Bab 2086
Bab 2086 Interogasi
“Baik, Nona Dewi.” Robin lekas mksanakan.
“Sekarang aku ingin memeriksa sar air utama. Sar air di kamarmu dan juga ruang penyimpanan.”
Dewi mengambil tas ranselnya.
“Aku ikut denganmu.”
Pangeran Willy memberi instruksi tangan, para pengawal mendorong kursi rodanya dan menemani
Dewi pergi memeriksa bersama….
“Dewi, kamu curiga ada orang yang menaruh racun dm sumber air?” tanya Pangeran Willy.
N?velD(ram)a.?rg owns this content.
“Seharusnya kamu sudah tahu sejak awal kamu diracuni dan sudah mkukan pemeriksaan secara
diam–diam, ‘kan?” prediksi Dewi.
“Kamu sungguh cerdas.” Pangeran Willy mengh napas.
“Karena kamu sudah memeriksa, berarti tidak ditemukan mash di bagian dapur. Ku begitu,
mashnya ada di tempat tak terlihat.” Dewi mi berspeksi, “Sin sumber air dan ruang
penyimpanan, aku tidak terpikir tempatin.”
“Sebenarnya aku juga berpikir sumber air.” Pangeran Willy berkata, “Seluruh orang di istana
menggunakan sumber air yang sama denganku. Ku ada mash dengan air itu, kenapa mereka.
baik–baik saja?”
“Bagaimana kamu tahu mereka baik–baik saja?” tanya Dewi balik.
Pangeran Willy tertegun, seluruh pengawal pun gugup.
“Daerah pertengahan alis mereka menggp, berarti sedikit banyak, mereka juga diracuni. Hanya
saja, kondisi tubuhmu itu, ditambah obat yang membuat racun berbentrokan dengan obat. Jadi,
reaksimu lebih cepat terlihat.”
Dewi berkata dengan serius, “Terus terang saja, ku aku baru datang ke sini beberapa bngi,
kalian semua mungkin akan jadi mayat hidup, hingga nanti kastel ini jadi kediaman berhantu!”
Ketika mendengar ucapan ini, semua orang ketakutan.
“Mereka sungguh keji.”
Pangeran Willy marah hingga kedua tangannya gemetar. Ia yang biasanya stabil dan tenang, sekarang
kehngan kendali.
“Untung saja, semuanya masih sempat.”
Dewi memeriksa sumber air, ternyata mashnya dari sana. Jenis racun ini sangat kecil, tak terlihat,
tapi pn–pn menyerap ke dm tubuh manusia. Dm waktu yangma, orang
itu
dipastikan akan mati.
Sedangkan Pangeran Willy bisa bereaksi begitu cepat, yang pertama, karena ia th cacat untuk.
waktuma, jadi tubuhnya lemah. Kedua, karena ia slu mengonsumsi obat Dewi.
Obat dan racun saling bertindihan, jadi reaksinya semakin cepat.
Justru karena reaksinya begitu cepat, makanya dapat mengambil tindakan tepat waktu.
Jika tidak, Pangeran Willy akan sama seperti yangin. Baru ada reaksi seth beberapa bn,
hingga saatnya nanti, Tabib legendaris yang terkenal pun tak akan bisa mkukan apa–apa….
Pangeran Willy segera meminta orang untuk mematikan sumber air,lu menemani Dewi pergi
memeriksa ruang penyimpanan. Dewi memeriksa secara teliti, ia menyadari ada sekotak minyak
esensial yang belum dibuka.
“Minyak esensial ini digunakan khusus untukku.” Pangeran Willy menjskan, “Karena aku sulit tidur,
setiap mm harus menggunakan pewangi untuk tidur. Tapi, aku slu minta temanmaku yang
meraciknya. Seharusnya ia tidak akan menckaiku….”
“Aku tidak tahu siapa yang menckaimu, tapi minyak esensial ini memang bermash.” Dewi sangat
yakin, “Aku hanya bertanggungjawab mencari barang beracun, mengenai orangnya, kamu sendiri yang
menyelesaikannya.”
“Paham.” Pangeran Willy menganggukkan kep.
Di saat ini, pengawal datang mpor, seluruh orang sudah berkumpul di pintu utama.
Dewi dan Pangeran Willy lekas ke sana, “Apa ada pyan baru bekerja di kastil ini?” tanya Dewi.
“Tidak ada, mereka semua pyan yang ditinggalkan ayah dan ibuku.” Pangeran Willy mendesah,
“Hanya para pengawal di sampingku yang baru dipekerjakan dua tahunlu. Yanginnya sudahma
bekerja disini. Aku rasa, mereka tak seharusnya menckaiku.”
“Aku juga berharap seperti itu, tapi hati manusia sulit ditebak
Dewi tak banyak bicaragi, ia tiba di pintu utama dengan Pangeran Willy.
Pengawal, tentara, pyan, pembantu, total sekitar tujuh puluh sampai dpan puluh orang. Semua
grang berdiri dengan rapi di depan pintu. Mereka menunggu di interogasi oleh Dewi.
Pengawal dan tentara sering menghadapi hal besar, mereka tampak tenang,
Pyan dan pembantu semuanya gemetaran, mereka gugup dan ketakutan.