Bab 2067
Bab 2067 Mati di Hadapanmu
“Dasar g, g!”
Brandon berteriak marah, sebelumnya dia dipukuli habis–habisan oleh Denny karena
melindungi anak–anak dan pingsan, dia baru sadar karena suara tembakan barusan dan melihat
pemandangan ini.
Saat ini, wajah para petugas yang ada di lobi terlihat pucat ketakutan karena melihat Dewi tertembak,
tapi mereka tidak berani berkata apa pun.
Karena masih ada bsan anak di dm ruangan ini dan ada banyak anak yang tubuhnya dipasangi
bom.
Ku membuat Denny marah dan dia menekan remot itu, maka anak–anak akan hancur lebur karena
ledakan bom…..
“Sungguh mulia!”
Sepertinya Denny merasa sangat gembira melihat Dewi tertembak, senyuman di wajahnya berubah
riang, “Aku ingin lihat kamu masih bisa menahan berapa tembakan?”
Saat mengatakannya, dia kembali membidik anakinnya
“Ah, Kakak Dewi….”
Anak itu menangis keras karena terkejut.
“Jangan….
“Dor!”
Suara tembakan kembali terdengar, Dewi kembali bergegas mendekap anak itu dm pelukannya.
Tembakan ini mengenai pahanya, dia terjatuh di tanah dan tidak bisa berdirigi.
Saat ini, Dewi sudah tertembak dua kali, darah segar sudah membasahi baju putihnya, tubuhnya
gemetar karena menahan rasa sakit, keringatnya terus mes, dia menggertakkan giginya dan
berusaha bertahan….
“Kakak Dewi, huhuhu….”
“Nona Dewi!”
“Dewi!”
Anak–anak itu menangis.
Brandon beri keluar dengan panik.
Mina dan yanginnya juga sangat panik, tapi mereka tidak bisa berbuat apa pun.
Para polisi itu juga sangat panik, mereka takut terjadi sesuatu, tapi juga tidak berani bertindak
gegabah.
“Sangat mulia!” Denny tampak makin antusias melihat Dewi yang terluka, “Kamu benar–benar orang
baik, sepertinya aku sh paham padamu, kamu benar–benar melindungi anak–anak ini dengan
sungguh–sungguh!”
“Lebih baik kamungsung membunuhku saja!”
Dewi memelototi Denny sambil menggertakkan giginya.
“Tidakkah telu mudah membunuhmu dengan satu tembakan?” Denny mencibir sambil menyindir,
“Mana mungkin aku membiarkanmu mati dengan begitu mudah?”
“Kamu….”
Saat Dewi akan berbicara, Denny kembali mengangkat pistolnya dan membidik anak snjutnya
sambil berkata, “Ada lima anak di sini, ku menghadang satu tembakan untuk setiap anak, entah apa
kamu bisa bertahan?”
Kemudian, dia memegang kepnya dengan ekspresi bingung, “Masih ada bsan anakgi di dm
ruangan, kamu jangan mati dengan begitu cepat, ya
“Ku ingin membunuhku, terserah kamu ingin mkukannya dengan cara apa, tapi lepaskan anak–
anak dulu.”
Dewi masih memaksakan dirinya untuk bertahan, dia ingin melindungi anak–anak ini, meski itu harus
digantikan dengan nyawanya.
“Akan dilepaskan atau tidak, itu bergantung pada penampnmu. Denny mencibir dingin, “Apa kamu
sudah siap? Snjutnya!”
“Kamu …”
“Dor!”
Saat Dewi akan berbicara, Denny sudah melepaskan tembakan. Dia berusaha mendekat dengan
mengerahkan semua tenaganya, tapi karena kaki dan lengannya terluka, gerakannya lebihmban dan
dia tembat sngkah…..
Dia terjerembap di tanah, tidak memedulikan lukanya….
Dia mengira anak itu terluka, tapi terdengar teriakan ketakutan anak–anak di telinganya, “Ah,
Kakak Brandon!”
Jantung Dewi berdegup dan mengangkat kepnya, Brandon sudah bersimbah darah. Tadi dia
mengerahkan semua tenaganya untuk mendekat dan melindungi anak–anak, tapi perutnya mh
tertembak….
“Brandon!” Dewi merangkak mendekat dengan panik, dia buru–buru menekan luka pria itu, “Kamu
bertahah, bertahah!”
Bidikan Denny sangat tepat, dia tidak ingin Dewi mati begitu cepat, jadi dua tembakan sebelumnya
hanya melukai pundak dan kaki Dewi, tapi tembakan kali ini diarahkan ke perut Brandon, sangat
berbahaya…
Dewingsung panik, dia segera mencari kain kasa dari dm tas untuk menghentikan pendarahan
Brandon, dan pada saat ini, dia tidak sengaja melihat sesuatu…
Têxt belongs to N?velDrama.Org.
“Ckekek, benaran mesral”
Denny makin puas melihat Dewi begitu memedulikan Brandon, “Sekarang kamu mengerti
perasaanku, ‘kan? Aku memang ingin membuat orang yang kamu pedulikan mati satu per satu di
hadapanmu!”