Bab 2016
Bab 2016 Berharap Murid Berhasil
Mendengar suara mobil di luar, akhirnya Dewi tidak tahan untuk berbalik badan dan melihat ke luar.
Sekarang kondisi lukanya masih parah, lehernya tidak bisa bergerak telu banyak. Ku mau
menoleh, seluruh badannya harus berbalik dan gerakannya sangatmbat.
N?velDrama.Org ? 2024.
Karena itu, dia tidak bisa melihat mobil Lorenzo.
Saat dia menoleh, mobil sudah menghng.
Dia luar biasa sedih, menyesal tadi tidak keluar mengantar Lorenzo, juga tidak mencium atau
memeluknya. Bahkan tidak berpamitan dengan benar, pria itu pergi begitu saja.
Mengapa dirinya harus keras kep dan berpura–pura kuat?
Sekarang dirinya seorang diri menyesal di sini, tapi Lorenzo juga tidak tahu.
Berpikir seperti ini, Dewi merasa sedih.
“Nona Dewi, jangan khawatir. Tuan akan segera kembali.”
Kelly sudah ikut Dewi begituma, pehanhan sudah bisa memahaminya. Sekali lihat, dia
langsung tahu pemikiran Dewi.
“Aku tidak peduli kapan dia akan kembali.” Dewi masih berpura–pura kuat, “Dia tidak ada, aku mh
sangat senang.”
“Nona tidak kangen Tuan?” Kelly bertanya sambil tersenyum.
“Tidak!” Dewi mengaduk–aduk buburnya dengan sendok. Semangkuk bubur itu diaduk olehnya hingga
tumpah.
“Baih, Nona tidak kangen. Tuan sibuk dengan urusannya, sedangkan kita merawat kesehatan
dengan baik.” Kelly menenangkan Dewi sambil tersenyum, “Nona Dewi, coba pangsit ini, sangat
enak.”
“Hm….”
Beberapa hari berikutnya, Dewi merawat kesehatannya dengan tenang. Dia ingin mengobati dirinya
sendiri, maka mencari san untuk menyuruh Karen dan timnya pergi. Biaya pengobatan tetap
dibayar seperti biasa.
Karen adh dokter yang punya moral tinggi. Meski suka uang, tapi dia mau mendapatkannya.
dengan cara yang benar.
Diangsung memberi tahu Jeff bahwa pembayaran hanya perlu dihitung sampai hari ini, tidak perlu
diberi lebih.
1/3
Bab 2016 Berharap Murid …
10 mutiara
Seth memastikan maksud dari Dewi, Jeff punngsung membayar seluruh biaya pengobatan ke
Karen,lu mengutus orang untuk mengantar Karen dan timnya ke bandara.
Seth tim medis pergi, Dewingsung menyuruh orang untuk menyiapkan ruang medis dan bahan–
bahan obat. Dia mi meracik obat dan mengobati dirinya sendiri.
Sin mau kesehatannya cepat pulih, dia sungguh meracik obat yang bisa menumbuhkan rambut
dengan cepat. Dia tidak mau terus botak seperti ini.
Kelly berkata dengan antusias, ku resep obat ini dipatenkan dan dijual keluar, pasti akanngsung
terkenal di seluruh dunia, menjadi produk palingris di pasaran.
Bagaimanapun juga, orang zaman sekarang telu banyak menggunakan obat, rambut rontok menjadi
sangat parah. Penelitian ini benar–benar tepat waktu.
Dewi tidak mau membesar–besarkannya, bng ini hanya sebuah resep yang sangat sederhana, tidak
mau sampai menjualnya ke pasaran. Biarkan saja beberapa orang botak, maka bisa terlihat. mereka
luar biasa cerdas.
Kelly tertawa mendengarnya, sambil mengatakan bahwa pemikiran Dewi sangat unik, sungguh.
berbeda dengan orang pada umumnya. Ini disebut jenius.
Dewi tidak merespons, sebenarnya dia hanya tidak mau membesar–besarkan hal ini. Apgi saat ini,
Denny dan Organisasi Dark Night sedang mengawasi dirinya. Dia mau memulihkan kesehatan dengan
tenang dan jangan menonjolkan diri.
Dengan kondisi seperti ini, sepuluh hari punngsung belu dengan cepat.
Luka Dewi sudah lumayan pulih, tapi sekarang dia masih tidak berani menggunakan obat penumbuh
rambut. Tunggu lukanya sudah sepenuhnya pulih, baru digunakan. Ku tidak, rambutnya akan pitak
sebh di bagian yang masih ada luka.
Sma ikut Dewi, Kelly bjar banyak hal.
Meski kemampuannya kurang baik dan daya tangkapnya lemah, tapi sekarang dia sudah bisa menjadi
asisten Dewi.
Tidak seperti saat awal, Dewi menyuruhnya mengambil bahan obat dengan menyebutkan bahasa
aslinya, dia sama sekali tidak tahu yang mana. Dewi mengajarinya pun, dia tetap tidak bisa ingat.
Membuat Dewi memarahinya, bng dengan kemampuan dirinya yang seperti ini, seumur hidup hanya
bisa menjadi perawat kecil.
Kelly berng kali meminta maaf, bahkan tidak berani bernapas kencang–kencang.
Dewi juga merasa dirinya sedikit keteluan, maka meminta maaf pada Kelly. Dm hati, dia pun
teringat pada gurunya.
Dulu saat Guru mengajarinya, diangsung bisa mengerti sebagian besar ilmu begitu dijskan
sekali.
Namun, juga ada beberapa hal yang tidak dia mengerti saat Guru ajarkan. Gurunya juga bisa
memarahinya. Saat itu, dia merasa sangat getir.
Sekarang dipikir–pikir, sebagai guru, memang ada perasaan berharap muridnya bisa berhasil!