Bab 2128
Bab 2128 Tampang yang Sangat Marah
Sebelum Mina tersadarkan darimunannya, orang–orang tersebut th mrikan diri dengan
cepat.
Sedangkan konvoi perak itu melindungi mereka dengan sebuah lengkungan yang sempurna, seperti
dewa yang turun daringit!
Pintu mobil terbuka, sekelompok orang turun dan berdiri di depan mobil dengan tertib dan berteriak
dengan serempak, “Nona Dewi!”
Melihat wajah–wajah yang dikenalnya, Dewi tersenyum gembira, “Jeff, Sonny, Wezo ….
Kata–katanya terhenti karena kaget saat melihat Lorenzo.
Kakinya yang ramping keluar dari mobil, dia berpakaian putih, sangat tampan hingga membuat semua
orang iri, tapi matanya justru sedingin cuaca sin di luar sana!
“Ini Tuan L yang legendaris?”
Mina tertegun dan memandang Lorenzo dengan kaget.
N?velD(ram)a.?rg owns this content.
Dia thma mendengar bahwa Tuan L, dewa perang berdarah dingin yang legendaris, memiliki
wajah tampan yang tidak tertandingi di dunia, auranya seperti dewa, membuat orang bergidik!
Sungguh, itu tidak berlebihan sama sekali….
Mina pernah berpikir bahwa Pangeran Willy adh pria tertampan di dunia, tapi sekarang seth dia
melihat L, dia tahu apa artinya sempurna tanpa cacat.
“Itu dia.” Dewi menjawab dengan dingin, dengan amarah dan keluhan dm suaranya, “Bajingan!”
“Ku bajingan ini tidak datang menymatkanmu, kamu akan mati kedinginan di jnan kota
Snowy.” Suara Lorenzo sedingin es, tanpa jejak kehangatan, bahkan ada semacam kesombongan,
“Masih tidak kemari?”
“Hmph!” Dewi memalingkan muka dan mengabaikannya.
“Cepat masuk ke mobil, darahku sudah membeku….” Mina tidak sungkan dan menyeret kakinya. yang
terluka ke arah mobil, “Terima kasih th menymatkan kami tepat waktu, aku teman Nona Dewi,
namaku Mina.”
“Nona Mina, skan sebh sini.”
Wezo membawanya menaiki mobil di bkang.
“Hei, Mina ….”
Dewi berpikir kenapa Mina begitu lemah,ngsung berinisiatif naik, membuatnya mau jual mahal
sedikit pun tidak bisa.
“Naik.” Lorenzo memelototi Dewi, berbalik danngsung naik ke dm mobil, dia juga menambahkan,
“Ada apa pun, kita bicarakan seth kita png!”
Kalimat terakhirnya ini sangat berguna.
Hati Dewi segera melembut, dia menggigit bibir bawahnya dan mengikutinya masuk ke mobil dengan
putus asa.
“Nona Dewi, skan!”
Jasper membukakan pintu mobil untuknya, dan pada saat yang sama, bertukar pandang dengan Jeff,
aku menang!
Jeff cemberut, matanya penuh ketidakpuasan.
Tidak disangka, Nona Dewi yang sombong dan tidak pernah menunduk pada orangin akan
berinisiatif datang mencari Tuan….
Tampaknya perkataan wanita yang sedang jatuh cinta memang berbeda dengan isi hatinya.
Konvoi itu mju dengan kencang menuju kediaman Moore.
Pemanas di dm mobil meny penuh, tapi Dewi masih merasa kedinginan. Tadi seth dia turun
dari pesawat, dia belum sempat mengambil bagasi sudah dikepung dan dikejar oleh orang- orang itu,
sampai sekarang dia masih mengenakan pakaian tipis.
Sh satu sepatunya juga copot saatri tadi….
Tadi dia beri sebentar di dm salju, jadi mungkin kena es dan terluka, sekarang sangat
kesakitan.
Lorenzo melirik Dewi dari atas ke bawah dengan mata dinginnya yang mencekik,lu mengerutkan
kening dan tidak mengatakan apa–apa.
Dewi melepas sepatunya yangin,lu menggosokkan kakinya ke kakinya yangin dan menggosok
lengannya dengan kedua tangannya, dia terlihat menyedihkan dan tidak berdaya seperti itu.
Jasper yang duduk di depan diam–diam menykan pemanas sampai maksimal, tapi dia tidak berani
berbicara, apgi menyerahkan mantelnya pada Dewi, dia hanya mengamati wajah Lorenzo mlui
kaca spion.
Sangat dingin sampai membuat orang takut.
Tapi segera, Lorenzo tidak bisa menahan dirigi dan melepas mantelnya dan melemparkannya ke
tubuh Dewi, dia berkata dengan aneh, “Denmark begitu enak, untuk apa kamu ke kota Snowy?”
“Aku tidak mau ke sini.” Dewi memelototinya dengan tampang yang sangat marah.
“Ku begitu, jangan datang,” Lorenzo berkata dengan marah, “Sekarang masih belum tt untuk
kembali.”
“Kamu ….” Dewi sudah mau meledak, tapi dia teringat dengan nasihat Willy, jangan bertengkar
dengannya, jangan ribut dengannya ….
Dia pun secara paksa mengendalikan emosinya dan menekan amarahnya.