Bab 2075
Bab 2075 Kelembutan
Kata tunggu aku‘ itungsung melunakkan hati Lorenzo…
oleh Dewi.
Sebenarnya, itu juga bukan disebut terbujuk. Namun, sepenuhnya diluluhkan oleh kelembutannya.
Menatap mata Dewi yang begitu jernih dan polos, serta tatapannya yang begitu tulus, membuat hati
Lorenzo akhirnya melembut.
“Tiga bn ini akan belu dengan cepat….” Dewi memeluk pinggangnya, dan berkata dengan
lembut, “Kamu juga sibuk mengurusi banyak hal, ‘kan? Kita dapat menggunakan waktu ini untuk
menyelesaikan seluruh pekerjaan kita masing–masing. Seth semuanya selesai, kita dapat.
menghabiskan waktu bersama–sama tanpa gangguan apa pun.”
“Baih,” Lorenzo tidak berkata lebih banyakgi, “Tapi, kamu harus ingat ku kamu adh
milikku….
“Jangan khawatir,” Dewi tidak tahu harus tertawa atau menangis, “Kamu sudah cukup bagiku, aku tidak
berpikiran ingin menjni hubungan dengan orangin.”
“Begitu sudah tepat,” Lorenzo mencubit pipi Dewi, “Seandainya ada orang yang ingin mendekatimu,
kamu harus menjaga jarak dengannya, paham?”
“Seandainya seorang raja berusaha mendekatiku pun, aku tidak akan menanggapinya. Pacarku adh
Lorenzo, siapa yang dapat sebanding dengannya?”
Dewi memiringkan kepnya dengan ekspresi puas terpampang pada wajahnya.
“Hehe!” Lorenzo tidak dapat menahan tawanya. mencubit wajah kecil Dewi dengan tatapan penuh
kasih sayang, “Aku masih punya waktu dua jamgi sebelum pergi ke bandara. Beristirahah
denganku sebentar!”
“Iya,” Dewi bergeser ke samping dan menyisakan setengah tempat tidur untuk Lorenzo.
Lorenzo melepaskan mantelnya dan berbaring di samping Dewi. Ia mengulurkan tangannya dan
memeluk Dewi, dengan lembut mengecup keningnya.
Dewi berbaring di sampingnya seperti seekor anak kucing yang patuh dm pelukannya.
Keduanya saling berpelukan, kep mereka saling bersentuhan, dengan sedih saling menempel
satu samain.
11/0
11:18 Tue, 6 Jun M
Bab 2075 Kelembutan
10 mutiara
Ada kasih yang melingkupi ruangan itu, membuat suasana terasa tenteram dan bahagia.
Di luar ruangan, Jasper menempelkan telinganya cukupma ke pintu. Seth memastikan tidak ada
keributan, serta tidak ada suara barang yang dilempar, akhirnya ia dapat menghembuskan napas lega.
“Apa mereka sudah baikkan?” bisik Jeff.
“Sepertinya begitu,” Jasper mengh napas, “Sungguh tidak mudah bagi kedua orang ini untuk
berpacaran, hingga membuat kita kelhan seperti ini….”
“Hehe, ternyata memang caramu yang paling mempan,” Kelly diam–diam tertawa, “Setiap kali, kamu
slu mengajariku untuk berkata seperti itu pada Nona Dewi. Ternyata, benar–benar berhasil.”
“Untuk snjutnya kamu bisa lebih pintargi. Jadi, tanpa perlu aku ajari, kamu bisa bjar berbicara
sendiri.” Jasper mengingatkannya, “Paham?”
“Paham, paham,” Kelly berkali–kali menganggukkan kepnya.
Saat itu juga, ponsel Jasper tiba–tiba bergetar. Ketika ia melihatyar ponselnya, ia bergegas pergi
sambil menjawab, “Halo, Pak Presiden….”
Beberapa menit kemudian, ia kembali sambil memegangi ponselnya,lu mengernyitkan alisnya dan
bertanya pada Jeff, “Pak Presiden mendesak Tuan untuk kembali. Kita mungkin harus terbang lebih
awal.”
“Semuanya th disiapkan. Bahkan, di bandara sana juga th siap untuk berangkat,” Jeff berkata
pn, “Kamu sendiri yang pergi beri tahu Tuan.”
“Semua hal yang sulit, slu kamu lemparkan padaku,” Jasper sama sekali tak berdaya, namun ia
tetap menguatkan diri untuk mengetuk pintu dan memanggil dengan hati–hati, “Tuan….”
Tidak ada jawaban apa pun dari dm kamar.
Jasper pun ragu–ragu apa harus memanggilnya sekaligi. Namun, Lorenzo akhirnya menjawab,
“Mundur.”
“Baik,” Jasper bergegas menutup mulutnya,lu mundur ke bkang.
Lorenzo melihat ponselnya yang terus bergetar di atas meja, menyadari ku Presiden sedang
mengejarnya. kembali menatap Dewi yang baru saja tertidur di pelukannya,lu mengecup
keningnya, enggan berpisah dengannya. Ia pun bangkit dengan hati–hati, memakai bajunya,lu
mengambil ponselnya dan beranjak pergi…
Ketika ia berada tepat di bkang pintu, ia kembali menoleh menatap Dewi dengan hati yang berat.
Namun, ia tetap tegar dan mngkah keluar,lu menutup pintu itu.
“Tuan!”
2/3
Jasper dan Jeff segera datang menyambutnya.
“Jeff tetap di sini. Seth semua urusan disini selesai, kamu baru kembali png.” perintah
Lorenzo.
“Baik,” Jeff menganggukkan kepnya.
“Lalu, kamu.” Lorenzo menunjuk Kelly, “Jaga Dewi 24 jam.”
“Paham. Tuan!”