Bab 1936
Bab 1936
Dewi kehngan kata-kata, ia sudah tahu sejak awal, Lorenzo adh orang yang tidak mudah dihadapi.
Meskipun Bibi Lauren menyelinap masuk, Brandon menunggu di luar, ia tetap tidak bisa menghindari
nasib untuk ditangkap.
Bagus sekali, seluruh pasukan kini th tertangkap!
Brandon th tertangkap, Bibi Lauren juga mengikutinya masuk ke dm kastil ….
Meskipun ia memakai sayap, ia tetap akan sangat sulit untuk kabur keluar!
Jangan-jangan, ini adh takdir?
Namun, Bibi Lauren akan baik-baik saja, Brandon yang akan sengsara
Saat teringat ini, Dewi secepatnya berkata, “Cepat lepaskan orang itu.”
“Kenapa? Hatimu sakit?” Lorenzo mengerutkan kening dengan marah, “Pria sampah seperti ini. apa
layak untuk kamu kenang?”
“Aku hanya tidak ingin membebani dia.” Dewi khawatir Brandon akan mati di tangan Lorenzo, “Dia
sebenarnya berniat baik, cepat lepaskan dia.”
“Boleh lepaskan dia, tunggu sampai kita menikah.” nada bicara Lorenzo sangat tegas, sama sekali tidak
ada ruang untuk berdiskusi.
“Dia orang yang tidak ada hubungannya denganku.” Dewi mi panik, iangsung mengancam, “Kamu
mau lepaskan atau tidak? Jika tidak, jangan berharap untuk menikahiku.”
“Tidak mau menikah?” Lorenzo sama sekali tidak merasa terancam, ia bahkan berkata sambil
tersenyum, au begitu, aku akan memotong satu jarinya setiap hari, sampai 10 jarinya sudah
terpotong s kamu setu
, aku akan memotong tangannya,lu kakinya, aku akan potong semua sampai uk menikah denganku!”
“Kamu berani?” Dewingsung marah dm sekejap.
“Lihah, apa aku berani atau tidak.” Lorenzo menyunggingkan senyum, “Kamu adh wanita milikku,
tentu saja aku tidak akan menyakitimu, namun aku tidak yakin dengan orang-orang di
sekitarmu
Nada bicaranya jernih dan ringan, tapi mengandung hawa dingin yang menusuk.
Dewi menatap mata dingin Lorenzo, ia tahu Lorenzo akan mkukannya, ia menjadi sedikit takut,
tampaknya ia tidak bisa bersikap keras padanya, lebih baik cari strategiin …
“Oh ya, N bng pagi ini selera makanmu buruk?”
Lorenzo mengalihkan pembicaraan untuk mencairkan suasana.
“Aku sudah mempekerjakan 8 koki Nusantara dari 8 makanan utama Nusantara, setiap koki punya 6
asisten, semuanya mlui seleksi bertahap-tahap, keterampn masak mereka sungguh luar biasa,
apapun yang ingin kamu makan, kamu bisa minta mereka untuk memasakkannya untukmu kapanpun!”
Dewi kehngan kata-kata, “Aku hanya punya satu mulut, apa aku bisa makan begitu banyak? Kamu
benar-benar mengumpulkan semua koki dari dpan masakan utama? Kamu pikir kamu sedang
mengumpulkan ketujuh b naga?”
“Apa?” Lorenzo tidak mengerti arti dari ketujuh b naga.Content (C) N?v/elDra/ma.Org.
“Lorenzo, kamu tidak perlu begitu baik padaku ….”
Dewi benar-benar kehngan kata-kata, pada saat yang sama ia juga sedikit tidak sabar, semakin
Lorenzo bersikap seperti ini, ia semakin merasa tertekan.
“Kamu adh wanitaku, aku harus mempekukanmu dengan baik.”
Tentu saja yang dikatakan Lorenzo benar, ia mengatakannya dengan penuh keseriusan.
Dewi tidak tahu bagaimana harus membsnya.
“Kamu suka 7 b naga?” tanya Lorenzo.
“Um?” Dewi tidak bereaksi.
Lorenzongsung mengambil ponsel danngsung menghubungi Jeff, “Cepat carikan aku ketujuh b
naga!”
“Baik!”
Seth mer telepon, ia menoleh menatap Dewi dan menyadari, Dewi menatapnya tercengang.aut
wajahnya penuh dengan rasa heran
“Aku bisa memberikan apapun yang kamu inginkan.” Lorenzo mencubit pipinya, lembut dan penuh kasih
sayang, “Png dan berobah dengan baik, aku sudah menemukan dokter yang bisa mengoperasimu,
aku sudah mempekerjakannya!”
“Siapa!” Dewi sangat terkejut, masih ada dokter terampil yang tidak ia ketahui di dunia ini?
“Dia juga seorang dokter tradisional, orang-orang mengatakan bahwa keterampn medisnya luar biasa,
dia juga bisa mkukan pembedahan, hanya saja keberadaannya sedikit tersembunyi, aku sudah
menyuruh orang untuk mencarinya.”
Lorenzo mendeskripsikannya dengan sangat sederhana, namun Dewi tahu siapa yang sedang ia
bicarakan, tanpa disangka ia th menemukan gurunya.
Tampaknya Lorenzo benar-benar memusatkan seluruh pikirannya di sini, jika tidak, ia tidak mungkin
mendengar tentang keberadaan Tabib Hansen.
“Kenapa?” Lorenzo melihat raut wajah Dewi yang penuh keseriusan, menghibur dengan lembut, “Jangan
khawatir, aku akan mengerahkan seluruh tenaga untuk menemukannya, dia pasti akan segera
ditemukan.”
3/3