Bab 2132
Bab 2132 Indah dan Bahagia
Lorenzo menatapnya dengan lembut, berpikir bahwa dia yang biasanya sangat sombong dan
mendominasi, sama sekali berbeda dengan dirinya yang sekarang.
Property of N?)(velDr(a)ma.Org.
Dia tidak bisa menahan tawa, mencium keningnya,lu memeluknya dan membungkus tubuhnya
dengan handuk mandi, kemudian meletakkannya di tempat tidur.
Dewi berbalik, tanpa sadar masuk ke dm selimut, meringkuk menjadi b, kemudiannjut tidur….
Lorenzo mengambil pengering rambut dan mengeringkan rambutnya di sampingnya.
Dewi mendekat ke pelukannya, kep kecilnya bertumpu pada kakinya, kemudiannjut tidur
nyenyak….
Jari ramping Lorenzo memainkan rambutnya dengan lembut dan penuh perhatian.
Segera, rambutnya selesai dikeringkan, dia merapikannya sebentar,lu menyandarkan kepnya di
tangannya sambil berbaring miring di sampingnya dan menatapnya dengan
tenang….
Pada saat itu, tampangnya yang patuh sangat imut hingga dia tidak bisa menahan diri untuk tidak
menciumnya.
Dia membungkuk dan mencium keningnya, ujung hidungnya,lu pipinya…..
Kemudian terakhir, dia menggigit bibirnya dengan pn, sehingga membangunkannya.
Dewi dengan linglung mengeluarkan suara “Mmm-“, tanpa sadar menyelinap masuk ke dm
pelukannya dan mi meraba–raba tubuhnya dengan tangan kecilnya ….
“Dasar mesum!”
Lorenzo sangat puas dengan kerja samanya, dia memegangi wajahnya dan menciumnya dm-
dm….
Keduanya mi bermesraangi, suara rendah seperti binatang keluar dari kamar….
Di luar, pyan yang datang mengantarkan makanan untuk kedua kalinya mundur dengan wajah.
merah.
N, yang berdiri di puncak tangga, tidak bisa menahan diri untuk tidak berseri–seri saat melihat
situasi tersebut, “Mereka masih sedang itu?”
Para pyan wanita tersebut mengangguk dengan malu.
“Hahaha, bagus, bagus, sungguh bagus!” N tidak bisa menahan diri dan bertepuk tangan
kegirangan, “Tahun depan akan ada Pangeran kecil dan Putri kecil… Hehe…”
1/3
“Hihi!” Para pyan juga tertawa konyol.
Dintai bawah, Jasper dan Jeff saling bertatapan, keduanya juga senang untuk Tuannya.
Hanya Sonny yang terlihat murung dan sedih.
“Sonny, kamu ini kenapa?” Wezo menariknya ke samping dan membujuk dengan suara rendah, “Apa
jangan–jangan kamu masih memikirkan Nona Dewi? Cepat singkirkan pemikiran itu, kamu akan
membunuh dirimu sendiri jika seperti ini.”
“Bukan….” Sonny berkata dengan sedih, “Nona Dewi adh penymatku, juga wanitanya Tuan. Aku
memujanya dan mengaguminya, aku tidak berani memiliki maksud yang tidak senonoh padanya. Aku
hanya ….”
“Hanya apa?” tanya Wezo.
“Aku hanya khawatir.” Sonny melihat ke arah kamar tidur utama dengan cemas, “Tuan bertubuh besar,
Nona Dewi begitu kecil, apa mungkin dia akan tersiksa sampai mati
“Diam kamu.” Wezo memukul bkang kepnya dengan keras, “Kk jangan mengatakan hal
bodoh seperti itugi.”
“Oh.” Sonny menundukkan kepnya, tidak berani berbicara, tapi kemudian dia bertanyagi, “Nona
Dewi akan bahagia, ‘kan?”
“Tentu saja.” Wezo sangat yakin, “Tuan kita adh pria terbaik di antara para pria yang ada. Wanita di
seluruh dunia ingin menikahinya, tapi dia hanya mencintai Nona Dewi seorang. Ini adh
keberuntungannya. Kamu harus turut merasa senang untuknya.”
“Nona Dewi juga sangat baik.” Sonny sedikit tidak terima, “Nona Dewi adh gadis terbaik di dunia.
Banyak pria yang ingin menikahinya, tapi dia hanya mencintai Tuan seorang. Ini juga keberuntungan
Tuan.”
“Kamu diam saja deh ….” Wezo menarik telinganya, “Sebenarnya kamu ini orangnya siapa sih?
Tuanmu adh Tuan L, kamu harus mengingatnya!”
Sonny menunduk sedih dan tetap diam, dia hanya berharap Nona Dewi dapat bahagia….
Dintai atas, keduanya mnjutkan aksi mesra mereka sampai mm.
Dewi tertidur dengan nyenyak di atas tubuh Lorenzo.
Pemandangan ini sangat indah, seorang gadis kecil sedang berbaring di atas tubuh yang besar.
Tubuh mungil gadis itu akan naik dan turun sedikit mengikuti napas sang pria, dia bahkan bisa
mendengar detak jantungnya dengan js…..
Lengan pria itu memeluk pinggangnya, tangannya yangin memegangi kep kecilnya, penuh cinta
dan rasa memanjakan….
Mereka yang pada saat ini, sungguh indah dan ba