Bab 1962
Bab 1962 Idku
Ivan th dikhkan.
Sin pasukan yang ada di helikopter, Presiden juga mengutus pasukanin berjaga di luar
Istana.
Begitu dia berteriak, Prajuritngsung masuk dan menaklukkan anak buah Ivan.
Dm sekejap, semua tamu terhormat yang hadir di sana bersaksi untuk Lorenzó, mereka mengatakan
bahwa Wakil Presiden gagal merebut harta keluarga Grup Moore, jadi dia menuntut Lorenzo dengan
tuduhan yang tidak bersan, dan bahkan mencoba membunuhnya….
Singkatnya, Presiden yang sudahma tidak senang dengan Ivan, memanfaatkan kesempatan ini untuk
melepas jabatan Ivan!
Sedangkan Lorenzo sudah membawa tunangan dan pasukannya keluar dari Istana Wakil Presiden
“Kali ini, apa aku datang dengan sia-siagi?”
Dewi melihat formasi di luar jend, pasukan Prajurit berdiri tegak di kedua sisi jn dan memberi
hormat pada rombongan keluarga Moore.
Dia merasa sedikit kesal, mengingat bahwa dia th dua kali menymatkan Lorenzo di Negara Maple,
tetapi pada akhirnya, dia menyadari bahwa Lorenzo th mengatur segnya….
Kali ini, juga sama.
Dia melepaskan kesempatan untuk mrikan diri, kembali untuk menymatkannya, dan menarik
perhatian orangin, dia pikir kali ini dia akan menjadi pawan wanita sungguhan ….
Tetapi pada akhirnya, dia menyadari bahwa meskipun dia tidak kembali, Lorenzo juga dapat
menymatkan dirinya sendiri!
Sebenarnya, semuanya ada dm rencana Lorenzo, hanya dia yang tidak termasuk di dmnya!
“Tuan, kali ini Tuan th menyembunyikannya dari kita semua.” Jeff merasa sedih, “Mash sebesar
ini, bahkan aku pun tidak tahu.”
“Jangankan kamu, aku juga tidak tahu.” Jasper mengh napas, “Oh, aku benar-benar sakit hati, aku
sampai tidak tidur semman.”
“Aku juga.”
“Aku juga.”
Sonny dan Wezo juga ikut menanggapi.
“Aku pergi menemui Presiden seorang diri.” Lorenzo berkata dengan datar, “Mata Ivan sangat jeli, Ku
menunjukkan sedikit kelemahanmu, dia bisa segera menyadarinya.”
“Benar.” Para pengawal tidak berani berkata lebih banyak.
Tapi, Dewi punya pendapatin, “Ku aku tahu dari awal, aku tidak akan kembali, susah payah. aku
mrikan diri, huh!”
“Kamu ingin mrikan dirigi?” Lorenzo mencubit wajah kecilnya dan mendekatinya, “Kamu mau
mrikan diri kemana? Hm?”
“Aku….”
Saat Dewi ingin berbicara, Lorenzo sudah mencium bibirnya.
Yanginnya bergegas memalingkan wajah, tidak berani melihatgi.
“Apa yang kamukukan.”
Dewi sedikit malu dan wajahnya memerah.
“Apa kamu benar-benar menyembunyikan bom di setiap sudut Istana Kepresidenan?” Lorenzo
mengangkat wajahnya dan bertanya dengan rasa ingin tahu, “Tidak mungkin secepat itu, ‘kan.”
“Hanya tiga dan semuanya sudah meledak.”
Dewi menjawab dengan bangga.
“Hahaha, begitu rupanya.”
Beberapa orang yang mendengarnya juga ikut tertawa.
“Tampaknya tebakan Ivan benar, Nona menggunakan ketiga bom itu untuk menimbulkan kekacauan,
dan membuat tamu terhormat itu terus menekan Ivan….” Jasper mengaguminya, “Trik ini benar-benar
sangat hebat!*
“Benar.” Jeff bertanya dengan penuh semangat, “Nona Dewi, bagaimana Anda bisa menaruh bomnya?
Dan siapa yang Anda suruh untuk meledakkan bomnya?”
“Mungkinkah perawat itu?” Jasper juga penasaran.
“Tentu saja bukan, bi….”
Dewi hampir mengatakan bahwa Bibi Laurenh yang pergi terlebih dahulu, tetapi di saat yang tepat, dia
menarik kembali kata-katanya.
“Tidak sulit untuk menempatkan bomnya, ketika kembali dengan kendaraan Militer, aku tidak menyangka
bahwa kendaraan Militer itu akanngsung menuju gudang penyimpanan senjata, jadi aku segera
meletakkan bom di taman dm dan gudang bahan makanan.
N?velD(ram)a.?rg owns this content.
Sedangkan untuk gudang penyimpanan senjata, hanya perlu memasang detonator. Sin itu, ada
banyak anjing pemburu di Istana, aku memanggil mereka untuk membantuku menekan detonator….”
“Jadi, yang membantumu adh anjing-anjing pemburu itu?” Sonny sangat bersemangat, “Tabib Dewi,
kamu luar biasa!!!!”
“Ya, aku sangat mengagumimu.” Wezo berkata dengan jujur, “Kamu adh idku!!!”
*Hahaha, idku juga….
Sekelompok orang itu mengungkapkan kekaguman mereka pada Dewi, terutama Wezo yang begitu
menyanjungnya.
Bahkan mereka tidak pernah mengagumi Lorenzo seperti itu.