Bab 2040
Bab 2040 Lindungi Dirimu.
10 mutiara
Brandon melihat postur Lauren, sepertinya ada hal yang sangat penting, jadi dia bergegas masuk dan
menutup tirai, kemudian duduk dengan patuh di seberang Lauren, “Ada apa, kenapa begitu
misterius?”
“Paman Joshuamu th memilih beberapa yayasan untuk tahap awal dan berencana untuk pergi
survei, jadi beberapa waktu ini dia tidak ada di rumah, dan aku harus mengawasi panti asuhan untuk
mencegah Denny dan komplotannya menyerang anak–anakgi, jadi urusan Dewi, aku serahkan
padamu….”
“Tidak mash!!!”
Begitu Lauren selesai berbicara, Brandon sudah menyetujuinya dengan penuh semangat, dia berharap
bisa mengikuti Dewi setiap hari untuk melindunginya.
“Aku belum selesai bicara.” Lauren memutar matanya ke arahnya, kemudian berkata dengan
sungguh–sungguh, “Kamu dengarkan baik–baik, aku punya dua tugas untukmu, kamu harus
menyelesaikannya dengan baik.”
“Bibi katakan saja!” Brandon mendengarkannya dengan serius.
“Pertama, kamu selidiki dengan js karakter Pangeran Willy itu dan juga orang–orang di sekitarnya,
apa mereka memiliki niat burukinnya.
Kedua, ku orang–orang suruhan Lorenzo datang mencari Dewi, kamu jangan semena–mena
menghngi mereka, beri tahu aku dulu, aku ingin bertemu mereka secara pribadi.”
Lauren mengatakannya dengan serius, dapat terlihat js bahwa dia sangat peduli dengan dua
hal ini.
“Hal pertama, aku akan mksanakannya dengan baik, tapi yang kedua… apa itu perlu?” Brandon
cemberut dan berkata dengan tidak senang.
“Si Lorenzo itu, dia bng mau menikahi Dewi, tapi dia juga terlibat dm skandal terus- menerus,
apgi sekarang Dewi saja sudah kabur ke Swednd, dia juga tidak datang mencarinya untuk
memberi penjsan. Dia sama sekali tidak menganggap Dewi dengan serius. Orang seperti itu datang
ke sini untuk apa?”
“Kamu tidak tahu apa–apa.” Lauren berkata dengan marah, “Lakukan sesuai perkataanku!”
“Oh!” Meskipun Brandon merasa enggan, tapi dia tidak berani membantah perkataan Lauren.
“Kamu ambil ini.” Lauren menyerahkan satu pistol perak halus padanya, “Ku terjadi sesuatu, kamu
bisa menggunakannya untuk melindungi diri.”
“Tapi, aku tidak pandai menembak.” Brandon mengambil pistolnya dan berkata dengan lemah, “Sin
itu, aku belum pernah membunuh sebelumnya, aku takut ….”
“Kamu inikiki atau bukan?” Lauren menatapnya dengan kesal, “Kamu sudah ikut kami sma
bertahun–tahun, kenapa tidak ada kemajuan sama sekali?”
“Jangan memarahinya.” Pada saat itu, Joshua masuk dan berkata dengan nada protektif, “Dia tidak
dhirkan untuk memegang senjata, tapi untuk menggunakan komputer. Kamu mh bersikeras
memaksanya.”
Têxt belongs to N?velDrama.Org.
“Ini karena kamu yang memanjakannya.” Lauren memelototi Joshua, “Aku akan kembali ke kamar
untuk istirahat, kalian ngobrol saja.”
Lauren menunjuk Brandon, “Ingat kata–kataku!”
“Iya.” Brandon menjawab dengan enggan.
“Kamu harus mendengarkan apa yang dikatakan bibimu, kamu harus menjaga Dewi dengan baik, tapi
kamu juga harus melindungi dirimu sendiri.”
Sikap Joshua pada Brandon js lebih penuh kasih sayang, dia menepuk lengan Brandon yang
terluka dengan ringan dan berkata dengan tidak tega, “Lihat dirimu, bagaimana ku peluru itu bukan
mengenai lenganmu, tapi mengenai tubuh atau kepmu?”
“Aku tidak telu memikirkannya saat itu, aku melihat Dewi dm bahaya,lu aku pun dengan refleks
maju melindunginya.”
Kata Brandon sambil tersenyum.
“Ada banyak cara untuk menymatkan orang, kamu tidak harus menggunakan tubuhmu untuk
menghadang peluru.” Joshua mengerutkan kening dan memandangnya, “Nyawa Dewi adh nyawa,
nyawamu juga nyawa. Kalian berdua sama–sama keluargaku, aku tidak ingin sesuatu terjadi pada
sh satu dari kalian.”
“Itu berbeda, nyawa Dewi jauh lebih penting daripada nyawaku, hehe….”
Brandon berkata tanpa sadar.
“Tidak boleh berkata seperti itu.” Joshua tiba–tiba berteriak dengan tegas, “Kalian berdua sama, tidak
ada yang lebih penting dari yangin, kamu harus melindunginya, tapi juga harus mencintai dirimu
sendiri!”
Brandon jarang melihatnya terlihat begitu serius, dia merasa sedikit terkejut dan dengan cepat
mengangguk, “Ya, aku mengerti.”
Joshua tidak mengatakan apa–apagi, hanya menepuk pundaknya, kemudian berbalik dan pergi
Saat sudah sampai di pintu, dia tiba–tiba teringat sesuatu dan kembali berpesan, “Pistol yang diberikan
Bibi Lauren adh senjata khusus yang kita buat, kamu bawa setiap saat untuk melindungi Dewi, juga
bisa untuk melindungi dirimu sendiri.”
“Siap, Paman Joshua!”