Bab 2032
Bab 2032 Bertemu Lagi dengan Pangeran Willy
Kali ini, Dewi mendengarkan perkataan Bibi Lauren ….
Sebenarnya saat ia berada di Bunaken, sejak ia diserang oleh Denny, ia mi mempertimbangkannya.
Postur tubuhnya kecil dan kekuatannya lemah, meskipun ia memiliki keterampn yang terbng
lumayan, tidak mash jika menghadapi orang biasa, namun ia akan kesulitan jika menghadapi
master profesional seperti Denny.
Jadi, ia harus berubah…
Saat ia sedang berpikir keras, tiba–tiba ponselnya berdering, ia melihatyar ponselnya danngsung
menjawab panggn, “Willy!”
“Dewi, kapan kamu ada waktu, boleh bertemu?”
Suara Pangeran Willy masih sangat lembut dan enak didengar.
Mlui pintu kaca, Dewi melihat ke kamar pasien di sebh dan berkata dengan malu, “Dengan
keadaan Lessi sekarang, aku tidak nyaman bepergian jauh, bagaimana ku kamu ke sini, aku akan
mengirimkan matnya.”
“Oke.”
Seth menutup telepon, Dewi mengirimkan matnya ke Pangeran Willy.
Bibi Lauren sedikit tidak tenang, “Apa Pangeran Willy bisa dipercaya? Lebih baik jangan sembarangan
memberikan mat kita pada orangin, ini hal yang sangat penting.”
“Bibi Lauren, Willy adh teman baikku, dia memiliki kepribadian yang baik dan mempekukanku
dengan sangat baik, jadi ini tidak akan jadi mash.
Untuk berhati–hati, aku akan bertemu dengannya di Kafe yang berjarak 2 km dari sini, jika ada
mash di rumah, aku juga bisangsung segera png.”
Dewi berkata sambil membereskan barang–barang, “Aku mandi dulu di atas, tubuhku masih ada noda
darah dan nodainnya.”
“Oke, pergh.” Bibi Lauren membantunya berdiri, “Sebentargi aku akan minta orang menemanimu
pergi.”
“Tidak usah, aku bisa pergi sendiri, apa kunci mobilku di dm kamar?”
“Di dmcimu.”
“Im, terima kasih Bibi Lauren, bantu aku jaga Lessi, ku ada mash apa pun, bisa hubungi aku
kapan pun.”
“Oke.”
Dewi kembali ke kamar, mandi dengan cepat, berganti pakaian dengan pakaian yang tipis, memakai
topi, mengambil kunci mobil dan buru–buru pergi menemui Willy.
Baru saja Dewi mngkah pergi, Brandon turun dan bergegas bertanya pada Bibi Lauren, “Bibi
Lauren, Dewi mau pergi ke mana?”
“Dia keluar mengurus sesuatu, tidak jauh.” Bibi Lauren memelototinya, “Bukankah kamu mau ke rumah
sakit? Kenapa belum berangkat?”
“Aku barusan memberikan beberapa dokumen untuk Paman Joshua, sebentargi aku akan pergi.”
Brandon mengerutkan kening, “Apa tidak apa–apa Dewi pergi sendiri? Bibi Lauren, apa Bibi tidak
mengutus orang untuk menemaninya?”
“Di dm mobilku ada senjata khusus, dia keluar untuk bertemu seseorang yang dia kenal, terlebih
lagi dia pergi ke tempat yang tidak telu jauh, aku punya koneksi CCTV di sepanjang jn itu….”
Bibi Lauren menjskan dengan dingin, “Apa aku butuh perintahmu untuk mkukan sesuatu?”
“Betul, betul, ini shku.”
Brandon meminta maaf berkali–kali,lu bergegas pergi membawa pengawalnya.
Dewi pergi dengan mengendarai sebuah mobil pick up tua, ia mengendarainya seperti kuda liar yang
beri kencang, dm sekejap ia th sampai di Kafe Grapes.
san mengapa toko ini mengambil nama tersebut adh karena toko ini memiliki seekor anjing
bernama Grapes.
“Nona Dewi datang!”
Pemilik kedai menyapa Dewi.
Dewi biasa datang ke sini untuk membeli roti dan kopi, ia dan Bibi Lauren berdua sangat ms,
mereka tidak akan memasak untuk diri sendiri. Jika Paman Joshua dan Brandon tidak di rumah, tidak
ada orang yang memasak, mereka akan pergi keluar membeli makanan.
Kopi di kedai ini biasa saja, namun rotinya sangat lezat.Têxt belongs to N?velDrama.Org.
“Halo, Bos.”
Dewi tidak ingat namanya, setiap kali iangsung memanggilnya “bos“, ia mencabut kunci mobilnya
dan masuk ke dm kedai, baru saja ia duduk, mobil mewah berhenti di depan kedai.
2/3
Pemilik kedai membawakan iced americano ke hadapan Dewi dan juga memberikannya beberapa
potong roti, ia mengangkat alisnya dan bertanya, “Mobil mewah itu bukan datang untuk menemuimu,
‘kan?”
“Sepertinya iya.” Dewi meneguk iced americano itu, sangat pahit hingga ia hampir memuntahkannya,
“Rasa kopi disini masih seburuk biasanya.”
Tepat pada saat ini, Robin membukakan pintu untuk Pangeran Willy, diikuti dengan empat pengawal
bertubuh tinggi di bkangnya dan beberapa oranginnya yang berjaga di depan pintu ….
Tiga Harta: Ayah Misterius …