Bab 2051
Bab 2051 Marah
Dewi melihat jam tangannya, “10 Menit.”
“Terima kasih!” Sonny mengikuti Dewi ke mobilnya, dan berkata dengan gugup, “Nona Dewi, Tuan
mengirim kami untuk melindungi Anda.”
N?velDrama.Org ? 2024.
“Ya.” Dewi mengangguk, “Lalu?”
“Kemarin mm, ada seorang berbaju hitam ingin menyerangmu, tapi sudah kami taklukkan….”
Sonny terbiasa mporkan pekerjaan, begitu dia mi bicara dengan Dewi, dia seperti sedang
mporkan pekerjaan pada Jasper.
“Aku heran kenapa akhir–akhir ini begitu tenang? Rupanya kalian diam–diam membantuku.” Dewi
tiba–tiba menyadari hal itu, “Sepertinya Denny dan anak buahnya belum meninggalkan Swednd.”
“Itu benar.” Sonny mengangguk, “Jadi, Nona tetap harus berhati–hati.”
“Aku tahu, terima kasih.” Dewi bertanya dengan santai, “Apa Lorenzo tidak memintamu untuk
kembali?”
“Tidak.” Sonny menjawab dengan sungguh–sungguh, “Kami mengikuti Nona seth Nona pergi hari
itu, dan butuh beberapa hari untuk mencari keberadaan Nona.”
“Siapa yang menyuruh kalian untuk mcakku?” Dewi mengerutkan kening, “Lorenzo??”
“Bukan ….” Sonny buru–buru menjskan, “Kak Jasper yang meminta kami untuk melindungi Nona
diam–diam, kami tidak tahu Nona di mana, itu sebabnya….”
“Sudah.” Dewi memotongnya, “Tugasmu sudah selesai, kamu bisa kembali.”
“Tidak, kami belum menerima perintah untuk kembali.” Sonny berkata dengan sungguh- sungguh,
“Lagi p, tugasku belum selesai.”
“Tugas apa?” Dewi bertanya dengan santai.
“Tugas… melindungi Nona.” Sonny hampir keceplosan, tetapi di saat yang tepat, dia buru–buru
mengubah kata–katanya, “Nona Dewi, jangan marah dengan Tuan, Tuan sangat peduli pada
Nona….”
“Ku dia peduli padaku, dia tidak akan terjerat dengan Juliana Henderson itu.” Memikirkan hal ini,
Dewi jadi marah, “Ku dia peduli padaku, dia akanngsung datang menemuiku dan menjskan
secarangsung, untuk apa mengirim kalian ke sini?”
“Bukan, bukan, seperti itu….‘
“Baih.” Dewi tidak ingin mnjutkan pembicaraan dengan Sonny, “Cepat bawa mereka
kembali ke Kota Snowy, jangan buang waktu kalian di sini.”
“Nona Dewi….”
“Turun.”
Dewingsung mengusir mereka.
Sonny tidak berani banyak bicaragi, diangsung turun dari mobil dengan kesal.
Dewi memperingatkangi, “Ku Lorenzo meminta pertanggungjawabanmu, katakan saja bahwa aku
memaksa kalian untuk kembali, dia pasti tidak akan menghukummu.”
“Nona Dewi….”
Sonny masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi Dewingsung mengemudikan mobil dan pergi.
Sonny melihat bayangan mobil yang pergi menjauh dan hanya bisa mengh napas.
Pengawal di sebhnya berbisik padanya, “Kak Sonny, bukankah kak Jasper menyuruhmu untuk
membujuk Nona Dewi, agar dia mau minta maaf pada Tuan, kenapa kamu tidak mengatakan apapun
dan turun dari mobil?”
“Menyuruhku bertarung itu bukan mash, tapi menyuruhku untuk meyakinkan seorang wanita, itu
sangat sulit, terlebihgi orang ini adh Nona Dewi….”
Sonny terlihat tidak berdaya dan tertekan.
“Ini….” Pengawal itu sepertinya bersimpati padanya, mereka ikut menjaga Dewi sma ini, seth
mengetahui temperamennya, mereka menyadari bahwa tugas ini memang lebih sulit daripada
berkhi.
Dewi melirik Sonny dan yanginnya dari kaca spion, dia merasa kesal.
Lorenzo tidak datang untuk menjskannya sendiri, tapi dia mh mengirim Sonny datang, apa–
apaan ini?
Apa dia sudah mkukan keshan dan tidak berani bertemu dengannya?
Atau mungkin tidak menganggapnya sama sekali?
Mungkin keduanya.
Semakin memikirkannya, Dewi semakin marah dan dia diam–diam memutuskan bahwa dia tidak akan
pernah peduli pada Lorenzogi.
Memikirkan hal ini, dia segera memblokir nomor ponsel Lorenzo, dan juga memblokir nomor Jasper.
Sesampainya di rumah, seth memarkir mobilnya, Dewi berencana untuk melihat Lessi, tapi
Bibi Lauren menghentikannya, “Lessi sudah tidur, besok pagi saja baru menemuinya, datanh ke
kamarku, aku ingin bicara denganmu.”
“Ya, aku ganti baju dulu.”
Dewi kembali ke kamarnya dan berganti pakaian,lu turun untuk menemui Bibi Lauren.
Bibi Lauren menyiapkan teh dan bertanya, “Apa Lorenzo menghubungimu?”