Bab 2024
Bab 2024 Apakah Sudah Putus?
“Kamu benar!”
Diam–diam Dewi memutuskan, tidak akan pernah memaafkan Lorenzo.
“Aku akan memberitahumu apa yang harus kamukukan snjutnya.” Gadis itu menarik Dewi, terus
bicara, “Pertama–tama, kamu harus mematikan ponsel, kehngan kontak….”
“Tunggu.” Dewi menynya, bertanya dengan bingung, “Bukankah sudah putus? Kenapa masih harus
mkukan yang tidak perlu?”
“Meski sudah putus, kamu tetap harus menghukumnya.” Gadis itu marah, “Dia menipumu, melukaimu,
dan membuatmu sedih, apa kamu tidak ingin memberinya pjaran?”
“Itu….
“Ku dia mkukan keshan dan tidak dihukum, kk dia akan terus menyakiti gadisin ….
“Kamu benar! Kehngan kontak,lu?”
Dewi merasa gadis itu benar–benar seorang pakar cinta, harus bjar darinya.
“Kenapa harus kehngan kontak? Karena seth putus beberapa waktu, pria akan menyesalinya,
ditambahgi dengan sifat posesif, dia takut kamu akan mencari pacar baru.
Ku kamu kehngan kontak, dia akan panik dan cemas, mengira kamu sudah menemukan orang
lain. Saat itu, dia akan mengg
Yang kita inginkan adh mengacaukan mentalnya, membuatnya rumit, terg–g padamu….”
Gadis itu berbicara semakin bersemangat, “Saat itu, posisimu berubah dari rendah ke tinggi, punya
hak untuk bicara dan membuat keputusan.”
“Aku mengerti.” Dewi terus mengangguk, “Snjutnya?”
“Ku dia tidak bisa melupakanmu dan kamu punya ni yang sangat tinggi, dia akan datang
mencarimu, saat itu….”
Gadis itu berhenti bicara, mi jual mahal, “Aku lh, anak dm perut sedang menendangku, tidak
bisa bicaragi. Ku sudah sampai tahap itu, kamu tanya padakugi, aku berikan nomor teleponku
padamu.”
All content is property ? N?velDrama.Org.
“Oke, oke.” Dewi segera mencatat nomor ponselnya, “Apa rumahmu di Swednd?”
“Ya. Ku kk ada mash, kamu bisa mengajakku bertemu dan mengobrol.” Gadis itu terlihat
ramah, “Tapi mengajar secara gratis juga cukup melhkan, terutama purutku sudah begitu besar,
haiz…..
1/2
Saat bicara sampai di sini, dia masih memegang perut, terlihat sangat sedih, “Semua uangku sudah
ditipu, sekarang hanya sisa sedikit, tidak tahu apa orang tuaku akan peduli padaku atau tidak. Ku
tidak peduli, aku tidak punya uang untuk mhirkan.”
“Seharusnya tidak akan seperti itu.” Saat melihatnya sedikit kasihan dan merasa tidak enak hati karena
sudah bjar begitu banyak ilmu, Dewi segera membuka dompet, memberikan semua uang tunai
padanya, “Anggap saja sebagai biaya bjarku!”
“Ini, sungguh tidak enak hati….” Gadis itu sedikit tersanjung, “Ini ada beberapa puluh juta.”
“Ambih.” Dewi berkata dengan santai, “Itu tidak seberapa, aku masih punya sangat banyak.”
“Baih, terima kasih.”
Sikap gadis itu berubah 180 derajat, seh–h bertemu dengan klien besar, “Kakak, ku kk ada
mash, cari aku kapan saja, aku bisa mengajarimu setiap saat. Ku kamu ada waktu, aku juga bisa
menceritakan kisah ke–8 pacarku padamu.”
“Ku mendengar kisah, itu tidak perlu….” Dewi segera berkata, “Lain kali ku bertemu mash
seperti ini dan tidak tahu harus bagaimana, aku akan tanya padamugi.”
“Oke, oke, ponselku aktif sma 24 jam, kamu bisa mencariku kapan saja.”
Gadis itu mengangguk dengan gembira, merasa sudah bertemu dengan seorang penymat.
Uang si gadis bodoh ini sungguh mudah ditipu. Ku ada dia, aku tidak perlu takut tidak uang untuk
dirawat di rumah sakit…..
Saat melihat tampangnya yang puas, Dewi menaikkan sudut mulut….
punya
Keduanya saling meninggalkan nomor telepon dan nama, mengobrol sepanjang jn, waktu pun
belu dengan sangat cepat.
Dengan segera, pesawat tiba di Swednd, keduanya berpisah seth keluar dari bandara.
Brandon datang menjemput Dewi, mengendarai sebuah mobil bp kuning, sangat keren. Dia
langsung bertanya begitu bertemu Dewi, “Dewi, kamu sudah putus dengan Lorenzo, ‘kan?”