitu, apa maksudnya?” Dewi bertanya dengan emosi.
“Benar, apa maksudnya?”
Lorenzo masih tidak mengerti, sebenarnya perkataan apa yang membuat Dewi marah?
“Tadi maksud perkataan Tuan adh mungkin Nona Juliana tidak ada kaitan dm beberapa
mash. Sin itu, dia tidak berani berh macam–macam di depan Tuan, juga tidak akan
berani mkukan hal buruk terhadap Nona… Hanya seperti itu saja, bukan berkata betapa baik
dirinya.”
Sejak awal, Jasper sudah mengerti. Sayangnya, Lorenzo yang tidak sensitif ini tidak menyadarinya.
Benar saja, sekarang Lorenzo baru mengerti, ternyata Dewi marah karena perkataan itu.
Dia pun
buru–buru berkata sambil menunjuk Jasper, “Perkataannya benar.”
“Kamu ….” Dewi sungguh emosi. Apa kk setiap kali bertengkar, harus ada orang yang mendengar
di samping,lu menjadi penerjemah di antara mereka??This text is ? N?velDrama/.Org.
Apa Lorenzo tidak bisa memahami maksudnya,lu berbicara baik–baik dengannya?
Bahkan meminta bantuan bawahan dm hal ini.
Pantas saja sebelumnya saat mereka berdua bertengkar, Lorenzo slu menyuruh Jasper menelepon
untuk menjskan dan membujuk, sedangkan dirinya sendiri tidak bisa meminta maaf secara
langsung.
“Kamu masih marah??”
Lorenzo sedikit frustrasi, maka dia pun menendang jok kursi Jaspergi.
“Nona Dewi.” Tentu saja Jasper mengerti sannya, maka dianjut menjskan, “Tuan tidak pernah
berpacaran, ini adh hubungan pertamanya sehingga tidak ada pengman. Jadi, saat berinteraksi,
dia terlihat kikuk. Mohon Nona maklum.”
“Ya, benar.” Lorenzo buru–buru mengangguk.
“Haiz ….”
Dewi mengh napas panjang, sambil memegang dahinya, benar–benar tidak bisa membs
perkataannya.
Berpacaran telu melhkan.
“Nona Dewi, jangan marah. Tuan ….”
“Diam!” Dewi tidak ingin dengargi.
“Baik.” Jasper buru–buru tutup mulut, tidak berani bicaragi.
“Kamu memang telu banyak bicara.” Lorenzo menendang jok kursi Jaspergi,lu mengulurkan
tangan untuk memeluk Dewi, “Tidak apa–apa, jangan marah.”
Jasper kehabisan kata–kata. Ada apa ini? Seh–h dirinya yang membuat Nona Dewi marah??
Seth setengah jam, akhirnya mereka kembali ke kastel.
Seth turun dari mobil, Mina baru ada kesempatan untuk mendekati Dewi, “Nona Dewi, Nona tidak
apa–apa, ‘kan?”
“Tidak apa–apa.” Dewi berkata dengan merasa bersh, “Hari ini sungguh maal, sudab membawamu
ke sana, tapi tidak bisa bersenang–senang, mh terus bersama sekelompok pria
ita.”
“Tidak apa–apa, biasanya aku juga seperti ini saat bekerja.” Mina berkata sambil tertawa, “Apa tangan
Nona baik–baik saja? Kabarnya, tangan Nona terluka, ya?”