Bab 2118
Bab 2118 Tidak Ada Harapan
“Tentu saja suka.” Jawab Dewi tanpa ragu sedikit pun, “Kenapa tiba–tiba menanyakan hal ini?”
“Aku ingin tahu, seberapa dm perasaanmu terhadap Lorenzo ….” Willy memastikan sekaligi,
“Seth mendengar bahwa dia mau tunangan dengan orangin, kamu masih menyukainya?”
N?velD(ram)a.?rg owns this content.
“Dia seharusnya sedang marah padaku, marah karena aku tidak mendatanginya, mh pergi ke
Denmark tiba–tiba, jadi sekarang dia sengaja membuatku marah, ingin memancingku pergi ke Kota
Snowy mencarinya.”
Dewi mengucapkan isi hatinya dengan jujur.
“Aku dan dia bisa bertengkar, marah, bahkan saat bertengkar parah, juga bisa mengatakan putus, tapi
di hatiku, tidak pernah terpikir untuk berpisah dengannya….”
“Hm.” Bibir Willy terangkat tipis, “L adh orang kaya dan berpengaruh di seluruh negeri,
penampnnya luar biasa, kemampuannya sangat hebat, dia adh seorang dewa yang memiliki c,
kemungkinan semua wanita akan menyukainya….”
tidak
“Tidak ada hubungannya dengan itu semua.” Dewi menggeleng, “Meskipun suatu hari dia tidak kaya
lagi, tidak punya kemampuan, bahkan wajah tampannya itu hancur, aku akan tetap menyukainya.”
Ini adh pertama kalinya dia mengatakan hal itu, sebelumnya tidak ada yang pernah menanyakan
hal itu padanya, tapi sekarang, dia sangat mengerti isi hatinya ….
Dia benar–benar mencintai Lorenzo, ku pun seumur hidupnya ini harus menikahi seseorang, dia
pasti akan menikahi Lorenzo, ku tidak, dia tidak akan menikah.
“Benarkah?” Willy menatap Dewi dm–dm, tatapannya sangat kacau, “Iri sekali dengan L….”
Benar, iri sekali.
Iri karena dia memiliki pacar seperti Dewi, iri karena dia memiliki tubuh yang bagus, kemampuan yang
bagus, iri karena dia memiliki bibi yang melindunginya, membuka jn baginya….
Sedangkan Willy, tidak punya apa–apa.
Willy kadang berpikir, ku dia bisa memiliki tubuh yang sehat seperti Lorenzo, memiliki seorang
pelindung, apa nasibnya akan sama?
Apa dia bisa bertemu dengan Dewi? Apa Dewi akan mencintainya seperti dia mencintai Lorenzo?
“Kamu juga pasti akan menemukannya.” Dewi menghibur Willy sambil tersenyum, “Kamu juga sangat
hebat dan luar biasa, pasti akan bertemu dengan wanita yang menyukaimu dengan sepenuh hati.”
“Di dunia ini, tidak ada wanita yang lebih baik darimu.”
Willy menatap Dewi dm–dm, ada perasaan yang sangat familier di matanya. “Bagaimana
mungkin?? Banyak wanita yang lebih cantik, lembur, dan pengertian dariku….
“Dewi.” Willy memotong perkataannya, dengan penuh kasih sayang dia berkata, “Ku aku bng, aku
menyukaimu, sangat menyukaimu, apa kamu akan memberiku kesempatan?”
“Hah?” Dewi terpana, dia tidak pernah memikirkan pertanyaan ini, bagaimanapun orangin
memperingatinya, tapi dia tidak pernah menyangka Willy akan menyukainya.
Tapi….
Apa ucapannya sekarang ini adh sungguhan?
“Aku tulus.” Willy mengakui sekaligi, “Sebenarnya saat pertama kali kamu datang ke Kastel untuk
mengobatiku, akungsung menyukaimu, ku tidak, aku juga tidak akan mungkin keluar dari istana,
membahayakan diri demi mencarimu,lu ….”
“Willy.” Dewi buru–buru memotong ucapannya, “Kita ini sahabat.”
Perkataannya itu, menunjukkan sikap yang js.
Dari awal hingga akhir, dia hanya menganggapnya sahabat, tidak pernah ada pemikiran tentang pria
dan wanita sedikit pun.
“Bukankah kalian sudah putus?” Willy masih mencoba sedikit keberuntungan, “Apa tidak bisa
memberikanku satu kesempatan?”
“Aku tidak menganggap ini putus, dia hanya marah padaku, kami hanya perlu bertemu saja.” Dewi
sangat percaya diri, “Lagi p, ku dia benar–benar ingin putus denganku, aku hanya akan
mjang, tidak akan berpacarangi.”
Perkataan itu,ngsung menutup kesempatannya.
Willy tidak ingin mengatakan apa–apagi, ucapan yang sudah sampai di mulutnya, disimpannya
kembali, ia hanya bisa mendesah tak berdaya, “Baih.”
“Kamu sudah berputar–putar mengajukan banyak pertanyaan, sekarang bisakah kita kembali ke
mash utama Dewi bertanya dengan khawatir, “Sebenarnya ada mash apa?”