Bab 1992
Bab 1992 Ledakan Lagi
Sudahrut mm di kota Bunaken.
Dewi tahu, siang hari Jeff sudah membawa Tabib Hansen turun bukit menuju kota Bunaken, sekarang ia
jadi susah tidur….
Dan yang membuat gugup adh, dia teringat pemberontakan dan kekeras kepannya pada saat itu,
membuat hati gurunya terluka, tidak tahu apa gurunya sekarang masih mengenalinya, apa gurunya akan
memarahinya atau bahkan hanya akan mengabaikannya dan pergi ketika melihatnya….
Memikirkan hal ini, Dewi merasa gelisah ….
All content is property ? N?velDrama.Org.
Ketika sedang berpikir, ponselnya tiba-tiba bergetar, Dewi menerima beberapa pesan singkat dari
sebuah nomor tidak dikenal, dia membukanya dan wajahnya menjadi pucat karena terkejut…
Pesan tersebut berisikan video ledakan di panti asuhan, di dm video itu, panti asuhan itu berantakan,
banyak anggota staf dan anak-anak yang terluka, anak-anak berdiri di taman bermain tanpa s kaki,
menangis ketakutan….
Tiga pesan singkat berturut-turut, terjadi di panti asuhan Negara Swednd, waktunya adh satu jam
yanglu….
Dewi segera menelepon Bibi Lauren, telepon tidak bisa tersambung, kemudian ia menelepon Paman
Joshua, tapi teleponnya juga sibuk, akhirnya dia menelepon Brandon, seth berdering cukupma,
panggnnya akhirnya tersambung.
“Hei, kawan.”
“Brandon, apa yang terjadi di panti asuhan?”
“Ugh, bagaimana kamu bisa tahu terjadi sesuatu di panti asuhan?” Brandon berkata tanpa berpikir,
seth itu ia bergegas mengubah kata-katanya, “Sebenarnya tidak ada apa-apa, hanya mash kecil,
jangan khawatir…
“Ada ledakan, begitu banyak orang terluka, kamu masih bng padaku hanya mash kecil??” Dewi
sangat marah, “Cepat jujur padaku.”
“Ini …” Brandon sangat terkejut, “Bagaimana kamu bisa tahu terjadi ledakan? Siapa yang
memberitahumu?”
“Aku menerima videonya.” Dewi berkata dengan cemas, “Terjadi di tiga panti asuhan 001 002
003??”
“Iya.”
Brandon yang melihatnya sudah mengetahui segnya, bahkan tahu nomor panti asuhan mana, maka
peristiwa itu sudah tidak bisa ditutupigi, ia hanya bisa berkata jujur.
“Mm ini terjadi ledakangi di tiga panti asuhan ini, ada sebagian staf yang terluka, termasuk
beberapa anak-anak, sekarang sudah diantar ke rumah sakit, kamu jangan khawatir….”
“Lagi???” Dewi seketika menangkap kata kuncinya, “Sebelumnya pernah terjadi ledakan??” “Ugh….”
“Cepat beritahu yang js padaku.” Dewi berteriak marah.
“Beberapa hari yanglu sudah terjadi ledakan satu kali, saat itu hanya ada beberapa staf terluka, anak-
anak baik-baik saja, tapi kali ini
yang
Brandon berhenti sejenak,lu bicara dengan pn. “Tiga panti asuhan, total ada tujuh anak yang
terluka, satu diantaranya terluka parah. Bibi Lauren sekarang ada di rumah sakit….”
“Kenapa bisa seperti ini?” Dewi sangat panik, “Ada mash, kenapa tidak memberitahuku??”
“Bibi Lauren dan Paman Joshua mrangku untuk memberitahumu, mereka bng, mungkin ini adh
h Denny, tujuannya adh agar kita tidak ikut campur urusanmu, makanya kita tetap di Swednd,
tidak berani pergi.
Hanya Paman Joshua yang pergi sekali ke Negara Maple, tapi keesokan harinya kembaligi. Kita kira,
si g itu tidak akan menyentuh panti asuhangi, tidak disangka mm inigigi ….”
Ketika Brandon sedang berbicara, ponsel Dewi mendapatkan sebuah panggn dari nomor tidak dikenal
….
Dewi segera berkata, “Brandon, tunggu sebentar.”
Seth berkata, dia mengganti jalur teleponnya, “Halo!”
“Keluarga Moore bisa melindungimu, tapi tidak tahu apa bisa melindungi panti asuhanmu?”
Suara Denny terdengar mlui telepon, membawa hawa dingin yang suram.
“Dasar g!!!” Dewi berteriak marah, “Anak-anak itu tidak bersh, kenapa kamu menyentuh mereka?”
“Ya benar, anak-anak itu tidak bersh….” Denny berkata pn, “Apa Tania-ku bersh? Ku bukan
karena kamu, mana mungkin dia mati??”