Bab 2107
Bab 2107 Berada Dm Prediksi
Lorenzo terdiam sejenak,lu berkata dengan datar, “Ku begitu, harus lihat sikapnya.
“Sekarang Anda adh penolongnya satu–satunya. Demi bs dendam dan naik takhta, dia akan
memenuhi semua syarat yang Anda berikan.” Jasper berkata dengan penuh arti.
This content provided by N(o)velDrama].[Org.
“Ya, termasuk Dewi.” Lorenzo tertawa mencibir, “Mungkin demi membantunya, Dewi akan datang
memohon padaku.”
“Ugh….”
Jasper tidak berani bicara, hanya merasa segnya berada dm prediksi tuannya ini.
Termasuk menggunakan kesempatan ini untuk membereskan Keluarga Henderson.
Asalkan Dewi tidak mkukan hal yang di luar prediksi, maka mereka pemenang terbesar.
Namun, hal yang paling dipedulikan oleh Lorenzo hanyh Dewi.
pun akan menjadi
Dewi bersin dua kali, merasa ada orang yang memakinya. Dia menggosok–gosok hidungnya,lu
melihat ponselnya, sama sekali tidak ada pesan atau panggn masuk.
Namun, sekarang dia tidak bisa berpikir begitu banyak. Mobil sudah sampai di istana.
Dewi turun dari mobil, masih dengan memakai jubah putih dan memakai kacamata khusus dokter. Tadi
pagi rambutnya tidak disisir, maka sedikit berantakan, tetapi masih cantik.
Dia, yang berpenampn begitu seadanya, terlihat sedikit tidak cocok dengan kemewahan istana.
“Tabib Dewi, skan!” Franky memperskan dengan sopan.
Dewi ikut di samping Willy,lu berjn masuk ke bagian dm istana.
Willy sudah cukupma tidak datang kemari. Dia menyipitkan matanya dan melihat ke depan,lu
sedikit mendesah, “Jika mau dihitung, sudah 10 tahun tidak datang ke sini.”
“Benar. Terakhir kali datang kemari, Anda masih remaja.” Franky mengenang kembali, “Saat itu adh
hari ng tahun Yang Mulia. Anda datang untuk menghadiri pesta.”
“Ya.” Willy menertawakan dirinya sendiri, “Saat itu, aku berguling jatuh dari tangga, sungguh
memalukan. Banyak orang yang menertawakanku. Hanya Kakek yang memapalku.”
“Ini bukan sh Anda, ada orang yang menckai Anda.”
Membicarakan hal ini, Franky merasa sedikit sedih, “Sgi Yang Mulia tidak ada, mereka memaksa
Anda untuk coba berdiri.”
“Js–js kaki Anda sudah lumpuh sma bertahun–tahun, tapi mereka masih memaksa Anda
berdiri. Saat Anda tidak bisa berdiri, mereka mh menarik Anda dari kursi roda,lu melonggarkan
pegangan mereka, membuat Anda berguling jatuh dari tangga.”
Membicarakan hal ini, Franky semakin marah, “Sekelompok binatang itu menindas Anda karena
mengandalkan kekuasaan orang tua mereka. Kemudian, beberapa dari mereka mh bng. mereka
masih anak–anak, maka suka bermain.”
“Mereka memang masih anak–anak, lebih kecil dariku.” Willy tersenyum, sepertinya tidak emosi karena
masalu itu, sebaliknya sangat tenang, “Beberapa anak yang lebih besar dariku terus. memberi
perintah di samping, tapi tidak bertindak sendiri.”
“Sejak saat itu, Yang Mulia pun tidak membiarkan Anda datang ke istana. Itu bukan karena tidak.
peduli pada Anda, minkan tidak ingin melihat Anda ditindasgi.” Franky mengh napas,
“Pangeran, Yang Mulia sangat menyayangi Anda, hanya saja… beliau juga tidak begitu berdaya.”
“Aku tahu.” Willy tersenyum kecut, dia mendongak dan melihat rerumputan hijau yang ada di kejauhan
sana, “Dewi, lihat, saat kecil, aku sering menunggang kuda di sana… juga terjatuh di
sana.”
Mendengar hal ini, Dewi semakin kasihan pada Willy, “Sama–sama satu keluarga, kenapa mereka
bersikap seperti itu padamu?”
“Ayahku adh putra sulung, paling mungkin mewarisi takhta…” Willy berkata penuh arti,lu
mengalihkan pembicaraan, “Kelihatannya hari ini masih ada tamuin.”
Melihat ada beberapa mobil mewahin yang terparkir di kejauhan sana, Willy pun menyipitkan
matanya.
“Yang Mulia masih memanggil beberapa anggota keluarga yangin, yaitu beberapa sepupu Anda.”
Franky berkata pn, “Tidak perlu khawatir. Yang Mulia tidak akan membuat Anda kesulitan.”
Willy tidak bicara, hanya diam.
“Aku mh ingin bertemu dengan orang–orang
Tangan Dewi terkepal sangat erat.
itu.”
Mendengar Willy dan Franky menceritakan kisah sewaktu Willy kecil, Dewi merasa sangat emosi. Dia
sungguh ingin memberikan keadn bagi Willy.