AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Seorang Bos Besar > Bab 2125

Bab 2125

    Bab 2125


    Bab 2125 Taruhan


    Pada saat itu, yang muncul di benak Willy adh sosok Lorenzo…


    Dia pernah mendengar mengenai kejadian itu, pada saat itu, Lorenzo yang berusia enam bs tahun


    menumpahkan darah keluarga Moore dm semm dan membunuh semua orang yang


    menghngi jnnya.


    Pakaian putihnya menjadi merah, dan pupil matanya bersinar merah.


    Sambil menginjaki darah keluarga Moore, dia mngkah naik ke posisi pemegang kekuasaan Grup


    Moore, barh dia memiliki kuasa dan kekuatan yang begitu luar biasa hari ini!!!


    Suatu hari nanti, dia juga akan seperti itu.


    “Tok, tok….”


    Pada saat itu, tiba–tiba terdengar suara ketukan di pintu dari luar, pengawal dengan cemas


    mporkan, “Pangeran, Pak Franky datang.”


    Property of N?)(velDr(a)ma.Org.


    “Perskan dia masuk,” jawab Willy.


    “Tapi….” Pengawal tersebut tidak berani berbicara.


    “Bicarh.” Perintah Willy.


    “Pak Franky membawa sekelompok tentara dan berkata ingin mengundangmu pergi ke istana.”


    Pengawal berkata dengan cemas, “Mereka sudah masuk.”


    “Keteluan.” Robin panik, “Apa mereka ingin mencoba menangkap Pangeran?”


    “Mungkin begitu.” Willy sedikit tersenyum, “Jangan gugup, aku hanya akan tinggal bersama kakekku


    untuk sementara, aku akan segera kembali.”


    “Pangeran


    “Ku Dewi menelepon, jangan beri tahu dia kabar ini dulu.” Willy mengingatkan, “Tunggu sampai


    kamu mendengar kabar tentang pernikahannya dengan L, baru kamu beri tahu dia, mengerti?”


    “Mengerti!” Robin mengangguk dengan mata merah.


    Willy memberi isyarat, kemudian pengawal mendorongnya keluar.


    Di luar, Franky menunggu di pintu bersama sekelompok tentara, mereka tidak menerobos masuk


    sudah cukup sopan.


    “Pangeran, kenapa Anda berbuat demikian?” Franky merasa bersimpati pada Willy dan membujuk


    dengan suara rendah, “Ku Anda mwan Yang Mulia, maka tidak akan


    1


    membawakan hasil yang baik untukmu.”


    “Aku hanya tidak ingin mengkhianati temanku.” Willy sedikit mengangkat sudut bibirnya, “Terima kasih,


    Pak Franky.”


    “Haish….” Franky mengh napas panjar


    Beberapa tentara maju dan hendak memborgol Willy.


    Franky buru–buru berteriak dengan suara rendah, “Apa yang kaliankukan?”


    “Perintah dari Yang Mulia….


    “Perintah dari Yang Mulia adh mengundang Pangeran Willy untuk tinggal di istana untuk sementara.


    Apa maksud kalian mkukan ini?” Franky berteriak dengan marah, “Tangan Pangeran tidak


    bertenaga, dan kedua kakinya tidak dapat berjn sendiri. Apa perlu diborgol?”


    “Baik.”


    Para tentara itu menundukkan kep dan memberi hormat,lu mendorong kursi roda Willy


    keluar.


    “Pangeran….”


    Pyan memapah Robin dan mengejar keluar. Suara Robin tercekat beberapa kali dan dia berlutut


    untuk memohon pada Franky, “Pak Franky, aku mohon padamu untuk menjaga Pangeran dengan baik,


    tubuh beliau lemah….”


    “Aku tahu, aku tahu.”


    Franky menepuk pundaknya, memberinya pandangan meyakinkan,lu berbalik dan pergi.


    Willy dibawa ke dm mobil dan terus menundukkan kepnya dm diam.


    Di luar masih hujan, bajunya basah, rambutnya juga basah dan wajahnya agak pucat.


    Mobil mju pehan ….


    Willy memandang kastel yang pehan menjauh dari kaca spion, serta para pyan yang


    memandanginya dm diam di tengah hujan, dia merasakan sedikit rasa sakit di hatinya….


    Lebih dari dpan puluh orang, semua memandanginya dm diam di tengah hujan.


    Penindasan dan penghinaan sma dua puluh tahun ini th membuat mereka diam–diam menerima


    nasib mereka.


    Tampaknya apa pun yang terjadi, mereka hanya bisa memilih untuk menahannya.


    Seperti kastel abu–abu yang terlupakan ini, meski dia memiliki darah dan identitas keluarga kerajaan,


    tapi dia tetap sepi dan sendirian.


    Kota Snowy.


    Lorenzo keluar dari mobil, beberapa pyan wanita bergegas menyambutnya dan mengambil


    mantelnya.


    “Tuan, makan mm sudah siap.”


    N tersenyum menyapanya.


    “Ya.” Lorenzo menjawab dengan singkat dan bergegas naik ke ruang kerja.


    “Tuan.” Jasper membawa beberapa dokumen mendesak untuk ditandatanganinya, “Akhir–akhir ini


    sungguh sibuk, kembali dari perusahaan, tapi masih ada urusan yang harus diurus di rumah.”


    “Apa dia menelepon?” Yang Lorenzo pedulikan adh ini.


    “Maksudnya Nona Dewi? Tidak,” Jasper menjawab dengan hati–hati.


    “Ku Willy?” Lorenzo sedang menandatangani dokumen.


    “Tidak juga.” Jasper berkata dengan pn, “Tapi, ada kabar bahwa Willy th dibawa ke istana.


    Sepertinya kendaraan militer dikirim untuk membawanya pergi secarangsung.”
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul