Bab 2002
Bab 2002 Ternyata
Lorenzo yang melihat Tabib Hansen pergi, perasaannya menjadi rumit tak terjabarkan
Jeff bergegas keluar dan bertanya dengan suara rendah. “Tuan, jangan–jangan dia adh
“Gurunya!” Lorenzo sudah bisa menebaknya, Dewi begitu muda, tetapi memiliki keterampn medis
yang luar biasa, pasti ada seorang ahli di bkangnya.
Dan orang yang ahli ini adh Tabib Hansen!
Dia bukan hanya gurunya, dia juga satu–satunya kerabatnya didunia ini.
“Jadi begitu.” Jeff segera mengerti, “Apa perlu dikejar kembali?”
“Tidak perlu.” Lorenzo menggelengkan kep, “Keduanya seperti sengaja tidak ingin bertemu satu
samain, mungkin ini belum waktunya.”
“Benar juga.” Jeff mengangguk–anggukkan kep, “Mungkin Nona Dewi ingin membuat beberapa
pencapaian dulu, baru kembali menemui gurunya, sedangkan Tabib Hansen ingin menunggu
kesempatanin yang lebih baik untuk bertemu dengannyagi?”
“Mungkin juga.” Lorenzo tidak banyak bicara, “Utus orang untuk melindungi Tabib Hansen. dengan
baik, tunggu hingga kondisi Wiwi membaik, aku sendiri yang akan mengantarkan Tabib Hansen
kembali.”
“Baik.”
Tabib Hansen berjn pehan, menyusuri koridor panjang sma beberapa menit.
Dixon menuntunnya dengan hati–hati, melihat ekspresinya yang rumit, dia pikir gurunya. kelhan,
“Guru, ayo kembali ke hotel lebih awal untuk beristirahat.”
Property ? 2024 N0(v)elDrama.Org.
“Tidak perlu ke hotel,ngsung kembali ke Kota Tua!”
Suara Tabib Hansen serak, dan ia tampak sedikit sedih.
“Kembali sekarang?” Dixon sedikit terkejut, “Biaya pengobatan masih belum dibayar … Ah Guru, mata
Anda kenapa merah?”
“Tertiup angin….”
Seth Tabib Hansen mengatakan ini, dia terdiam.
“Angin kota Bunaken memang besar, karena di pinggirut….”
Di dm bangsal. Heidy sedang memeriksa Dewi, dengan terkejut mengumumkan, “Operasi
10:53 Tue, 6 Jun·
Bab 2002 Ternyata
10 mutiara
berjn dengan sangat sukses, observasigi sma 24 jam, ku tidak ada gej, berarti tidak ada
mash.”
“Syukuh!”
Para perawatinnya ikut merasa terharu, dan ada orang yang dengan suara rendah berkata ingin
mendatangi Tabib Hansen minta diajarkan.
Ketika Lorenzo kembali ke bangsal, semua orang terdiam dan mundur ke samping dengan panik.
Heidy menggunakan bahasa inggris mporkan situasi, Lorenzo sangat senang mendengarnya, dia
duduk di samping tempat tidur, memegang tangan Dewi, diam–diam menemaninya.
Dengan segera, Sonny datang mpor, mengatakan bahwa Tabib Hansen akan kembali ke Kota
Tua.
Lorenzo berkata, minta Tabib Hansen tinggal dulu sma 24 jam, tunggu waktu observasi berakhir
baru pergi.
Sonny segera bergegas menyampaikannya.
Waktu belu sedikit demi sedikit, semuanya masih gugup menunggu dan tidak berani merasa lega
sepenuhnya.
Lorenzo terus berjaga di rumah sakit hingga keesokan harinya, tepat 24 jam belu, kondisi Dewi
cukup baik!
Heidy mengumumkan bahwa masa kritis sudah lewat, snjutnya hanya perlu istirahat beberapa
bn dan pehan akan sembuh, serta kembali normal.
Lorenzo akhirnya bisa merasa lega, dia memerintahkan Jeff dan yanginnya untuk melindungi Dewi,
kemudian membawa Jasperngsung menuju Hotel Taman Oriental untuk menemui Tabib Hansen.
Namun, Tabib Hansen th selesai mengemasi kopernya, bersikeras ingin pergi, dan bahkan
menunjukkan bahwa dia tidak ingin bertemu dengan Lorenzo, dia meminta pengawal untuk
memberitahunya agar tidak perlu kemarigi.
Pengawal tidak berani menghngi, dan tidak berani membantah Tabib Hansen, kemudian. segera
menelepon Jasper untuk mpor
Jasper kemudian memberitahu situasinya pada Lorenzo, Lorenzo tersenyum, “Sungguh keras kep,
mereka benar–benar satu keluarga.”
“Sudah hampir sampai, sudah di depan.” Jasper tersenyum, “Pesawat khusus juga sudah siap,
katanya Tabib Hansen juga membawa anjingnya kemari, saat ini Wezo sedang bernegosiasi dengan
bandara mengenai mash membawa anjing masuk.”
“Penuhi setiap permintaan Tabib Hansen.” Perintah Lorenzo.
“Baik.”
Saat Jasper sedang berbicara, sebuah mobil mju ke arahnya, Jasper membuka kaca jend mobil,
dan melihat ke sana. “Itu mobil yang mengantar Tabib Hansen ke bandara!”
“Ya.” Lorenzo memberi isyarat, pengawal segera keluar dari mobil dan membukakan pintu.
Lorenzo bersiap memberi sm pada Tabib Hansen dari pinggir jn, tapi pada saat ini, mobil di
depan menurunkan kecepatan, dari dm mobil terdengar suara gonggongan anjing “Guk guk guk” ….
Tabib Hansen berteriak marah, “Wiwi, tenang sedikit!”
Lorenzo gemetar, ternyata ….