Bab 2121
Bab 2121 Bertaruh
“Aku tahu, aku tahu….”
Willy menunduk, suaranya sangat sedih.
Bagaimana mungkin dia tidak tahu?
Tapi, dia tidak punya pilihanin…..
Mati sekarang, atau mati nanti, bagaimanapun juga pasti akan mati.
Tapi, dia harus mempertaruhkan dirinya sendiri.
Dulu, dia menaruh seluruh harapannya pada Yang Mulia, berharap Yang Mulia masih memiliki hati
nurani, dapat melihat kelebihannya, memberinya satu kesempatan
Tapi, mlui mash hari ini, Willy benar–benar putus asa.
Mungkin dia sudah dibuang sangatma, Yang Mulia benar–benar mengabaikannya, bahkan ms
bertindak sedikit pun …..
Dipandang remeh seperti ini, membuat Willy melepaskan perasaannya ….
Sekarang, dia lebih memilih mempertaruhkan dirinya pada Dewi dan Lorenzo….
Dengan bertaruh pada kedua orang ini, yang satu demi pertemanan, yang satu demi cinta, pada
akhirnya mereka pasti akan memilih untuk membantunya!
Mungkin, cara ini lebih berguna daripada meyakinkan Yang Mulia.
“Ku sudah tahu, kamu harus mwan takdir sampai akhir.” Dewi sangat setia, “Jangan khawatir,
aku tidak akan membiarkan kalian mati, ini bukah sesuatu yang dkukan oleh seorang dokter.”
“Tapi, apa kamu tidak pernah berpikir, ku kamu tidak kembali,lu L benar–benar bertunangan
dengan orangin, apa yang harus kamukukan?” Willy memperingatinya.
“Ku hatinya memang berubah secepat itu, tidak ada yang bisa aku sesalkan.” Sebaliknya Dewi
berpikiran terbuka, “Baru setengah tahun tidak bertemu, diangsung ingin menikahi orangin, itu
menunjukkan bahwa dia sama sekali tidak tulus terhadapku.”
“Aku tidak akan mengomentari perasaanmu dengan L, aku hanya bisa berkata, ada banyak hal yang
tidak bisa dihindari.” Willy memperingatinya dengan serius.
“Apa kamu tidak tahu, ada berapa banyak orang yang memiliki pangkat dan kekuasaan yang tinggi,
yang sedang memikirkan cara untuk menikahkan gadisnya dengan L? Ku kamu tidak ada, mereka
akan mengambil kesempatan itu, gadis–gadis itu juga akan menggunakan berbagai cara untuk
merayunya ….
Bab 2121 Bertaruh
10 mutiara
Ku dia tidak berhati–hati dan terjebak, apgi orang itu memiliki status yang terpandang, maka
kamu akan benar–benar ditinggalkan, tidak ada yang bisa kamukukan saat itu.”
“…” Dewi pusing mendengarnya. “Bukankah dia hanya seorang pria? Kenapa sampai direbut seperti
itu???”
“L bukah seorang pria biasa.” Willy berkata dengan sungguh–sungguh, “Dia mewakili berbagai
sumber dari keluarga bisnis papan atas di dunia, memiliki harta yang tidak akan bisa habis seumur
hidupnya….
Bahkan aku, yang seorang Pangeran ini, hanyh seorang peran pendukung di hadapannya. Kamu
memang tidak peduli, tidak merasa bahwa dia begitu diperebutkan dan memiliki begitu banyak
kekayaan, tapi orangin tidak berpikir demikian….”
“Baih, aku mengerti.” Dewi memotong perkataannya, “Aku tahu dia sangat hebat, dia sangat baik,
tapi ku hatinya benar–benar berubah, aku juga tidak dapat menahannya.
Terlebihgi, kami sebelumnya pernah berpisah sma tujuh tahun, dia slu menungguku,
bagaimana mungkin mh ada banyak gosip sekarang??”
“Kekayaannya masih belum stabil pada saat itu, tapi sekarang sudah berbeda….” Willy menjskan,
“Dia sudah membuka pasar Eropa, kekayaannya sudah stabil, bahkan menghkan Ivan. Tiga
keluarga besar bahkan tidak berani memikirkan cara untuk berhadapan dengannyagi, bahkan
Presiden juga sangat menghormatinya.
Dia yang sekarang, sudah berada di puncak dunia, tentu saja ada banyak orang yang
memandangnya, juga ada banyak orang yang ingin mencapainya, bahkan tidak terkecuali Yang Mulia
kakekku!!!!
“Baih, ternyata dia begitu hebat, begitu populer….” Dewi menertawakan dirinya sendiri, “Lalu,
kenapa? Di mataku, dia hanyh Lorenzo, semua kemegahan dan status kedudukannya, tidak ada
hubungannya denganku.
Aku akan meneleponnya, dan menjskan keadaannya, ku dia memang tulus padaku, dia akan
menungguku sma setengah tahun….”
Seiring berbicara, Dewi mengeluarkan ponselnya dan mencari nomornya….
“Dewi!” Willy buru–buru menghentikannya, “Kamu jangan bodoh, ku kamu memberitahunya, bahwa
kamu ingin berada di sini sma setengah tahun, kalian akan benar–benar selesai.”
This content provided by N(o)velDrama].[Org.
“Kenapa?” Dewi masih tidak mengerti.
“Pria arogan sepertinya, bagaimana mungkin mengizinkanmu mengabaikannya berkali–kali? Terlebih
lagi hanya demi priain….” Willy khawatir, “Yang lebih penting adh, ku kamu tidak pergi kali ini,
mungkin kamu tidak akan bisa pergigi nanti.”